Tanya Jawab Kuliah Bisnis di Amerika Serikat

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Amerika Serikat: Info Jurusan

Tanya Jawab Kuliah Bisnis di Amerika Serikat

Dekan Sekolah Bisnis University of Harford, Martin Roth, berbincang dengan Hotcourses Indonesia untuk menjawab beberapa pertanyaan yang banyak diajukan oleh pelajar Indonesia mengenai kuliah bisnis di Amerika Serikat

782
TANYA JAWAB KULIAH BISNIS DI AMERIKA SERIKAT

Sebagai sahabat setia dalam perencanaan studimu ke luar negeri, tim Hotcourses Indonesia tentunya selalu siap menjawab berbagai pertanyaanmu. Kali ini, kami telah mengumpulkan berbagai pertanyaan yang sering kami terima mengenai kuliah bisnis di Amerika Serikat.

 

Untuk mendapatkan jawabannya, kami berbincang-bincang dengan Martin Roth - dekan Barney Business School di University of Hartford - sebagai praktisi pendidikan bisnis di AS. Beliau akan membahas berbagai pertanyaan seputar kuliah bisnis di Amerika Serikat, seperti tips sukses mendaftar ke jurusan bisnis dan transisi dari program S1 Bisnis ke program MBA.

 

Yuk, baca percakapan kami selengkapnya di bawah ini.

 

T: Kenapa para pelajar Indonesia harus mempertimbangkan kuliah bisnis di Amerika Serikat?

 

J: Di Amerika Serikat, para pelajar internasional bisa menemukan berbagai jenis perusahaan, misalnya dari sisi skala bisnis, jenis industri dan lokasi.

 

Hal ini sangat membantu, karena mereka pasti bisa menemukan perusahaan yang selaras dengan tempat asal mereka atau perusahaan yang mereka anggap sebagai tempat ideal untuk bekerja.

 

Seorang mahasiswa tengah mempertimbangkan kuliah bisnis di Amerika Serikat

 

T: Apa saja yang akan dipelajari di program-program MBA di AS?

 

J: Dalam kurikulum mayoritas program MBA di AS, para mahasiswa harus terlebih dahulu mengambil serangkaian mata kuliah dasar. Berbagai mata kuliah ini akan membantu mereka memahami bidang-bidang fungsional dalam bisnis, seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, SDM, dan lain-lain.

 

Berikutnya, para mahasiswa bisa mulai mengambil mata kuliah pilihan di satu atau beberapa bidang yang menjadi minat mereka. Dengan begitu, mereka bisa mengasah keahlian mereka di bidang tersebut.

 

Ada juga program-program MBA yang membuka kesempatan untuk lebih mendalami bidang tertentu. Selain itu, ada program-program yang dirancang untuk para mahasiswa yang punya ketertarikan ke beragam bidang dan ingin mengambil mata kuliah pilihan di semua bidang tersebut. 

 

Saat menjalani kuliah MBA, para mahasiswa akan mengikuti beberapa jenis mata kuliah. Kami memiliki 'core courses' atau mata kuliah inti yang ditujukan bagi para mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang bisnis.

 

Pada bagian akhir kebanyakan program MBA, biasanya ada proyek final atau 'capstone' yang membantu para mahasiswa memahami semua aspek bisnis yang diperlukan untuk kelancaran usaha. Dalam proyek capstone ini, para mahasiswa seringkali akan menemui game simulasi bisnis yang komprehensif.

 

Kamu bisa mengunduh brosur University of Hartford untuk melihat kurikulum program MBA kami.

 

T: Salah satu syarat pendaftaran MBA adalah personal statement. Apakah ada tips menulis personal statement untuk pelajar Indonesia yang bisa meningkatkan kesempatan mereka diterima, khususnya di program MBA Hartford?


J: Kamu harus transparan. Jika kamu pernah memiliki track record kinerja yang kurang baik, sertakan informasi untuk menjelaskan hal ini. Cobalah menyorot kinerja terbaikmu, karena hal ini sangat penting.

