Kesehatan dan kedokteran adalah bidang ilmu yang banyak diminati di Indonesia dan juga mancanegara. Kalau kamu tertarik dengan kedua bidang ilmu ini, Hotcourses Indonesia akan memberikan gambaran mengapa mempelajari jurusan-jurusan ini di luar negeri adalah pilihan terbaik untukmu.
Daftar Isi:
- Apa yang Dipelajari di Jurusan Kesehatan dan Kedokteran?
- Mengapa Harus Kuliah Kesehatan dan Kedokteran di Luar Negeri?
- Individu Seperti Apa yang Cocok Kuliah Kesehatan dan Kedokteran?
- Syarat Kuliah Kesehatan dan Kedokteran di Luar Negeri
- Pilihan Jurusan Kesehatan & Kedokteran yang Bisa Diambil di Luar Negeri
- Ragam Profesi Lulusan Kesehatan dan Kedokteran
Apa yang Dipelajari di Jurusan Kesehatan dan Kedokteran?
Secara umum, mahasiswa jurusan kesehatan dan kedokteran akan mempelajari semua hal mengenai diagnosa, perawatan, rehabilitasi dan pencegahan penyakit atau kondisi yang berpengaruh buruk pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
Mengapa Harus Kuliah Kesehatan dan Kedokteran di Luar Negeri?
Ada beberapa alasan utama untukmu mempertimbangkan belajar kesehatan dan kedokteran di luar negeri:
1. Kesempatan Berkarir Di Banyak Negara
Jurusan kesehatan dan kedokteran di seluruh dunia memiliki kurikulum yang cukup seragam, sehingga seorang tenaga kesehatan semestinya bisa bekerja di negara-negara lain. Namun pengakuan internasional untuk lulusan jurusan-jurusan ini hanya diberikan kepada alumni universitas-universitas terbaik di dunia. Sayangnya, institusi-institusi pendidikan Indonesia masih harus banyak mengejar ketertinggalan untuk masalah pengakuan global ini. Jadi kalau kamu punya rencana bekerja sebagai tenaga kesehatan di negara lain, kuliah di luar negeri bisa menjadi pembuka jalan untukmu.
2. Kebutuhan Meningkat Secara Global
Saat ini, peningkatan jumlah populasi dunia mengakibatkan bertambahnya kebutuhan tenaga kesehatan profesional. Pada tahun 2016, sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal kesehatan Human Resources for Health mengindikasikan bahwa dunia akan membutuhkan sekitar 80 juta tenaga kesehatan pada tahun 2030. Namun jumlah tenaga kesehatan pada tahun tersebut diperkirakan hanya akan mencapai 65 juta jiwa saja – kurang 15 juta dari yang diperlukan secara global. Selain membuka kesempatan untuk berkarir di luar negeri, hal ini juga berarti prospek karir tenaga kesehatan akan selalu stabil dan disertai tawaran gaji yang menarik karena selalu dibutuhkan di berbagai belahan dunia. Agar kamu bisa mempersiapkan diri sebagai tenaga kesehatan yang bisa bekerja di berbagai negara, maka kuliah di luar negeri adalah pilihan yang paling bijak.
3. Kesempatan karir Yang Beragam
Seringkali kita berpikir bahwa tenaga kesehatan hanya bekerja di institusi pelayanan kesehatan. Padahal, lulusan jurusan kesehatan dan kedokteran bisa menjalani berbagai profesi lain. Misalnya ilmuwan di institut ilmu pengetahuan atau staff di industri asuransi dan farmasi. Ada juga tenaga kesehatan yang bekerja di sektor ekonomi untuk mengurus isu biaya jaminan kesehatan masyarakat atau di organisasi internasional seperti Doctors Without Borders. Kuliah di luar negeri pasti bisa mempersiapkanmu untuk menjalani berbagai profesi ini di tingkatan internasional.
4. Bisa Membantu Sesama Manusia & Memberi Kontribusi Untuk Masyarakat
Kebanyakan tenaga kesehatan merasa bahwa salah satu hal yang bisa mereka banggakan dari karir mereka adalah ketika mereka berhasil meningkatkan kualitas hidup manusia dan berkontribusi pada masyarakat – contohnya ketika mereka bisa membantu pasien sakit atau menjadi bagian dari grup yang menemukan obat baru. Namun dengan berkembangnya jenis-jenis penyakit baru, misi untuk membantu sesama ini menjadi tantangan yang tak berujung dan terkadang sulit dihadapi. Karena itu, belajar di universitas-universitas internasional yang terdepan dalam bidang kesehatan dan kedokteran pasti akan membuka akses untuk mendapatkan berbagai ilmu baru untuk menolong sesama manusia.
