Budaya Inggris: Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa Indonesia

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Inggris: Info Negara Tujuan - Wajib dibaca

Budaya Inggris: Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa Indonesia

Ketahui perbedaan UK, England, dan Great Britain serta dampaknya pada pilihan kuliahmu. Temukan biaya, beasiswa, dan konsultasi gratis untuk kuliah di Inggris Raya.

86.4K
Info Kuliah & Budaya di Inggris Raya: England, Wales, Scotland dan Northern Ireland

Budaya Inggris berbeda jauh dari Indonesia, mulai dari cara komunikasi yang tidak langsung, sistem kampus yang menuntut kemandirian tinggi, hingga etika pergaulan yang ketat. Pahami semuanya di sini agar kamu tidak kaget dan bisa fokus belajar sejak hari pertama tiba di UK.

 

Kuliah di Inggris adalah impian banyak mahasiswa Indonesia. Tapi jujur saja, memilih universitas dan mengurus berkas pendaftaran hanyalah setengah dari perjalanan. Setengahnya lagi adalah mempersiapkan diri untuk benar-benar hidup di sana, termasuk memahami budaya dan cara berpikir orang-orang Inggris yang bisa terasa sangat berbeda dari apa yang kamu kenal di Indonesia.

 

Banyak mahasiswa Indonesia yang mengaku awalnya mengalami culture shock cukup berat saat tiba di UK. Bukan karena cuacanya yang dingin atau makanannya yang berbeda, tapi justru karena perbedaan cara berkomunikasi, ritme kehidupan kampus, dan norma-norma sosial yang tidak tertulis namun sangat terasa. Kalau kamu tidak mempersiapkan diri, hal-hal kecil ini bisa mengganggu konsentrasi belajar bahkan di minggu-minggu pertama.

 

Panduan ini dibuat khusus untuk kamu yang sedang mempertimbangkan atau sudah berencana kuliah di UK. Di sini kamu akan menemukan gambaran nyata tentang bagaimana kehidupan sehari-hari di Inggris, mulai dari cara orang-orang di sana berkomunikasi, suasana kampus, hal-hal yang bikin mahasiswa Indonesia kaget, sampai tips adaptasi yang bisa langsung kamu terapkan.

 

Daftar Isi

 

Tunggu Dulu, Mana yang Benar: UK, Inggris, atau Great Britain?

Sebelum membahas budayanya, ada satu hal yang perlu kamu pahami agar kamu tidak salah sebut saat wawancara beasiswa atau mengisi formulir pendaftaran kampus. Istilah United Kingdom, Great Britain, dan England sering dipakai bergantian padahal ketiganya merujuk pada hal yang berbeda.

 

 Istilah

Cakupan Wilayah

Keterangan Singkat

United Kingdom (UK)

England, Scotland, Wales, Northern Ireland

Nama resmi negara berdaulat (Inggris Raya)

Great Britain

England, Scotland, Wales

Pulau terbesar di UK, tidak termasuk Northern Ireland

England (Inggris)

Hanya wilayah England saja

Salah satu negara bagian dalam UK, ibu kotanya London

British Isles

UK, Republik Irlandia, dan pulau sekitarnya

Istilah geografis, bukan nama negara

 

Yang perlu kamu ingat adalah, kalau kamu kuliah di Edinburgh misalnya, kamu berada di Scotland dan UK, tapi kamu tidak berada di England. Warga Scotland bahkan cukup sensitif soal ini dan lebih suka disebut Scottish daripada English. Jadi biasakan diri untuk menyebut UK kalau kamu tidak yakin sedang merujuk ke wilayah mana.

 

Perbedaan ini juga punya implikasi praktis. Sistem pendidikan di Scotland berbeda dengan yang ada di England, Wales, dan Northern Ireland. Di England, Wales, dan Northern Ireland, program sarjana umumnya ditempuh dalam tiga tahun. Sementara di Scotland, gelar sarjana biasanya membutuhkan empat tahun, mirip dengan sistem yang berlaku di Indonesia. Artinya, pilihan kota atau wilayah untuk kuliah tidak hanya soal gaya hidup, tapi juga bisa mempengaruhi durasi studi dan total biaya yang kamu keluarkan.

 

Mengenal Karakter Orang Inggris: Jauh dari Stereotipe Barat pada Umumnya

Banyak orang Indonesia berasumsi bahwa orang-orang dari negara barat pasti blak-blakan, terbuka, dan mudah akrab. Ternyata asumsi ini kurang tepat kalau diterapkan ke orang Inggris. Orang Inggris punya karakter yang cukup unik dan berbeda dari, misalnya, orang Amerika atau Australia yang dikenal lebih langsung.

