Gelar Master atau S2 Itu Penting Gak Sih?

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Study abroad: Prospek Karir

Gelar Master Itu Penting Gak Sih?

Seiring perkembangan jaman, tentu saja ada perubahan dalam permintaan dari pasaran kerja. Apakah gelar master atau S2 itu wajib dimilki jika kita ingin mendapatkan pekerjaan?

12.1K
GELAR MASTER ITU PENTING GAK SIH?

Mungkin kamu sering mendengar keluhan seperti ini: “Kalo cuma lulusan S1 mah susah cari kerja. Harus ngambil Master (S2) soalnya kan lulusan S1 banyak sekali. Gimana bersaing?” Benarkah begitu? Sebenarnya mencari kerja di jaman sekarang tidak mutlak diperlukan gelar Master, tapi tergantung juga dengan bidang karir yang Anda pilih. Jadi Master itu penting gak? Ulasan di bawah ini mungkin bisa memberikan gambaran.

 

Graduate Employment Statistics | Career Services | Mississippi College

 

Untuk mengambil program Master (S2) biasanya dibutuhkan tambahan 1 tahun jika Anda mengambil program full time. Menambah waktu kuliah berarti menambah biaya kuliah dan biaya hidup. Banyak yang tidak melanjutkan ke program Master karena masih ragu apakah tambahan waktu dan biaya tersebut pantas dengan hasil yang diperoleh? Karena tidak jarang juga ternyata yang punya gelar Master gajinya gak beda-beda jauh dengan lulusan S1.

 

 

Menurut data statistik di tahun 2019, lebih dari 175,000 orang lulusan S1 berhasil mendapatkan pekerjaan tingkat profesional tanpa gelar Master. Para lulusan muda (umur 21-24) yang biasanya langsung mengambil program Master begitu menyelesaikan S1, sama susahnya mendapatkan kerja dengan para lulusan Master. Jadi, apakah tidak perlu mengambil Gelar Master?

 

Ternyata memang tidak ada jawaban yang pasti. Semua tergantung dengan bidang kuliah dan bidang karir yang Anda cari. Jika kamu ingin berkarir di bidang sains dan teknik yang lebih spesifik, maka memang gelar Master akan membuatmu lebih dipertimbangkan perusahaan ketimbang yang lulusan S1.

 

5 Artis Lulusan S2 Luar Negeri: Nggak Cuma Jago Akting tapi Berotak Pintar! - MataMata.com

 

Begitu juga dengan karir di bidang layanan sosial, tata kota, humas, psikologi, konservasi, kepustakaan, museum, meteorologi, penerjemah dan penelitian. Jadi jika Anda berencana meniti karir di bidang-bidang tersebut, Anda mungkin perlu mempertimbangkan gelar MPhys, MChem, MEng, atau gelar Master lain yang relevan.  

 

Tetapi untuk bidang karir seperti seni dan sains umum, biasanya tidak mutlak dibutuhkan Master of Arts (MA) atau Master of Science (MSc) untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan ada juga lulusan Master ternyata diperlakukan sama dengan lulusan S1. Untuk kasus demikian, semua tergantung tenaga kerja yang dicari perusahaan atau institusi yang bersangkutan.

 

MA: Full Form, Courses, Admission Process, Subjects, Fees, Career Options | Careers360

 

Jadi sebenarnya memang ada baiknya mulai meneliti tentang pasaran kerja sebelum memulai kuliah, dan harus senantiasa mengikuti perkembangan terbaru mengenai kebutuhan industri dan pasaran kerja. Pendek kata, jangan berpikir yang penting kuliah dulu, tamat baru cari kerja. Akan tetapi, kamu harus menyesuaikan bidang kuliahmu dengan pekerjaan yang kamu inginkan nanti. 

 

 

 

Baca juga:

TIPS SUKSES KULIAH S2 DI STANFORD ALA MAUDY AYUNDA

DAFTAR GELAR MASTER YANG PALING MUDAH MENDAPATKAN PEKERJAAN

Wajib dibaca

article Img

Masihkah Kuliah di Luar Negeri Menguntungkan? Ini 10 Alasan Kenapa Jawabannya Masih: IYA!

Di tengah mahalnya biaya hidup dan makin ketatnya aturan imigrasi di beberapa negara, banyak orang mulai bertanya-tanya: “Masih relevan tidak, sih, kuliah di luar negeri?” Mungkin kamu juga termasuk yang sedang galau soal ini. Wajar kok, mempertimbangkan ulang mimpi itu di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.   Tapi coba tahan dulu keraguanmu. Sebab kalau kamu lihat lebih dalam, kuliah di luar negeri itu bukan sekadar mengejar

61.6K