Individu Seperti Apa yang Cocok Kuliah Kesehatan dan Kedokteran?
Kalau kamu serius memilih belajar di jurusan kesehatan dan kedokteran, kamu harus mulai bisa menilai karakteristik yang kamu miliki. Untuk bisa berhasil melalui proses belajar di kedua jurusan ini, idealnya seorang mahasiswa memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Cerdas & Antusias
Tubuh manusia adalah sistem yang sangat rumit, karena itu diperlukan pengetahuan mendalam dan penelitian tanpa henti untuk mempelajarinya. Selain itu, badan manusia akan bereaksi terhadap lingkungan yang selalu berubah, sehingga ilmu kesehatan dan kedokteran selalu berkembang. Maka itu, kamu membutuhkan kecerdasan dan antusiasme yang tinggi untuk bisa bertahan di bidang yang tak pernah berhenti bertumbuh ini.
2. Disiplin & Berdedikasi
Karena ilmu kesehatan dan kedokteran selalu berkembang, kamu harus memiliki disiplin dan dedikasi untuk terus belajar. Dengan begitu, semua permasalahan yang tengah terjadi dalam hidupmu tidak akan terlalu menghalangi proses belajarmu. Untuk kamu yang berencana bekerja di institusi pelayanan kesehatan, dua karakteristik ini penting dimiliki agar kamu bisa membantu merawat pasien dengan efisien dan efektif.
3. Bisa Bekerja Dengan Orang Lain & Rendah Hati
Ada banyak aspek dalam pelayanan kesehatan, jadi seorang tenaga kesehatan pasti akan bekerja dalam sebuah tim untuk bisa membantu pasien. Karena itu, mahasiswa jurusan kesehatan dan kedokteran harus belajar untuk bisa bekerja sama dengan orang lain dengan baik. Selain itu, kamu juga harus tetap rendah hati karena proses belajar seorang tenaga kesehatan tidak pernah berakhir dan bisa datang dari berbagai sumber yang tak terduga.
4. Memiliki Semangat Tinggi Dan Mudah Beradaptasi
Kamu harus memiliki semangat tinggi saat belajar ilmu kesehatan dan kedokteran karena kamu akan dihadapkan dengan berbagai macam mata kuliah yang harus kamu pelajari dalam waktu singkat. Selain itu, kamu juga akan mempraktekkan hal-hal yang telah kamu pelajari di situasi yang berbeda-beda dan mungkin dengan tim yang berbeda pula. Jadi kamu harus belajar beradaptasi dalam menghadapi situasi yang cepat berubah. Dua karakteristik ini akan mempersiapkanmu saat masuk dunia kerja, karena tenaga kesehatan terkadang harus bekerja di bawah tekanan tinggi dengan jam kerja yang panjang dan harus siap dipanggil kapan saja untuk keadaan darurat.
5. Memiliki Rasa Empati
Hal ini penting karena calon tenaga kesehatan harus bisa memahami sudut pandang orang lain dan mengerti apa yang mereka alami. Kamu juga dituntut untuk tidak menghakimi atau menunjukkan sikap bias. Dengan ini, kamu bisa menjadi tenaga kesehatan yang memahami cara memotivasi dan menyemangati pasien.
Syarat Kuliah Kesehatan dan Kedokteran di Luar Negeri
Pada umumnya, nilai Matematika, Kimia dan Biologi yang bagus saat SMA akan membantumu mendaftar jurusan-jurusan ini di universitas luar negeri. Tergantung dari negara dan universitas tujuanmu, kamu mungkin akan diminta untuk mengikuti tes khusus seperti ISAT di Australia atau UKCAT di Inggris. Khusus untuk jurusan kedokteran, beberapa negara akan mengharuskan kamu mengambil program D3/S1 yang berhubungan dengan kedokteran sebelum kamu bisa diterima sebagai mahasiswa di program tersebut.
Jangan lupa untuk melakukan verifikasi ulang dengan semua universitas tujuanmu mengenai persyaratan masuk, karena kemungkinan besar ada perbedaan syarat untuk tiap jurusan, spesialisasi dan universitas.