 

Komunikasi Tidak Langsung

Orang Inggris sangat terkenal dengan gaya komunikasi yang tidak langsung. Mereka jarang sekali menyampaikan sesuatu secara tegas dan frontal, terutama kalau menyangkut kritik atau ketidaksetujuan. Ketika seseorang berkata 'hmm, menarik juga ya idenya', bisa jadi itu artinya mereka tidak terlalu setuju tapi tidak mau berkonflik secara terbuka. Kamu perlu melatih kepekaan untuk membaca nada bicara, ekspresi wajah, dan konteks percakapan agar bisa menangkap maksud yang sebenarnya.

 

Di kampus, ini juga terlihat dalam cara dosen memberikan feedback. Dosen Inggris umumnya tidak akan langsung berkata 'jawaban kamu salah', melainkan lebih sering mengajukan pertanyaan balik seperti 'apakah kamu sudah mempertimbangkan sudut pandang ini?' yang sebetulnya adalah cara halus untuk menunjukkan bahwa argumenmu perlu diperkuat.

 

Humor sebagai Bahasa Sehari-hari

Salah satu hal yang paling mencolok dari budaya Inggris adalah peran humor dalam hampir semua aspek kehidupan. Humor bukan hanya hiburan, tapi juga alat komunikasi. Orang Inggris sering menyampaikan kritik, apresiasi, bahkan rasa tidak suka melalui lelucon atau sindiran halus yang disebut dry humour atau sarcasm.

 

Jangan kaget kalau kamu dijadikan bahan bercanda oleh teman-temanmu. Di budaya Inggris, itu justru tanda bahwa mereka sudah merasa nyaman denganmu. Yang penting, kamu tidak perlu merasa tersinggung karena niatnya bukan untuk merendahkan. Kalau kamu bisa ikut tertawa dan merespons dengan lelucon balik, kamu akan cepat diterima di lingkungan sosial.

 

Baca juga: 10 Istilah Slang Inggris yang Perlu Kamu Ketahui

 

Antri adalah Hal Serius

Ini bukan mitos. Antri atau queuing adalah bagian dari identitas budaya Inggris yang sangat nyata. Orang Inggris antri untuk naik bus, beli kopi, masuk toilet umum, sampai masuk toko. Jangan pernah mencoba menyerobot antrian karena itu dianggap sangat tidak sopan. Bahkan kalau kamu tidak sengaja menggeser posisi dalam antrian, bersiaplah mendapat tatapan tajam atau suara berdeham dari orang di belakangmu.

 

Bagi mahasiswa Indonesia yang terbiasa dengan situasi yang lebih 'cari celah sendiri', kebiasaan ini butuh sedikit waktu untuk menyesuaikan diri. Tapi begitu kamu terbiasa, antri justru terasa lebih nyaman karena semua orang diperlakukan setara dan tidak ada yang merasa dirugikan.

 

Personal Space yang Dijaga Ketat

Berbeda dengan budaya Indonesia yang cukup hangat secara fisik, mulai dari menepuk pundak, berpelukan saat bertemu, sampai berjalan berdekatan, orang Inggris sangat menjaga jarak personal mereka. Saat berbicara, usahakan tetap menjaga jarak yang cukup dan hindari sentuhan fisik yang tidak diminta. Jabat tangan ringan adalah cara yang paling umum dan aman untuk menyapa seseorang untuk pertama kalinya.

 

Di transportasi umum seperti kereta atau bus, kamu akan menemukan fenomena unik: semua orang diam, menghindari kontak mata, dan tidak berbicara dengan orang asing. Ini bukan karena mereka tidak ramah, tapi karena itulah norma yang berlaku di ruang publik yang ramai. Begitu kamu mengerti konteksnya, situasi ini tidak akan terasa canggung.

 

Kehidupan Kampus di UK: Lebih Santai di Permukaan, Lebih Menuntut di Baliknya

Suasana kampus di UK akan terasa sangat berbeda dari universitas di Indonesia. Pada pandangan pertama, hubungan antara dosen dan mahasiswa terasa jauh lebih santai dan tidak formal. Mahasiswa memanggil dosen langsung dengan nama depan, bukan dengan sebutan Pak atau Bu. Dosen sering mengajak mahasiswa berdiskusi dengan santai dan terbuka, bahkan di luar jadwal kuliah.

