Informasi penting
Study abroad: Info Jurusan

Prospek Kerja Teknik Lingkungan dan Persyaratan Mendaftar Kuliah ke Luar Negeri

59442

APA ITU TEKNIK LINGKUNGAN?

 

Secara singkat, Teknik Lingkungan adalah jurusan yang mempelajari lingkungan dan permasalahannya, serta mencari solusi untuk masalah yang ada, atau memikirkan pencegahan untuk masalah yang bakal dihadapi di masa depan.

 

Jurusan ini biasanya di bawah naungan fakultas teknik, karena dalam penyelesaian masalah lingkungan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah kerja manusia dan meminimalisasi human error.

 

Contohnya, saat ini populasi manusia semakin bertambah, sedangkan sumber daya semakin berkurang, misalnya kurangnya air bersih di sebagian lokasi, udara yang semakin tercemar akibat meningkatnya aktivitas pabrik, dan lain sebagainya. Tugas lulusan teknik lingkungan adalah memikirkan solusi bagaimana aktivitas manusia tetap berjalan, tanpa mengorbankan atau merusak lingkungan.  Dan di samping itu juga memprediksi masalah lingkungan yang mungkin akan dihadapi di masa depan, dan cara pencegahannya.

 

 

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN BELAJAR APA SAJA?

 

 

 

 

Kurikulum setiap universitas berbeda-beda. Pada umumnya jurusan teknik lingkungan mempelajari pemantauan kualitas air, tanah, dan udara, perencanaan pengolahan air minum, pengelolaan sampah, sistem pengelolaan buangan cair, padat serta gas, sistem penyediaan air minum, sistem drainase, sanitasi lingkungan, pengendalian tingkat pencemaran serta pengelolaan dampak lingkungan.

 

Secara khusus, berikut adalah contoh topik-topik yang dipelajari dalam jurusan teknik lingkungan:

 

1. Pencegahan Produksi Limbah

 

Setiap produksi akan menghasilkan limbah, baik itu berupa sisa-sisa bahan bakar, bahan baku, ataupun hasil produksi yang gagal. Jurusan teknik lingkungan akan mempelajari bagaimana cara mengurangi produksi limbah tetapi tetap menjaga, bahkan memaksimalkan kualitas produk. Caranya adalah dengan mempelajari proses produksi tersebut, misalnya bahan yang digunakan dan dampaknya bagi lingkungan. Setelah itu baru menganalisa dan mencari solusi, misalnya dengan mengurangi bahan baku tertentu, atau dengan menggunakan teknologi tertentu.  

 

 

2. Mengelola Limbah

 

Tidak semua limbah bisa dibuang begitu saja. Terutama limbah hasil industri, yang mengandung bahan kimia beracun. Teknik lingkungan akan belajar bagaimana mengolah limbah dengan tepat supaya tidak mengganggu kesehatan masyarakat, dan keselamatan pengolah limbah juga diperhatikan di sini.

 

Selain belajar teori, mahasiswa akan dikenalkan dengan berbagai alat-alat yang bisa digunakan untuk mengolah limbah sesuai dengan karateristik limbah yang dihasilkan. Mahasiswa juga akan belajar merancang alat dan unit pengolahan limbah.

 

 

3. Mengolah Air

 

Di bagian ini, air tidaklah sesederhana air yang kita minum sehari-hari. Mahasiswa akan diajarkan untuk menganalisa tingkat kekeruhan air, tingkat keasinan, mineral yang dikandung dan faktor lainnya supaya air dari suatu sumber aman dan layak dikonsumsi masyarakat.  Semua itu harus sesuai dengan ketetapan pemerintah.

 

 

Topik ini juga akan mempelajari unit dan alat pengolahan air (misalnya unit penyaringan, penambahan oksigen, pengurangan mineral, membunuh bakteri, dll) , mulai dari merancang sesuai dengan kondisi, hingga alat atau unit tersebut dapat berfungsi dengan baik.  Tidak hanya dalam lingkup luas, unit-unit ini juga digunakan di rumah sakit, hotel, kompleks tempat tinggal dan masih banyak lagi. Software juga digunakan untuk mempermudah pekerjaan.

 

Secara ringkas, teknik lingkungan mempelajari cara membuat desain instalasi pengolahan air minum (IPAM),  proses yang terjadi, hingga cara mendistribusikan air sesuai kebutuhan masyarakat.

 

 


4. Plumbing/Perpipaan

 

Sistem ini meliputi segala macam aliran air, baik bersih maupun kotor. Bagaimana menyalurkan air bersih dan membuang air kotor, mulai dari merancang aliran air shower, keran, pipa, kloset kamar mandi, hingga septic tank. 

 

 

 

 

5. Sistem Drainase

 

Drainase fungsinya adalah untuk mengalirkan air hujan, bentuknya berupa got atau gorong-gorong. Sistem ini harus dirancang dengan baik untuk menghindari banjir.  

