Mengenal Jurusan AI (Artificial Intelligence) Serta Prospek Kerjanya

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Study abroad: Prospek Karir

Mengenal Jurusan AI (Artificial Intelligence) Serta Prospek Kerjanya

Yuk cari tahu lebih banyak tentang jurusan AI dan prospeknya yang menjanjikan di masa depan di artikel ini!

13.5K
jurusan AI dan prospek kerjanya

Kamu pasti tidak asing dengan pro dan kontra mengenai Artificial Intelligence (AI) atau yang dikenal dengan Kecerdasan Buatan di dalam bahasa Indonesia. Saat ini AI sudah banyak digunakan dalam kehidupan manusia untuk berbagai keperluan. Terlepas dari pro dan kontra mengenai AI, namun tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi ini semakin banyak ditemui di dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan tren meningkatnya penggunaan AI di berbagai bidang, apakah hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap ahli AI di masa depan akan semakin tinggi? Yuk cari tahu lebih banyak tentang jurusan AI dan prospeknya yang menjanjikan di masa depan di artikel ini!

 


Daftar Isi

 

 

 

Apa itu Artificial Intelligence (AI)?

 

 

 

 

Kecerdasan Buatan (AI) adalah aplikasi dari perkembangan teknologi  yang memungkinkan mesin atau komputer untuk berpikir dan menyelesaikan masalah layaknya manusia. Bagi orang awam, AI mungkin terasa rumit. Pada dasarnya, AI bekerja dengan cara mempelajari pola dan membuat prediksi seperti yang dilakukan manusia.

 

Maraknya penerapan AI dalam kehidupan manusia saat ini disebabkan karena perkembangan algoritma machine learning, pemrosesan bahasa alami, dan teknologi penunjang yang saat ini sudah memungkinkan para ahli untuk membuat AI yang rumit dan canggih.

 

Saat ini, teknologi AI ini dijalankan secara mandiri atau dipadukan dengan teknologi lain untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Salah satu penerapan AI yang kita temui sehari-hari adalah sistem GPS pada smartphone yang membantu kita untuk membaca peta dan menemukan jalan mencapai suatu tempat. Tentunya masih banyak lagi contoh penerapan AI dalam kehidupan manusia. 

 

 

Prospek dan Peluang Kerja Lulusan Artificial Intelligence (AI)

 

 

 

 

 

 

Seiring dengan perkembangan AI, maka kebutuhan akan ahli di bidang ini akan terus bertambah kedepannya. Prospek kerja untuk lulusan jurusan AI diperkirakan akan semakin bertambah dari tahun ke tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah lowongan kerja yang mencari ahli di bidang ini meningkat hingga 32 persen.

 

Tingginya kebutuhan akan ahli AI ini disebabkan karena saat ini semakin banyak perusahaan besar yang menyadari pentingnya menerapkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung proses bisnis mereka. Padahal, ahli di bidang ini belumlah banyak. Dengan kondisi yang seperti itu, tidak berlebihan jika menyebut jurusan AI sebagai salah satu jurusan dengan peluang kerja terbaik di era ini.

 

Selain peluang kerjanya yang besar, lulusan di bidang AI juga berpeluang mendapatkan penghasilan tinggi. Menurut Springboard, seorang yang bekerja di bidang AI bisa mendapatkan rata-rata penghasilan tahunan diatas USD $100.000. Angka ini jauh di atas rata-rata penghasilan pekerjaan lainnya. 

 

Berikut ini adalah peluang karir dan potensi penghasilan yang bisa diperoleh ahli di bidang AI sesuai dengan profesinya sebagaimana dilansir oleh situs Nexford University:

 

  • Insinyur Pembelajaran Mesin (Machine Learning Engineer)

​Merencanakan, membangun, dan menerapkan model pembelajaran mesin untuk menganalisis data besar dan membuat prediksi. Gaji rata-rata: $109,143 (sekitar Rp 1,56 miliar) per tahun.

 

  • Insinyur AI (AI Engineer)

Mengembangkan dan menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI), termasuk membangun model dan algoritma AI, mengoptimalkan kinerja AI, dan berkolaborasi dengan tim lain. Gaji rata-rata: $160,757 (sekitar Rp 2,3 miliar) per tahun.

 

  • Insinyur Penglihatan Komputer (Computer Vision Engineer) 

Menggabungkan pembelajaran mesin dan pendekatan computer vision untuk membantu komputer memahami dan menginterpretasi data visual. Gaji rata-rata: $168,803 (sekitar Rp 2,4 miliar) per tahun. (Perhatikan: gaji ini mungkin lebih tinggi dibanding data lainnya karena ketersediaan talent yang terbatas)

 

  • Peneliti Sains AI (AI Research Scientist)

Mengajukan pertanyaan baru dan kreatif yang dapat dijawab oleh AI, serta mengembangkan teknologi AI baru yang dapat dimanfaatkan bisnis. Gaji rata-rata: $115,443 (sekitar Rp 1,65 miliar) per tahun.