 

Kamu sebaiknya menunjukkan bukti nyata bahwa kamu bisa menjalani perkuliahan di Hartford, membaur dengan kultur sekolah bisnis, menyerap informasi, berinteraksi secara efektif dengan teman-teman sekelas, dan lain-lain.

 

Hal yang sangat perlu ditampilkan dalam personal statement adalah apa ekspektasimu dari program MBA yang kamu pilih dan bagaimana sekolah bisnis yang kamu tuju bisa membantumu memenuhi ekspektasi tersebut.

 

Jika kamu sudah punya bayangan jelas mengenai karir yang kamu inginkan, jawaban pertanyaan di atas akan lebih mudah dijawab karena kamu tinggal memulai riset. Contohnya, jika kamu berminat bekerja di perusahaan asuransi, kamu bisa mengatakan bahwa kamu memilih sekolah bisnis di kota-kota seperti West Hartford atau Chicago karena kedua kota ini memiliki banyak perusahaan bonafid di bidang asuransi.

 

Kamu sebaiknya mengambil program MBA di tempat yang memiliki banyak perusahaan, karena hal ini memberikan banyak manfaat. Kamu bisa mendapatkan kesempatan magang, mengikuti kerja proyek untuk berbagai perusahaan, serta bergabung dengan sebuah organisasi di bidang fungsional spesifik atau program kepemimpinan rotasional.

 

Memang kuliah MBA di tempat yang terpencil dan asri juga punya banyak keuntungan, tapi kamu harus memikirkan pentingnya belajar di pusat bisnis. Pada intinya, kamu mengambil program MBA agar bisa menjadi praktisi bisnis.

 

Ilustrasi personal statement untuk mendaftar kuliah bisnis di Amerika Serikat

 

Unduh brosur universitas favoritmu di Amerika Utara ​

 

T: Hartford tentunya punya alumni yang berprestasi. Bisa diceritakan sedikit mengenai para alumni program MBA di Hartford yang paling menonjol?

 

CEO Cigna, perusahaan asuransi kesehatan global, adalah lulusan program MBA Hartford. Universitas kami telah menghasilkan lulusan-lulusan MBA yang menduduki beragam posisi kepemimpinan di bank-bank investasi di Wall Street, New York; di perusahaan-perusahaan asuransi di Boston dan Philadelphia; dan perusahaan manufaktur seperti Stanley Black & Decker.

 

Bila kamu melihat para pemimpin di perusahaan-perusahaan Fortune 1000, kebanyakan dari mereka memiliki gelar MBA dari institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat.

 

Program MBA adalah program pelatihan yang ideal bagi para pemimpin dunia bisnis. Alasan utamanya adalah karena program ini mengajarkan cara untuk menjadi manajer dan pemimpin yang efektif.

 

Jadi para mahasiswa MBA akan berfokus mengasah berbagai keterampilan, seperti berinteraksi dengan orang lain dengan baik dan menjadi bagian tim secara efektif. Mereka juga bisa mempraktikkan keahlian kepemimpinan, yang melibatkan bekerja dengan orang-orang di berbagai lokasi dan bidang fungsional.

 

Kebanyakan program MBA tak hanya akan memastikan kamu memahami pentingnya konsep-konsep di atas, namun juga akan melibatkanmu dalam berbagai aktivitas belajar melalui praktik langsung. Kamu akan terlibat dalam berbagai studi kasus, simulasi, proyek nyata untuk perusahaan, program magang, dan aktivitas-aktivitas lain.

 

Hal ini dilakukan untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, manajemen dan pengambilan keputusan. Tiga keterampilan ini diperlukan untuk bekerja secara efektif dengan orang-orang lain serta memastikan sebuah organisasi mencapai tujuan dan targetnya.

 

T: Banyak pelajar Indonesia yang memiliki latar S1 Bisnis ternyata tertarik mengambil MBA di AS. Sebenarnya bagaimana sih transisi dari program S1 Bisnis ke program MBA? Apakah ada tips persiapan untuk menghadapi transisi ini?