 

 

6. Pengendalian Pencemaran Udara

 

Pencemaran udara dari waktu ke waktu terus meningkat karena asap kendaraan dan aktifitas industri. Mahasiswa teknik lingkungan akan dibekali pengetahuan tentang udara, mulai dari penyebaran emisi hingga kadar polutan di sebuah wilayah. Mahasiswa juga akan mempelajari cara membuat desain unit pengendali pencemaran udara agar polutan-polutan yang berbahaya tidak mencemari tempat tinggal masyarakat.

 

 

7. Kesehatan Lingkungan

 

Jurusan teknik lingkungan akan membekali mahasiswa dengan ilmu elemen-elemen lingkungan seperti hidrosfer, atmosfer, dan sebagainya. Setelah itu akan belajar mengkaji penyakit apa yang bisa terjadi dan melalui  media apa penyakit tersebut menyebar, cara menghitung kadar racun suatu limbah, mencegah atau menghambat tersebarnya penyakit.

 

 

8. Hukum Lingkungan

 

Mahasiswa juga harus mempelajari hukum lingkungan yang ditetapkan oleh badan pemerintah yang bersangkutan, jika di Indonesia, peraturan ini dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Peraturan ini mencakup batas pembuangan limbah dan standar baku mutu limbah yang bisa diterima oleh lingkungan.

 

 

9. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 

Mahasiswa teknik lingkungan tidak hanya mempelajari sistem yang digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dalam kerja, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan pekerja. Ini adalah salah satu bagian penting dari ilmu ini. Jika terjadi kecelakaan kerja, masalah tidak hanya selesai setelah membayar uang ganti rugi kepada korban, tetapi juga mempengaruhi proyek atau produksi suatu perusahaan, apalagi jika yang menjadi korban memegang peranan penting.


 

 

 

PROSPEK KERJA LULUSAN JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN

 

Dengan semakin banyak masalah lingkungan yang muncul setiap harinya, peraturan undang-undang lingkungan pun semakin ketat. Hampir semua industri membutuhkan ilmu teknik lingkungan, baik itu sektor pemerintahan ataupun swasta.  

 

 

Di sektor pemerintahan, lulusan jurusan teknik lingkungan dapat bekerja di Kementrian Perindustrian, Kementrian Kelautan, Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan, Kementerian ESDM, dan lembaga pemerintah lainnya.
 

Di sektor swasta ada banyak perusahaan dan industri besar yang membutuhkan tenaga lulusan jurusan teknik lingkungan, terutama yang bergerak dibidang petrokimia, pertambangan, minyak dan lain sebagainya. Beberapa contoh perusahaan misalnya PT Pertamina, Krakatau Steel, PT Unilever, Total, Kimia Farma, Chevron, Biofarma, Aneka Tambang.

 

Di Amerika, gaji per tahun seorang lulusan teknik lingkungan berkisar antara $52,443-$66,790 per tahun (menurut data 2016). Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan yang bisa ditekuni oleh lulusan jurusan teknik lingkungan:

 

 

1. Konsultan lingkungan

 

Pekerjaan konsultan lingkungan mencakup analisis tanah,  pencemaran air, dampak terhadap lingkungan, pengelolaan limbah, pengembangan kebijakan dan sistem manajemen lingkungan. Tugas utama konsultan lingkungan adalah melakukan penelitian untuk mengidentifikasi tingkat kontaminasi di lingkungan darat, udara atau air. Konsultan lingkungan bekerja untuk lembaga pemerintah dan organisasi yang berhubungan dengan industri air.

 

 

2. Manajer Lingkungan

 

Manajer lingkungan memiliki kewenangan untuk meninjau seluruh operasi dan memeriksa lingkungan perusahaan, lembaga pemerintah dan organisasi nir-laba. Mereka meneliti kegiatan instansi yang bersangkutan untuk menetapkan perbaikan dan memastikan kepatuhan staf/pekerja terhadap undang-undang lingkungan. Manajer lingkungan juga bertugas mengidentifikasi dan memecahkan masalah lingkungan serta menentukan perubahan yang perlu diterapkan. 

 

 

3. Pemeliharaan Kualitas Air

 

Profesi ini bertugas untuk menjaga semua aspek kualitas air melalui analisis ilmiah dan penetapan standar yang mematuhi undang-undang khusus. Mereka membandingkan hasil tes dengan standar yang ada, menyelidiki kekurangannya dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah. Selain itu, mereka juga dapat memberikan solusi mengenai masalah kualitas dan regulasi air. Mereka biasanya mengkhususkan diri dalam bidang air minum, air permukaan (sungai, danau, muara) atau air tanah.

