Informasi penting
Study abroad: Before you leave

SERUNYA PENGALAMAN OSPEK KAMPUS DI LUAR NEGERI

SERUNYA PENGALAMAN OSPEK KAMPUS DI LUAR NEGERI

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) merupakan tahap kehidupan yang dilalui oleh siswa transisi SMA menuju kuliah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan kehidupan almamater serta sistem akademik kepada siswa baru. 

 

Memulai kuliah di luar negeri terkadang menimbulkan banyak kecemasan karena semua yang tidak diketahui– "Apa jurusan saya yang harus diambil? Apakah saya akan mendapat teman? Bagaimana saya akan menemukan semua kelas saya? Siapa yang saya tanyakan jika saya memiliki pertanyaan?" dan pertanyaan lainnya.

 

 

 

Ospek dirancang untuk memandu siswa dalam menjawab semua pertanyaan diatas. 

 

Sebelum memulai perkuliahan, siswa diberikan gambaran tentang dunia lengkap kehidupan universitas, dari akademisi hingga kegiatan sosial, melalui periode hari yang disebut orientasi atau ospek.

 

Format orientasi bervariasi mulai dari program satu hari hingga seminggu kegiatan acara. Namun, terlepas dari sifat program, tiga tujuan harus ada di semua program orientasi: 1) memperkenalkan siswa pada kehidupan kampus; 2) menyesuaikan siswa dengan lingkungan barunya; dan 3) memberikan kesempatan kepada universitas untuk bertemu dengan anggota komunitas terbaru. Biasanya poin nomor 3 berhubungan dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).

 

 

 

Pengantar Kehidupan Kampus

 

Memperkenalkan siswa pada kehidupan kampus membutuhkan penyajian dan proses selengkap mungkin dari semua yang ditawarkan universitas. Oleh karena itu, kegiatan akademik maupun ekstrakurikuler harus masuk agenda ospek. Selama ospek, kamu akan diintegrasikan secara sosial ke dalam budaya perguruan tinggi yang sangat berbeda dengan SMA. 

 

Ospek di universitas luar negeri juga berfokus pada kegiatan sosial, karena hal ini yang dapat cepat membantu akulturasi budaya. Kegiatan sosial dapat mencakup pesta, permainan, konser, dan nongkrong bareng. Kamu juga dapat belajar tentang berbagai organisasi kemahasiswaan di mana. Program orientasi tidak hanya sekedar kesenangan dan permainan, karena kuliah lebih dari sekedar kesenangan dan permainan. Aspek sosial memang memainkan peran penting dalam pengalaman perguruan tinggi seseorang, pentingnya akademisi tidak boleh diabaikan.

 



 

Belajar Akrab dengan Lingkungan Baru

 

Aspek kedua dari peran ospek adalah membiasakan kamu dengan lingkungan baru. Setelah pindah ke lingkungan baru, idealnya kamu membutuhkan beberapa hari untuk mempelajari cara di sekitar lingkungan baru.Ospek hendaknya memungkinkan siswa mendapatkan tempat di rumah baru. Bagi sebagian siswa, masuk perguruan tinggi adalah pertama kalinya mereka jauh dari rumah, jadi orientasi harus memberi mereka waktu untuk mengenal lingkungan baru mereka. Siswa baru harus bertemu teman sekamar mereka dan menemukan ruang kelas mereka. 

 

Melalui tur berpemandu, peta kampus, atau bahkan waktu untuk sekedar berjalan-jalan, ospek memberikan jalan yang aman bagi kamu mahasiswa baru untuk menemukan tempat di sekitar kampus. Cobalah untuk pindah jauh sebelum kalender akademik dimulai. Dengan pindah ke kampus sebelum kelas dimulai, kamu dapat mempelajari segala sesuatu dan tidak tampak terlalu ‘katro’ pada saat tahun akademik dimulai. 


 

Perbedaan dengan di Indonesia

 

Berbeda dengan universitas pada umumnya di Indonesia yang mewajibkan ospek, universitas di luar negeri justru tak mewajibkan mahasiswa baru ikut ospek. Bahkan, mahasiswa baru yang tidak mengikuti ospek pun tidak akan diberikan hukuman. 

 

Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ospek di luar negeri ini biasanya diadakan untuk memberikan berbagai informasi seputar kampus. Jadi, alih-alih kena omelan kakak tingkat karena tak ikut ospek, di luar negeri kamu justru akan sangat merugi karena kehilangan banyak informasi yang dibutuhkan.

 

Bagaimana suasana masa ospek di luar negeri?

 

Amerika Serikat - Ospek Penuh Diskusi

 

Ospek di Amerika Serikat akan membuat para mahasiswa baru belajar mencintai kampus dan almamater kampusnya. Senior memupuk rasa idealisme dan minat dengan memberikan diskusi berupa ilmu keuangan, konsultasi, kasus pelecehan seksual, dan ilmu tentang minuman alkohol.

 

Selain itu, mahasiswa baru akan dibuat secara berkelompok untuk berdiskusi mengenai isu terkini. Esensi kegiatan ospek di USA yaitu agar mahasiswa baru saling mengenal satu sama lain agar kompak dan akrab. Setelah ospek, para senior berkenalan dengan junior melalui ajang olahraga seperti basket dan bowling.

 

Jepang - Ospek Penuh Diskusi

 

Jepang memiliki ospek bernuansa positif di banyak kampusnya. Kegiatan ospek di Jepang mengutamakan hubungan erat antara senior dan juniornya. Salah satu yang menonjol dari kegiatan ospek di Jepang adalah di mana para senior justru “melayani” mahasiswa baru dan menjadi pendamping mereka selama mereka beradaptasi dengan lingkungan kampus. 

 

Para senior ini nantinya akan memberikan informasi apapun pada junior tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan di kampus. Dengan cara ini, mahasiswa baru akan lebih menghargai senior. Begitu pula sebaliknya, para senior pun akan lebih akrab dan memiliki empati pada para mahasiswa baru.

 

Inggris - Induction Week

 

Ospek di Inggris disebut juga dengan induction week. Seminggu sebelum mahasiswa baru berdatangan, kampus-kampus bersolek dan pamflet warna-warni berisi ucapan selamat datang mulai dipasang di sekitaran kampus.  Berbagai kegiatan mewarnai kemeriahan ospek di sini, mulai dari tur keliling kampus, pameran kegiatan ekstrakurikuler, daftar ulang, pengenalan pustaka, konser musik, hingga welcome dinner party yang menjadi penutup ospek. 

 

Uniknya, kegiatan ospek ini tidak diwajibkan. Mahasiswa baru bisa saja tidak datang dan dibolehkan mendaftar ulang secara online. Meskipun demikian, kegiatan ospek ini selalu menjadi momen terfavorit mahasiswa baru.

 

 

 

Baca juga:

8 MATA KULIAH UNIK DI UNIVERSITY OF WESTERN AUSTRALIA

3 BIDANG STUDI TERPOPULER DI IRLANDIA

Wajib dibaca