 

J: Saya pikir ada transisi menarik yang dialami oleh kebanyakan mahasiswa MBA. Dibanding program S1 Bisnis, laju proses belajar program MBA sedikit lebih cepat.

 

Laju informasi yang akan kamu terima juga lebih cepat. Jadi kamu harus benar-benar melatih keterampilan memproses informasi dan mengatur hasil kerjamu dengan lebih cepat dibanding saat S1.

 

Dalam program MBA, fokus utamanya lebih ke arah kerja tim dan kolaborasi. Porsi tugas program S1 Bisnis biasanya terbagi menjadi 25% kerja kelompok dan 75% kerja individual. Sementara di program MBA, porsi kerja kelompok naik menjadi 50% dan kamu akan lebih banyak mengerjakan tugas dan proyek bersama teman-teman sekelasmu.

 

Hal ini akan memberimu kesempatan belajar bekerja dengan orang lain. Menjadi manajer dan pemimpin yang efektif berarti kamu harus memiliki keterampilan interpersonal yang efektif.

 

Program MBA yang kamu ambil akan membantumu menilai inventorimu -  seperti karakteristik, sifat, dan kecenderunganmu saat bekerja dengan orang lain. Begitu kamu memahami semua hal tersebut, kamu akan benar-benar memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya.

 

Kalau diumpamakan, ini seperti anak kecil yang belajar bersepeda. Pada awalnya, sang anak kecil mungkin belum terlalu lihai. Namun setelah latihan bersepeda sekian lama, ia semakin jago dan bisa bersepeda lebih cepat dan lebih jauh.

 

Kesempatan praktik nyata inilah yang diperlukan untuk menjadi manajer yang baik dan sebuah program MBA yang bagus akan memiliki sistem pembelajaran berbasis pengalaman dan praktik.

 

Perbedaan yang ketiga adalah struktur kuliah MBA tidak seketat struktur S1 dan jumlah materi serta tugas kuliah akan bertambah. Jadi kamu harus bisa menyeimbangkan semua aktivitas yang akan kamu hadapi. Hal ini bertujuan mempersiapkanmu untuk menghadapi situasi kerja nyata saat kamu menjadi manajer di perusahaan.

 

Kurikulum MBA dirancang untuk memberikan mahasiswa kesempatan mengatur berbagai mata kuliah, proyek, dan aktivitas selama kuliah. Pada umumnya, seorang mahasiswa MBA mengambil 5 - 7 mata kuliah per semester. Beberapa mata kuliah mungkin punya proyek ekstensif yang berlangsung selama 1 semester atau sampai akhir program MBA.

 

Kurikulum ini juga diharapkan bisa memberikan mahasiswa kesempatan untuk mencoba berbagai hal, jadi mereka akan terbiasa menghadapi situasi yang mungkin tidak terlalu terstruktur. Itulah bagian dari serunya sebuah program MBA.

 

T: Apakah Sekolah Bisnis di AS menyediakan bantuan agar para mahasiswa internasional bisa mendapatkan pengalaman kerja dan magang, atau pekerjaan di masa mendatang?

 

J: Jika kamu ingin ke AS untuk kuliah MBA, pastikanlah bahwa kamu akan mendapatkan pengalaman studi yang menghubungkanmu ke berbagai jenis bisnis.

 

Kamu bisa saja mempelajari buku dan menonton kuliah online dari berbagai lokasi, namun akan lebih baik jika kamu kuliah di tempat kamu bisa terhubung langsung dengan berbagai perusahaan serta bertemu dengan para eksekutif dan manajernya.

 

Salah satu fokus utama kami di Barney School of Business adalah memanfaatkan perusahaan-perusahaan Fortune 500 yang banyak berdiri di dekat lokasi kami, Hartford, dan di seluruh Connecticut. Kami juga berada sangat dekat dengan Boston dan New York City.

 

Tiap minggu, kami menyambut para eksekutif dan manajer yang datang ke kampus kami dan berinteraksi dengan mahasiswa kami. Selain menjadi dosen tamu, mereka bisa mengadakan sesi "lunch and learn" di mana mereka berbagi lowongan di perusahaan mereka atau tantangan-tantangan utama yang mereka hadapi beserta strategi untuk mengatasinya. Mereka juga membagikan tren-tren penting yang bisa mempengaruhi jenis karyawan baru yang perlu mereka rekrut.

 

Barney School of Business mengadakan berbagai simposium, panel, dan kuliah di malam hari yang dihadiri orang-orang penting dari Boston atau New York. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, karena para mahasiswa tak hanya akan mendengarkan orang-orang ini saja. Mereka juga bisa berinteraksi langsung dengan orang-orang penting tersebut, bertukar kartu nama, memberikan CV, serta menambah koneksi di LinkedIn.

 

Dalam kata lain, para mahasiswa di Hartford bisa memanfaatkan program MBA mereka untuk mengembangkan jaringan profesional mereka.

 

Jika kalian berbincang dengan orang-orang sukses, sebagian besar dari mereka tidak meraih kesuksesan karena bertahan di 1 perusahaan dan mengikuti jalur karir yang ditetapkan. Biasanya mereka justru direkrut pihak-pihak lain berkat koneksi yang mereka ciptakan sepanjang karir mereka. Kami ingin para mahasiswa internasional kami membuat koneksi-koneksi seperti itu di AS saat mengikuti program MBA kami.

 

Kami juga memastikan mahasiswa kami memahami kesempatan magang dan posisi entry level yang dibuka perusahaan-perusahaan untuk mahasiswa MBA. Banyak perusahaan tidak merekrut lulusan S1 untuk beberapa posisi tertentu karena mereka menginginkan lulusan program MBA.

 

Para alumni program MBA inilah yang disertakan dalam program leadership development. Dalam program ini, mereka akan dirotasi untuk mengerjakan tugas-tugas yang membantu mereka mempelajari dan memahami perusahaan tersebut. Dengan begitu, mereka bisa tahu di bidang mana mereka bisa memberikan kontribusi terbesar dan memastikan bidang apa yang ingin mereka tekuni.

 

 

T: Kami juga banyak mendapat pertanyaan mengenai kehidupan perkuliahan mahasiswa MBA di AS. Bagaimana gambaran keseharian para mahasiswa MBA di sana?

 

J: Keseharian seorang mahasiswa MBA di AS pastinya tidak akan biasa-biasa saja, karena tiap harinya sangat berbeda. Namun hal unik di Barney School of Business yang mungkin berbeda dengan program-program MBA lainnya adalah mayoritas kelas kami diadakan pada malam hari.

 

Kami ingin memastikan bahwa para mahasiswa yang bekerja di siang hari bisa mengikuti kelas di malam hari. Pengaturan waktu ini juga memberikan kami lebih banyak kesempatan untuk mengundang dosen-dosen tamu.

 

Para manajer dan eksekutif biasanya sibuk di pagi dan siang hari, namun mereka bisa datang pada waktu malam untuk berinteraksi dengan mahasiswa kami. Jadi karena kelas-kelas kami dilangsungkan pada malam hari, para mahasiswa MBA bisa fokus pada bahan bacaan, mempersiapkan diri sebelum kelas, serta mengerjakan proyek, tugas, kerja kelompok, dan lain-lain di siang hari.

 

Selain itu, waktu bebas di siang hari ini bisa mereka gunakan untuk mengikuti kerja magang. Mayoritas mahasiswa kami bekerja di kampus, mulai dari 20 hingga 40 jam, di komunitas bisnis area Hartford.

 

Pada umumnya, keseharian para mahasiswa MBA di Hartford akan dipenuhi beragam kelas yang berbeda dan mereka juga akan bertemu kelompok mahasiswa yang berbeda di tiap kelas. Jadi ritme tiap harinya akan berbeda. Ada banyak kegiatan di kampus yang kami anjurkan untuk diikuti mahasiswa kami.