 

Tapi jangan sampai suasana yang santai ini membuatmu lengah. Di balik informalitasnya, sistem akademik di UK menuntut tingkat kemandirian yang sangat tinggi dari mahasiswanya.

 

Jam Kuliah yang Lebih Sedikit, Tapi Tanggung Jawab Belajar Mandiri yang Jauh Lebih Besar

Di UK, jadwal perkuliahan tatap muka biasanya hanya berkisar antara 10 hingga 15 jam per minggu, jauh lebih sedikit dibanding Indonesia yang bisa mencapai 20 sampai 25 jam. Tapi jangan salah sangka, ini bukan berarti beban belajarnya lebih ringan. Justru sebaliknya. Sisa waktu yang ada diisi dengan membaca materi secara mandiri dari daftar bacaan (reading list) yang bisa sangat panjang, mengerjakan essay, riset, dan mempersiapkan diskusi kelas.

 

Sistem di UK sangat mempercayai kemampuan mahasiswa untuk mengatur waktu dan ritme belajarnya sendiri. Tidak ada dosen yang akan mengejarmu untuk mengumpulkan tugas atau mengingatkan kalau kamu ketinggalan materi. Tanggung jawab itu sepenuhnya ada di tanganmu. Bagi mahasiswa Indonesia yang terbiasa dengan sistem yang lebih terstruktur dan diarahkan, ini adalah salah satu penyesuaian terbesar yang perlu dilakukan.

 

Hubungan Dosen dan Mahasiswa yang Lebih Egaliter

Di Indonesia, mendebat dosen atau mempertanyakan materi yang disampaikan bisa terasa tidak nyaman bahkan tidak sopan. Di UK, justru sebaliknya. Dosen mengharapkan mahasiswa untuk berpikir kritis, mempertanyakan argumen, dan mengajukan pandangan yang berbeda selama didukung oleh data dan logika yang kuat. Kemampuan berdebat dan berpikir kritis dianggap sebagai tanda kecerdasan, bukan ketidakhormatan.

 

Hampir semua dosen di UK memiliki office hours, yaitu waktu khusus yang disisihkan untuk mahasiswa yang ingin berdiskusi atau berkonsultasi di luar kelas. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dosen umumnya sangat terbuka dan senang berdiskusi langsung dengan mahasiswa yang menunjukkan ketertarikan serius terhadap materi.

 

Student Union: Jantung Kehidupan Sosial Kampus

Setiap universitas di UK memiliki Student Union, yaitu organisasi mahasiswa yang mengelola ratusan hingga ribuan klub dan aktivitas ekstrakurikuler. Mulai dari olahraga, seni, musik, debat, cooking club, sampai perkumpulan mahasiswa internasional berdasarkan negara asal. Student Union juga menyediakan berbagai layanan dukungan untuk mahasiswa internasional, termasuk konseling, bantuan hukum, dan acara sosial.

 

Bergabung dengan minimal satu atau dua klub dari Student Union sangat direkomendasikan, terutama di bulan-bulan pertama. Ini adalah cara paling efektif untuk membangun pertemanan, mengurangi rasa kesepian, dan sekaligus mengembangkan soft skills yang berharga untuk kariermu setelah lulus.

 

Culture Shock yang Paling Sering Dialami Mahasiswa Indonesia di UK

Hampir semua mahasiswa Indonesia yang pernah kuliah di UK akan bercerita tentang setidaknya satu atau dua hal yang membuat mereka kaget di awal. Bukan hal-hal besar yang dramatis, tapi justru hal-hal kecil sehari-hari yang tidak terbayangkan sebelumnya. Mengetahui ini dari awal akan membantumu lebih siap dan tidak terlalu terguncang ketika mengalaminya sendiri.

 

Cuaca yang Benar-benar Tidak Bisa Diprediksi

Orang Inggris terkenal suka membicarakan cuaca, dan itu masuk akal karena cuaca di sana memang sulit ditebak. Pagi yang cerah bisa berubah hujan deras di siang hari, lalu kembali cerah di sore hari. Suhu bisa turun drastis dalam hitungan jam. Di musim dingin, suhu bisa mencapai di bawah nol derajat, dan kombinasi dingin plus angin kencang bisa terasa jauh lebih menusuk dari yang kamu bayangkan.

 

Tips praktisnya adalah selalu bawa jaket tipis yang bisa dilipat dan masuk ke dalam tas, bahkan di tengah musim panas. Investasi pada jaket yang benar-benar waterproof dan hangat untuk musim dingin adalah salah satu pengeluaran pertama yang sangat layak kamu lakukan setelah tiba di sana.

 

Sistem Penilaian yang Berbeda Jauh dari Indonesia

Kalau di Indonesia kamu terbiasa mendapat nilai 85 atau 90 dan itu dianggap biasa saja, di UK kamu perlu mengkalibrasi ulang ekspektasimu. Sistem penilaian di UK jauh lebih ketat. Mendapatkan nilai di atas 70 sudah termasuk First Class Honours yang merupakan pencapaian sangat baik. Nilai 60 sampai 70 masuk kategori Upper Second Class atau biasa disebut 2:1, yang masih dianggap bagus. Nilai di bawah 50 belum tentu berarti gagal, tapi perlu dievaluasi ulang.

 

Artinya, kalau kamu mendapat nilai 65 di sistem UK, jangan langsung merasa mengecewakan. Itu setara dengan sekitar 80 sampai 85 dalam sistem penilaian Indonesia. Banyak mahasiswa Indonesia yang panik di akhir semester pertama karena tidak memahami perbedaan skala ini sejak awal.

 

Biaya Hidup yang Lebih Tinggi dari Perkiraan

Biaya hidup di UK, terutama di London dan kota-kota besar, memang lebih tinggi dari yang sering dibayangkan. Biaya makan di luar bisa berkisar antara 8 hingga 15 pound per sekali makan, sementara biaya transportasi bulanan di London bisa mencapai 150 hingga 200 pound. Belum lagi biaya akomodasi yang bisa memakan porsi terbesar dari budget bulanan.

 

Mahasiswa Indonesia yang berhasil mengelola keuangan dengan baik di UK umumnya punya kebiasaan memasak sendiri. Berbelanja bahan makanan di supermarket lokal seperti Aldi, Lidl, atau Tesco jauh lebih hemat dibanding makan di restoran setiap hari. Masak sendiri juga menjadi cara untuk tetap makan makanan yang familiar dan nyaman di tengah adaptasi budaya yang cukup menguras energi.

 

Kebebasan yang Terasa Mengintimidasi di Awal

Tidak ada absensi, tidak ada yang mengingatkan kamu untuk belajar, tidak ada yang mengecek apakah kamu mengikuti perkembangan materi. Kebebasan ini terdengar menyenangkan, tapi bagi banyak mahasiswa Indonesia yang baru pertama kali kuliah di luar negeri, justru ini bisa menjadi sumber kebingungan dan prokrastinasi di bulan-bulan pertama.

 

Kunci untuk bertahan adalah membangun struktur belajar sendiri sejak hari pertama. Buat jadwal mingguan, tentukan target membaca per minggu, dan jangan menunggu deadline mendekat baru mulai mengerjakan tugas. Di UK, hampir semua tugas akademik berbentuk essay panjang yang membutuhkan riset mendalam dan tidak bisa dikerjakan dalam semalam.

 

Cara Bersosialisasi dan Etika Pergaulan di Inggris

Memahami etika pergaulan yang berlaku di UK akan membuat kamu lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan warga lokal maupun mahasiswa internasional lainnya. Tidak ada yang harus kamu hafal secara khusus, tapi ada beberapa kebiasaan umum yang sebaiknya kamu ketahui.

 

Ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya, jabat tangan ringan adalah cara yang paling umum dan diterima secara luas. Di kalangan orang muda yang sudah cukup akrab, pelukan singkat atau cipika-cipiki pipi mungkin terlihat, tapi jangan langsung mengasumsikan ini berlaku untuk semua orang. Ikuti saja sinyal dari orang yang kamu temui.

 

Kontak mata saat berbicara adalah penting dan menunjukkan bahwa kamu terlibat dalam percakapan. Namun kontak mata yang terlalu lama, terutama dengan orang asing di transportasi umum, bisa terasa tidak nyaman dan dianggap tidak sopan. Ada batas halus antara kontak mata yang menunjukkan ketertarikan dan yang terasa seperti menatap.

 

Ada juga topik-topik yang sebaiknya dihindari terutama saat baru kenal seseorang. Menanyakan usia, gaji, atau kondisi finansial seseorang dianggap sangat tidak sopan di Inggris. Berbeda dengan di Indonesia di mana pertanyaan seperti 'sudah kerja?' atau 'gajinya berapa?' bisa terasa wajar sebagai basa-basi, di UK pertanyaan semacam itu dianggap terlalu invasif. Topik yang paling aman untuk memulai percakapan adalah cuaca, acara yang sedang populer di TV, atau aktivitas yang kamu lakukan akhir-akhir ini.