Pilihan Jurusan Kesehatan & Kedokteran yang Bisa Diambil di Luar Negeri
Sudah yakin mau kuliah kesehatan dan kedokteran di luar negeri tapi masih belum tahu jurusan apa yang akan kamu ambil? Coba cari inspirasi dari beberapa jurusan berikut ini:
Ragam Profesi Lulusan Kesehatan dan Kedokteran
Seperti yang sudah disebutkan di atas, lulusan kesehatan dan kedokteran bisa menjalani berbagai profesi. Berikut ini adalah beberapa contoh pekerjaan yang dijalani oleh alumni kedua jurusan tersebut:
| Dokter | Dokter Spesialis Bedah Plastik |
| Konsultan | Ahli Fisioterapi |
| Perawat | Bidan |
| Ahli Nutrisi | Apoteker |
| Psikolog | Ahli Akupunktur |
| Manajer Klinik | Radiografer |
| Penata Anestesi | Ahli Epidemiologi |
| Terapis Wicara | Teknisi Laboratorium Medis |
Resiko Kuliah Kedokteran di Luar Negeri: Pro dan Kontra
Kuliah kedokteran di luar negeri adalah impian banyak mahasiswa Indonesia yang ingin mendapatkan pendidikan terbaik di bidang medis. Namun, selain banyak keuntungan, ada juga beberapa resiko yang perlu kamu pertimbangkan. Berikut ini adalah rangkuman pro dan kontra kuliah kedokteran di luar negeri dalam bentuk tabel untuk mempermudah memahami.
|
Aspek |
Keuntungan |
Resiko |
|
Kualitas Pendidikan |
Akses ke kurikulum dan fasilitas medis terbaik yang diakui secara global. |
Sistem pendidikan yang berbeda bisa menjadi tantangan, terutama jika harus mengikuti sertifikasi tambahan di Indonesia. |
|
Peluang Karir |
Kesempatan untuk bekerja di negara maju dengan standar gaji yang tinggi. |
Tidak semua negara mengakui ijazah luar negeri, sehingga harus melakukan proses validasi ulang. |
|
Pengalaman Internasional |
Belajar budaya baru, membangun jaringan profesional global, dan meningkatkan soft skills. |
Adaptasi terhadap budaya, bahasa, dan lingkungan baru bisa memicu stres dan homesickness. |
|
Biaya |
Beasiswa sering tersedia untuk kuliah kedokteran di luar negeri. |
Biaya kuliah dan hidup yang tinggi dapat menjadi beban besar, terutama tanpa dukungan finansial yang cukup. |
|
Reputasi Institusi |
Gelar dari universitas top dunia meningkatkan kredibilitas sebagai tenaga medis. |
Tidak semua institusi diakui oleh KKI (Konsil Kesehatan Indonesia), sehingga kamu harus memilih dengan hati-hati. |
Penjelasan Pro dan Kontra
- Pro: Kualitas Pendidikan Banyak universitas luar negeri menawarkan fasilitas medis mutakhir dan dosen ahli di bidangnya. Dengan pendidikan yang terstruktur baik, kamu akan mendapatkan keunggulan dalam teori dan praktik klinis.
- Resiko: Validasi Ijazah Lulusan kedokteran dari luar negeri sering kali harus melewati proses validasi atau ujian tambahan untuk dapat bekerja di Indonesia. Contohnya adalah UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter).
- Pro: Peluang Beasiswa Beberapa negara seperti Inggris dan Australia menawarkan beasiswa seperti Chevening atau Australia Awards yang dapat membantu mengurangi beban biaya kuliah dan hidup.
- Resiko: Biaya Tinggi Biaya kuliah kedokteran di luar negeri bisa mencapai Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar per tahun tergantung negara dan universitas. Selain itu, biaya hidup di kota besar seperti London atau Sydney juga cukup mahal.
Tips Meminimalkan Resiko
-
Cari Universitas Terakreditasi: Pastikan universitas tujuanmu terakreditasi oleh KKI agar tidak ada masalah saat kembali bekerja di Indonesia.
-
Persiapkan Mental: Belajar beradaptasi dengan budaya baru sebelum keberangkatan melalui komunitas mahasiswa atau program orientasi.
-
Rencanakan Keuangan: Jika tidak mendapat beasiswa, siapkan dana darurat untuk mengatasi situasi tak terduga selama studi. Untuk melihat opsi beasiswa jurusan kedokteran di luar negeri kamu bisa cek laman beasiswa Hotcourses.
---