 

T: GRE dan GMAT adalah dua tes yang menjadi syarat masuk program MBA. Apa perbedaan antara GRE dan GMAT? Ada tips persiapan untuk kedua tes ini bagi pelajar Indonesia?

 

J: Sebagian besar program MBA memang meminta nilai tes GMAT atau GRE sebagai syarat masuk.

 

GMAT digunakan oleh sekolah-sekolah bisnis karena tes ini memang dirancang khusus untuk pendidikan manajemen tingkat pascasarjana. Sementara itu, orang-orang yang masih bingung memilih jurusan kuliah pascasarjana biasanya memilih GRE karena tes ini juga bisa digunakan sebagai syarat masuk jurusan-jurusan non-bisnis.

 

Kalau kamu memiliki latar belakang bisnis, GMAT mungkin lebih cocok untukmu. Tipe-tipe soal yang akan kamu temui akan lebih familier karena tes ini dirancang seputar manajemen. Namun jika kamu berasal dari latar belakang lain, GRE mungkin lebih tepat untukmu.

 

Untuk persiapan menghadapi kedua tes ini, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa mengulik sumber info di internet, mengunduh contoh-contoh soal, membeli buku, belajar secara mandiri, mengikuti pelatihan & tutoring, dan masih banyak lagi.

 

Jangan merasa takut gagal saat mengambil tes pertama kali, karena kegagalan bisa kamu anggap sebagai bagian dari latihan persiapanmu. Jadi ketika kamu kembali mengambil tes, kamu sudah punya pengalaman menghadapi soal-soal atau format tes tersebut.

 

Perlu diingat bahwa semua sekolah bisnis di AS hanya akan melihat nilai tesmu yang paling tinggi. Mereka sama sekali tidak mempertimbangkan berapa kali kamu mengikuti tes.

 

GRE VS GMAT untuk kuliah bisnis di Amerika Serikat

 

T: Mahasiswa seperti apa yang dicari program MBA di Hartford?

 

J: Intinya, kami mempertanyakan hal-hal berikut saat mempertimbangkan seorang calon mahasiswa:

  • Apakah calon mahasiswa tersebut punya kemampuan akademis yang diperlukan untuk menguasai materi perkuliahan?

  • Apakah calon mahasiswa tersebut memiliki keterampilan sosial untuk bekerja dalam tim secara efektif dan bisa mengasah kemampuan mereka untuk memimpin sebuah tim?

  • Apakah calon mahasiswa tersebut memilih program MBA kami karena punya tujuan konkret yang ingin dicapai?

  • Apakah calon mahasiswa tersebut telah paham mengenai ekspektasinya dari program MBA kami?

  • Apakah calon mahasiswa tersebut paham apa yang membuat mereka layak dipertimbangkan masuk ke dalam program MBA kami?


Kami ingin mahasiswa yang termotivasi dan siap untuk terlibat penuh, serta bersemangat menjadi bagian program MBA kami dan meraup semua manfaat yang tersedia. Jadi jika kamu mendaftar ke program MBA di Hartford, kami ingin memahami dirmu dengan lebih mendalam.

 

T: Salah satu faktor penting dalam memilih program MBA di AS adalah kualitas pengajarnya. Bisa dijelaskan mengenai latar belakang para pengajar di Barney Business School?

 

J: Mayoritas dosen kami mengajar mahasiswa S1 dan MBA. Karena kita berada di era spesialiasi, kami berusaha menghadirkan staf pengajar ahli di bidang-bidang tertentu untuk membagikan pengetahuan dan bimbingan mereka ke para mahasiswa yang tertarik dengan bidang-bidang tersebut.

 

Sebagian besar dosen tetap kami memiliki gelar tertinggi di bidang mereka, jadi mereka memiliki gelar PhD di bidang yang mereka tekuni. Namun mereka umumnya memiliki latar belakang yang lebih luas.

 

Mereka pernah bekerja langsung di industri, khususnya di bidang yang mereka ajarkan. Karena itu, mereka bisa memanfaatkan koneksi mereka untuk mengundang beragam tamu ke kampus agar para mahasiswa bisa terhubung langsung ke perusahaan-perusahaan tertentu. 