 

 

4. Petugas Daur Ulang

 

Petugas daur ulang merencanakan dan mengembangkan kebijakan pengurangan limbah lingkungan dengan cara mengelola program daur ulang lokal dan memberikan program pendidikan melalui berbagai media. Mereka sering bekerja untuk pemerintah daerah seperti kabupaten, kecamatan, dan dewan di departemen terkait, misalnya jasa lingkungan, pengelolaan sampah atau layanan masyarakat.

 

 

Di sektor swasta, mereka bekerja untuk kontraktor daur ulang atau badan amal lingkungan. Peran profesi ini telah menjadi semakin penting dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya limbah rumah tangga dan industri.

 

 

5. Pengelolaan limbah

 

 

Bagian ini bertanggung jawab untuk mengolah limbah dan membersihkan lingkungan. Mereka juga mengatur dan mengelola fasilitas pembuangan limbah secara aman dengan memperhatikan lingkungan sesuai dengan peraturan pemerintah.

 

 

6. Ahli ekologi

 

Ahli ekologi melakukan survei untuk mengidentifikasi, merekam dan memantau spesies serta habitatnya. Seiring perkembangan jaman, lingkup kerja ahli ekologi menjadi semakin luas dan terlibat dalam kebijakan serta manajemen perusahaan. 

 

Ahli ekologi memperhatikan ekosistem secara keseluruhan, termasuk keberagaman dan distribusi organisme (manusia, tanaman, hewan) beserta hubungan antara organisme dan lingkungannya. Mereka biasanya memilih bidang-bidang spesialis (misalnya air tawar, laut, darat, fauna, flora) dan kemudian melakukan berbagai tugas yang berhubungan dengan spesialisasi tersebut.

 

 

7. Insinyur Energi

 

Insinyur energi bekerja di bidang produksi energi dalam berbagai sumber daya alam seperti ekstraksi minyak dan gas, energi biofuel, tenaga air, angin dan tenaga surya. Mereka berfokus menemukan pasokan energi yang efisien, bersih dan inovatif.

 

Insinyur energi merancang dan menguji mesin, mengembangkan cara-cara untuk meningkatkan proses produksi serta mengkonversi dan memasok energi yang berguna untuk memenuhi kebutuhan listrik.

 

Supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, insinyur energi meneliti dan mengembangkan cara untuk menghasilkan energi baru, meningkatkan efisiensi penggunaan energi melalui pengurangan emisi dari bahan bakar fosil serta meminimalkan kerusakan lingkungan.

 

 

8. Manajer Pengelolaan Energi

 

Profesi ini mengatur dan memonitor penggunaan energi dalam suatu perusahaan atau fasilitas. Mereka berusaha meningkatkan efisiensi energi dengan mengevaluasi penggunaan energi dan menerapkan kebijakan serta berbagai perubahan. Manajer energi mengusahakan pengurangan emisi karbon dioksida, pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan. Mereka juga mendorong penggunaan sumber daya terbaru, mencari solusi untuk pengelolaan karbon, dan meningkatkan konservasi energi.

 

 

9. Konservasi Alam

 

Petugas konservasi alam melindungi, mengelola dan meningkatkan kualitas lingkungan setempat. Lingkungan yang dilindungi adalah padang rumput, hutan, daerah pesisir, gunung dan sungai. Mereka juga dapat bekerja di habitat laut. Peran mereka adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang lingkungan alam.

 

Petugas konservasi alam juga mengembangkan kebijakan lingkungan yang memiliki dampak lokal dan nasional, dan dapat bekerja di semua sektor masyarakat termasuk di sekolah-sekolah lokal dan perguruan tinggi. Jabatan dalam sektor ini bervariasi seperti pegawai proyek keanekaragaman hayati, asisten konservasi dan teknisi.

 

 

10. Tenaga Pendidik/Dosen

 

Untuk tenaga pendidik/dosen teknik lingkungan masih jarang sehingga terbuka kesempatan untuk lulusan teknik lingkungan sebagai pengajar terutama dosen jurusan teknik lingkungan.
 

 

 

 

KULIAH JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN DI LUAR NEGERI

 

Tertarik untuk kuliah jurusan teknik lingkungan? Lihat program kuliah apa saja yang tersedia di luar negeri.

 

Untuk dapat mendaftar di jurusan teknik lingkungan, dibutuhkan dasar Fisika dan Matematika yang kuat. Akan lebih bagus lagi jika mendapat nilai bagus di mata pelajaran Geografi, Kimia, Biologi, Sosiologi, dan Ekonomi.

 

 

Untuk bahasa Inggris, paling tidak harus mencapai skor 550 untuk TOEFL atau band 6 IELTS. Persyaratan masuk setiap universitas berbeda-beda. Disarankan untuk konfirmasi ke universitas yang bersangkutan mengenai persyaratan masuk yang mereka minta.

 

Jika belum memenuhi persyaratan masuk, pada umumnya universitas akan menyarankan program kuliah alternatif, atau program jalur (pathway/foundation) yang bisa diikuti sebelum mengikuti program gelar yang diinginkan.

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS