Cookies Kami

Kami menggunakan cookies untuk menawarkan Anda pengalaman pengguna yang lebih baik dengan konten yang terpersonalisasi, iklan yang relevan, dan fungsionalitas yang lebih canggih. Dengan mengizinkan semua cookies, Anda menyetujui penggunaan cookies sesuai kebijakan cookie. Anda dapat mengatur preferensi Anda kapan saja.
Informasi penting
Amerika Serikat: Kehidupan Pelajar

KIAT-KIAT MENJALANI KULIAH HUKUM DI AMERIKA SERIKAT

share image

Perjuangan untuk masuk ke sekolah hukum di luar negeri pasti merupakan sebuah tantangan tersendiri, tetapi perkuliahan yang akan kamu jalani setelah diterima adalah tantangan yang tak kalah hebatnya. Untuk membantu menghadapi situasi tersebut, Steffen Hadi dari Indonesia Mengglobal akan membagikan kiat-kiat menjalani kuliah hukum di Amerika Serikat untuk pembaca Hotcourses Indonesia.

 

Saat ini, sekolah-sekolah hukum di AS menduduki berbagai peringkat terbaik di dunia. Jadi tak heran kalau keberhasilan menjadi mahasiswa di salah satu sekolah tersebut dianggap prestasi yang membanggakan. Tapi apakah kamu sudah tahu cara bertahan secara akademis di sekolah-sekolah hukum AS? Saya akan membagikan beberapa kiat dengan menggunakan pengalaman saya sebagai mahasiswa di University of Pennsylvania Law School sebagai referensi. Saya percaya situasi di institusi tersebut bisa menjadi representasi situasi di sekolah-sekolah hukum AS secara keseluruhan.

 

 

20% Belajar Di Kelas, 80% Studi Independen

Hampir semua kelas yang kamu ambil akan menggunakan Metode Sokrates. Ini adalah metode di mana dosen tidak mengajarkan subjek yang sudah tersedia dalam buku teks. Sebagai gantinya, dosen akan menguji pemahaman para mahasiswa tentang subjek tertentu yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

 

Sebelum kelas dimulai, dosen biasanya akan membagikan bahan bacaan untuk dibahas di kelas dan memberi tahu bagian dari buku teks yang perlu dibaca. Waktu yang kamu habiskan untuk membaca materi-materi ini disebut sebagai studi independen. Kamu perlu menyelesaikan tugas membaca ini sebelum kelas dimulai.

 

Saat memasuki kelas, kamu dianggap telah membaca semua materi yang ditentukan untuk sesi kelas tersebut. Jadi kamu tidak bisa memberi alasan tidak siap saat diberikan pertanyaan. Saat mengajar, dosen mungkin akan melemparkan beberapa pertanyaan dengan harapan akan ada interaksi yang bermakna antara dirinya dan para mahasiswa. Beberapa dosen akan memberikan pertanyaan ke mahasiswa tertentu, sementara dosen-dosen lain akan melemparkan pertanyaan secara umum ke para mahasiswa di kelas. Pada intinya, partisipasimu dalam kelas sangat berpengaruh pada nilaimu.

 

 

 

 

Mengajukan Pertanyaan

Mengajukan pertanyaan memang dianggap sebagai partisipasi di kelas, tapi kamu harus berhati-hati saat melakukannya. Jangan mengajukan pertanyaan yang jawabannya bisa ditemukan di buku teks atau bahan bacaan. Kalau kamu melakukan hal ini, dosen akan tahu bahwa kamu belum menguasai bahan bacaan yang diberikan. Sebagai akibatnya, sang dosen bisa balik mengajukan pertanyaan yang sebenarnya mengarah ke jawaban yang kamu cari. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk menguji pengetahuanmu tentang hal-hal yang seharusnya sudah kamu pahami sebelum kelas dimulai.

 


Cara Unjuk Diri Di Kelas

Dalam kelas yang dinamis, cukup mudah untuk unjuk diri bila kamu memiliki persiapan yang matang. Selain menyelesaikan bahan bacaan, kamu juga harus melengkapinya dengan melakukan penelitian tambahan. Penelitian ini bisa mencakup doktrin hukum, pendapat kontra dari seorang ahli dan, yang paling penting, keputusan pengadilan. Karena sebagian besar dasar hukum AS terletak pada keputusan pengadilan, sangatlah penting untukmu mengetahui keputusan-keputusan penting yang terkait dengan masalah yang sedang dibahas di kelas. Dengan menggunakan beberapa keputusan pengadilan untuk mendukung argumenmu, kamu bisa unjuk diri di kelas.

 

(Baca juga:  5 Universitas Terbaik Untuk Gelar Sarjana Hukum Dan Biayanya)

 


Ujian Tak Hanya Sekadar Menghafal Isi Buku

(Foto: Dok. pribadi Steffen Hadi)

Jenis ujian di sekolah-sekolah hukum AS bervariasi - kamu bisa diminta mengerjakan tes pilihan ganda atau menulis esai dan makalah. Sebagian besar ujian ini tidak bertujuan untuk melihat seberapa banyak ilmu yang telah kamu hafalkan. Namun ujian-ujian ini akan mengevaluasi pemahamanmu dengan menggunakan kasus-kasus nyata. Kamu harus memecahkan atau mengomentari kasus-kasus tersebut dengan menggunakan pemahaman yang telah kamu dapatkan dari pembelajaranmu. Jangan lupa bahwa kamu perlu mendukung argumen-argumenmu dengan doktrin hukum atau keputusan pengadilan.

 

Beberapa ujian memberlakukan aturan open book, yang berarti menghafal tak lagi diperlukan. Selain itu, ada juga take home test yang memiliki batas waktu tertentu untuk mengirimkan jawabanmu. Dua ujian yang disebutkan ini tidak boleh dianggap remeh, lho! Take home test dan ujian open book seringkali justru menjadi ujian tersulit karena memerlukan pemahaman dan penelitian yang mendalam. Bahkan saya pernah mendapatkan take home test sepanjang 45 halaman yang akhirnya membutuhkan jawaban sepanjang 75 halaman!

 

Nah, sebenarnya kamu bisa memilih jenis ujian yang kamu inginkan dengan cara memilih dosen. Sebelum semester dimulai, kamu pasti akan diminta memilih kelas dan tiap kelas akan diajar oleh dosen yang berbeda-beda. Biasanya, kamu bisa menemukan jenis ujian yang akan diberikan dalam deskripsi kelas yang akan kamu pilih.

 

 

 

 

IPK Tak Lagi Penting

Catatan: Bagian ini berlaku bagi mahasiswa yang mengambil gelar JD. Untuk kamu yang mengambil gelar LLM, kemungkinan informasi ini tidak akan relevan (kecuali kalau kamu ingin bekerja di AS)

 

Memang benar bahwa IPK kini tidak terlalu penting di sekolah hukum AS. Bahkan beberapa sekolah hukum dalam Ivy League telah menghapus sistem IPK ini. Pada umumnya, mahasiswa sekolah hukum dengan prestasi rata-rata akan mendapatkan IPK setidaknya 3,5. Ini sebenarnya adalah IPK yang sangat rendah, karena mahasiswa berprestasi di sekolah hukum biasanya memiliki IPK sekitar 3,8.

 

Tapi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, IPK tak lagi relevan. Buktinya, kebanyakan mahasiswa hukum di AS mendapat pekerjaan setelah melewati tahun pertama di sekolah hukum. Hal ini bisa terjadi karena proses penerimaan karyawan untuk firma hukum dimulai setelah tahun pertama, tepatnya saat sekolah-sekolah hukum mengadakan acara rekrutmen yang menghadirkan banyak firma hukum AS. Firma-firma hukum ini akan meninjau nilai tiap mahasiswa untuk semua mata kuliah di semester pertama (Evidence/Bukti, criminal law/hukum pidana, civil procedure/prosedur sipil, torts/gugatan, dan lain-lain). Semua mata kuliah ini dianggap penting karena akan diuji lagi saat ujian pengacara. Dengan meninjau nilai-nilai tersebut, sebuah firma hukum bisa memperoleh gambaran yang jelas tentang keterampilan dan kemampuan sang mahasiswa. Jika mahasiswa tersebut direkrut, ia harus melakukan program magang musim panas di firma hukum yang memilihnya.


Setelah itu, periode tahun kedua dan ketiga bisa dikatakan tidak terlalu krusial sampai tiba saatnya mengambil Bar Exam/ujian pengacara. Kelulusanmu di ujian ini sangatlah penting dan menjadi faktor penentu untukmu diangkat sebagai associate di firma hukum. Karena itu, melewati ujian ini menjadi prioritas tertinggi kalau kamu ingin menjalani karir sebagai praktisi hukum di AS.

 

Kalau kamu sudah memantapkan niatmu untuk kuliah hukum di mancanegara setelah membaca kiat-kiat di atas, langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education. Kamu akan mendapatkan bimbingan serta informasi lengkap untuk bisa mendaftar dan kuliah di berbagai universitas terbaik di Amerika Serikat!

 

 

Sumber:

Artikel asli dipublikasikan oleh IndonesiaMengglobal.com

'A non-profit website for Indonesians aspiring to study and or pursue professional opportunities abroad'.

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Amerika'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Amerika Serikat dalam satu buku digital praktis.