 

Para pengajar kami juga masih aktif terlibat dalam pendidikan eksekutif atau kerja konsultan bagi banyak perusahaan. Jadi mahasiswa kami bisa berinteraksi dengan para pengajar yang masih terlibat dalam komunitas bisnis serta memiliki keahlian tertinggi dan pengalaman kerja ekstensif. 

 

Saat ini kami memiliki sekitar 40 pengajar tetap. Jumlah ini memungkinkan kami untuk mengajarkan segala aspek bisnis dan manajemen secara lengkap dan menjaga agar tiap pengajar tetap mengenal satu sama lain dengan baik.

 

Kami tak hanya menginginkan lingkungan kolaboratif bagi mahasiswa kami, namun juga untuk pengajar dan staf kami. Jadi bisa dikatakan kami memiliki budaya kolaboratif di Barney Business School.

 

T: Perusahaan apa saja yang saat ini harus diamati oleh para mahasiswa MBA dengan seksama?

 

Pertama-tama, kamu mungkin perlu mengamati Apple Inc. sebagai contoh ideal perusahaan yang terus menghadirkan inovasi yang menghubungkan teknologi dan estetika. Perusahaan ini bisa mengidentifikasi jenis-jenis teknologi baru yang mereka butuhkan dan mengaplikasikan teknologi tersebut ke dalam produk yang bisa dinikmati oleh para pelanggan mereka. Jadi Apple adalah perusahaan yang sangat baik untuk diamati bagi kamu yang tertarik dengan inovasi properti.

 

General Electric juga perlu diamati karena perusahaan ini telah memiliki standar tinggi dalam proses bisnis selama puluhan tahun. Banyak hal kontemporer yang kami ajarkan - seperti manajemen proyek, manajemen rantai pasok, dan Six Sigma - adalah konsep yang terlahir atau diasah di General Electric. Perusahaan ini bangga memiliki sistem proses terbaik dalam manajemen organisasi besar dan kompleks selama puluhan tahun.

 

Perusahaan lain yang juga patut diamati calon mahasiswa kami adalah Nissan - salah satu perusahaan manufaktur otomotif global terbaik. Dalam dekade terakhir, mereka berhasil menyegarkan branding dan proses pengembangan produk mereka, serta meningkatkan identitas visual mereka. Karena itu, mereka sukses mengembangkan pasar mereka di AS dan di tingkat global.

 

***

 

Sudah menemukan jawaban dari pertanyaanmu dalam artikel ini? Kamu juga bisa membaca panduan lengkap untuk kuliah di Amerika Serikat & info kuliah bisnis di luar negeri yang disusun oleh tim kami. Dengan begitu, persiapanmu pasti makin matang untuk menjalani studi di salah satu universitas di Amerika Serikat jurusan bisnis.

 

Bila kamu masih bingung memilih tempat kuliah, coba gunakan alat Pencari Jurusan kami yang bisa menemukan jurusan bisnis dan universitas terbaik di AS yang paling cocok untukmu. Alat ini juga bisa membantumu menemukan mencari tempat kuliah murah bidang bisnis di Amerika Serikat, lho!

 

Jika kamu butuh bantuan pendanaan, Hotcourses Indonesia punya direktori beasiswa kuliah ke luar negeri yang wajib kamu kulik.

 

Jangan lupa untuk follow semua kanal media sosial Hotcourses Indonesia untuk mendapatkan berita pendidikan internasional terbaru dan informasi terkini dari berbagai universitas unggulan di Amerika Serikat!

 

Mau tanya-tanya soal tempat kuliah bisnis yang bagus di Amerika Serikat? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP yang siap membantu mewujudkan mimpimu untuk kuliah bisnis di AS!

 

Daftar sekarang untuk konsultasi GRATIS ​

 

BACA JUGA:

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Amerika'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Amerika Serikat dalam satu buku digital praktis.