 

Satu hal lagi yang perlu kamu biasakan adalah berterima kasih dan meminta maaf dengan sering. Orang Inggris terkenal sangat sering mengucapkan 'sorry' bahkan untuk hal-hal kecil yang di Indonesia tidak akan dikomentari sama sekali. Kalau seseorang tidak sengaja menyenggol bahumu di jalan, mereka akan meminta maaf. Kalau kamu yang menyenggol, kamu juga yang harus meminta maaf meski sebenarnya itu tidak disengaja. Budaya ini mencerminkan kesadaran akan keberadaan orang lain di sekitar mereka.

 

Makanan di Inggris: Lebih Beragam dari yang Kamu Bayangkan

Stereotipe tentang makanan Inggris yang membosankan sudah tidak sepenuhnya relevan lagi hari ini. Inggris, terutama kota-kota besar seperti London, Manchester, dan Birmingham, adalah surga kuliner multikultural. Kamu bisa menemukan makanan dari hampir semua penjuru dunia hanya dengan berjalan beberapa menit dari kampus.

 

Bagi mahasiswa Muslim, kabar baiknya adalah makanan halal tidak sulit ditemukan di kota-kota besar. Banyak restoran dan warung makan di area kampus atau sekitar pusat kota yang menawarkan pilihan halal. Di supermarket besar seperti Tesco dan Sainsbury's, kamu juga bisa menemukan produk berlabel halal untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Di kota-kota yang lebih kecil, pilihannya mungkin lebih terbatas, jadi ini perlu dipertimbangkan saat memilih lokasi kampus.

 

Beberapa makanan khas Inggris yang patut dicoba antara lain fish and chips yang merupakan ikon kuliner negeri ini, full English breakfast dengan telur, sosis, baked beans, dan toast, Sunday roast yang biasanya disajikan di pub atau restoran setiap akhir pekan, sampai scones dengan clotted cream yang identik dengan tradisi afternoon tea. Mencoba makanan lokal adalah bagian dari pengalaman yang tidak ternilai selama kuliah di sana.

 

Untuk penghematan, memasak sendiri adalah pilihan yang sangat disarankan. Berbelanja di supermarket diskon seperti Aldi atau Lidl dan memasak dalam jumlah besar untuk beberapa hari ke depan bisa memangkas pengeluaran makan secara signifikan. Banyak mahasiswa Indonesia membentuk kelompok masak bersama dengan teman sesama Indonesia, yang selain hemat juga menjadi ajang sosial yang menyenangkan.

 

Baca Juga: Mencari Makanan saat Kuliah di Inggris

 

Olahraga dan Aktivitas Sosial: Cara Terbaik Membangun Pertemanan

Olahraga adalah bagian yang sangat melekat dalam budaya Inggris. Sepak bola bukan sekadar olahraga tapi hampir seperti agama bagi sebagian warga Inggris. Kamu akan menemukan banyak teman lokal yang sangat antusias membicarakan hasil pertandingan, transfer pemain, atau nasib tim favorit mereka. Meski kamu bukan penggemar berat sepak bola, mengetahui sedikit tentang tim-tim besar seperti Manchester United, Arsenal, atau Chelsea bisa menjadi bahan percakapan yang ampuh untuk mencairkan suasana.

 

Di kampus, hampir semua universitas UK memiliki club olahraga yang tergabung dalam Student Union, mulai dari yang umum seperti sepak bola, basket, dan bulu tangkis, sampai yang lebih niche seperti fencing, rowing, atau polo. Mendaftar ke salah satu klub ini adalah cara yang terbukti efektif untuk membangun pertemanan secara cepat dan organik, karena kamu langsung punya aktivitas rutin bersama orang-orang baru.

 

Selain olahraga terorganisir, jalan kaki dan hiking juga sangat populer di Inggris. Kamu bisa menemukan rute hiking yang indah tidak jauh dari banyak kota universitas, seperti Peak District di dekat Sheffield dan Manchester, Lake District di Cumbria, atau Snowdonia di Wales. Menghabiskan akhir pekan dengan menjelajahi alam bisa menjadi pelarian yang sempurna dari tekanan akademik sekaligus cara menikmati keindahan UK yang sering tidak masuk dalam itinerary turis biasa.

 

Tips Adaptasi Budaya untuk Mahasiswa Indonesia di UK

Adaptasi budaya adalah proses, bukan peristiwa yang terjadi dalam semalam. Hampir semua mahasiswa yang pernah kuliah di luar negeri mengakui bahwa butuh waktu setidaknya tiga hingga enam bulan sebelum mereka benar-benar merasa nyaman dan betah. Tapi ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat proses itu.

 

Pertama, aktif bergabung sejak hari pertama. Jangan menunggu sampai kamu 'siap' atau 'cukup percaya diri' untuk bersosialisasi. Daftarkan diri ke Student Union, ikuti freshers week dengan sepenuh hati, dan hadiri sebanyak mungkin acara perkenalan yang diselenggarakan kampus. Momen awal ini adalah waktu di mana semua orang sedang dalam mode mencari teman baru, jadi peluangnya jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan.

 

Kedua, cari komunitas Indonesia tapi jangan hanya bergaul di lingkaran itu saja. Perkumpulan mahasiswa Indonesia (PPIA atau Permias) ada di hampir semua kota universitas besar di UK dan bisa menjadi sumber dukungan yang sangat berharga, terutama di masa-masa sulit. Tapi pastikan kamu juga membangun pertemanan di luar komunitas Indonesia agar pengalaman internasionalmu benar-benar kaya dan bermakna.

 

Ketiga, jangan malu bertanya dan minta bantuan. Universitas di UK menyediakan banyak layanan dukungan untuk mahasiswa internasional, mulai dari international student support office, student counselling, sampai layanan praktis seperti membantu membuka rekening bank atau mendaftar layanan kesehatan. Semua layanan ini ada untuk dimanfaatkan dan tidak ada yang akan menganggap kamu lemah karena menggunakannya.

 

Keempat, terima bahwa ada fase di mana semuanya terasa berat. Bulan kedua dan ketiga seringkali menjadi yang paling berat bagi mahasiswa Indonesia karena euforia awal sudah hilang sementara rasa familiar dengan lingkungan baru belum sepenuhnya terbentuk. Ini normal dan dialami oleh hampir semua orang. Yang penting adalah tetap terhubung dengan orang-orang di sekitarmu dan tidak menarik diri ke dalam kamar.

 

Kelima, nikmati setiap momen belajar budaya baru. Alih-alih memandang perbedaan budaya sebagai hambatan, coba lihat sebagai kesempatan untuk memperluas cara pandangmu tentang dunia. Setiap percakapan yang canggung, setiap kebiasaan yang terasa aneh, dan setiap pengalaman yang tidak nyaman adalah bagian dari proses pembentukan dirimu menjadi pribadi yang lebih adaptif dan berempati.

 

Siap Memulai Perjalananmu ke UK?

Memahami budaya Inggris adalah langkah awal yang cerdas sebelum kamu benar-benar berangkat. Tapi langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah menemukan universitas dan program studi yang paling sesuai dengan tujuan karier dan profil akademikmu.

 

Tim konselor IDP Hotcourses Indonesia siap membantu kamu secara gratis, mulai dari memilih universitas yang tepat, mempersiapkan dokumen pendaftaran, mengurus persyaratan visa, sampai memastikan kamu berangkat dengan persiapan yang matang. Konsultasi bisa dilakukan secara online maupun langsung di kantor IDP terdekat.

 

 

 

Kamu juga bisa mencoba fitur FastLane untuk mengecek peluang penerimaanmu di universitas impian di UK secara instan. Masukkan profil akademikmu dan dapatkan gambaran awal sebelum kamu memutuskan untuk mendaftar. Yuk coba Faslane sekarang!

 

 

Study in the UK

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Inggris'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Inggris dalam satu buku digital praktis.

DOWNLOAD

Wajib dibaca

article Img

Alasan Memilih Inggris untuk Kuliah Serta Negara Bagiannya

Ada beberapa hal yang membuat Inggris menjadi destinasi studi idaman bagi para pelajar di dunia, termasuk dengan pelajar dari Indonesia. Apa saja sih yang membuatnya menjadi negara yang populer untuk kuliah? Yuk lihat alasannya dari artikel Hotcourses yang satu ini, begitu juga dengan ulasan mengapa kamu harus memilih untuk kuliah di negara-negara bagian di Inggris Raya yaitu England, Wales, Northern Ireland dan Scotland.     Kenapa

16.1K