 

  • Manajer Pengembangan Bisnis AI (AI Business Development Manager)

​Mencari peluang bisnis baru dan merumuskan rencana untuk mengembangkan perusahaan di bidang AI. Gaji rata-rata: $196,491 (sekitar Rp 2,8 miliar) per tahun. (Perhatikan: gaji ini mungkin lebih tinggi dibanding data lainnya karena keahlian kombinasi bisnis dan AI).

 

  • Konsultan AI (AI Consultant)

Memberikan saran kepada bisnis tentang bagaimana menerapkan AI dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan pendapatan. Gaji rata-rata: $124,843 (sekitar Rp 1,8 miliar) per tahun.

 

 

Apa yang Dipelajari di Jurusan AI?

 

 

 

 

Pada dasarnya, AI adalah salah satu cabang ilmu dan aplikasi dari ilmu komputer. Maka tidak heran jika mahasiswa jurusan AI juga akan banyak mempelajari mata kuliah yang program ilmu komputer seperti dasar-dasar sistem komputer, matematika, algoritma, hingga bahasa pemrograman (coding). Berikut ini adalah beberapa mata kuliah yang dipelajari di jurusan AI:

 

Kurikulum Program Undergraduate (S1)

 

Di tahun pertama kamu kuliah, kamu akan mendapat beberapa mata kuliah tentang prinsip dasar di bidang AI seperti berikut: 

  • Bahasa Manusia dan Logika

  • Prinsip-Prinsip Algoritma

  • Landasan Teknik Rekayasa Perangkat Lunak

  • Matematika

  • Teori Komputasi

  • Pemrograman

  • Pengembangan Aplikasi

  • Landasan Kecerdasan Buatan

​

Seiring kemajuan studi kamu, kamu akan mendapatkan beberapa mata kuliah lanjutan seperti berikut:

  • Pemrograman Sistem

  • Rekayasa Perangkat Lunak

  • Keamanan Jaringan

  • Basis Data

  • Bahasa Pemrograman Beragam

​

Di tahun ketiga studi, sebagian besar universitas akan memberikan kesempatan untuk memilih area spesialisasi di bidang AI yang diminati. Beberapa modul pilihan yang mungkin ditawarkan meliputi:

  • Pembelajaran Mesin (Machine Learning)

  • Penglihatan Komputer (Computer Vision)

  • Pemrograman Lanjutan

  • Antarmuka Manusia-Komputer (Human-Computer Interfaces)

  • Jaringan Profesional

  • Grafis Lanjutan

 

 

Kurikulum Program Magister (S2)

 

Jika saat ini kamu sudah memiliki gelar sarjana di bidang komputer atau sejenis dan ingin melanjutkan ke program S2 AI, kamu akan mempelajari satu area spesifik.  Program S2 di bidang AI biasanya memadukan modul inti dan pilihan, serta dilengkapi dengan proyek kelompok dan disertasi penelitian.  

 

Kemungkinan besar akan ada penilaian dan ujian berbasis laboratorium.  Beberapa area yang mungkin akan kamu temui di program S2 ini antara lain: 

  • Kecerdasan Buatan Simbolik

  • Praktik Rekayasa Perangkat Lunak

  • Etika dan Privasi dalam Kecerdasan Buatan

  • Pemrograman Probabilistik

  • Teknik Performa

  • Komputasi Kuantum

  • Logika dan Pembelajaran

  • Representasi Pengetahuan

  • Penambangan Data (Data Mining)

  • Cryptocurrency

  • Pengenalan Pola (Pattern Recognition)

 

 

Kenapa Kuliah AI di Luar Negeri?

 

 

 

Untuk menjadi ahli di bidang AI, kamu bisa mengambil gelar sarjana di bidang Artificial Intelligence. Perlu dicatat bahwa saat ini belum banyak universitas di Indonesia yang membuka program studi spesifik tentang AI. Oleh karena itu, mempertimbangkan kuliah di luar negeri bisa menjadi pilihan tepat untuk membuka peluang kamu untuk menjadi ahli AI. 

 

Di luar negeri, tersedia berbagai program studi AI yang lebih beragam dan komprehensif, memungkinkan Anda untuk mendapatkan bekal ilmu yang lebih mendalam dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang kompetitif. Selain itu, pengalaman kuliah di luar negeri juga membuatmu mendapat berkesempatan besar untuk bisa mendapat pekerjaan di luar negeri nantinya.

 

 

Persyaratan Pendaftaran Kuliah AI di Luar Negeri

 

Syarat Pendaftaran S1 Jurusan AI

 

Untuk bisa diterima di program studi AI, ada beberapa kriteria yang perlu kamu penuhi. Persyaratan masuk biasanya meliputi:

  • Memiliki tinggi di mata pelajaran matematika atau sains fisika

  • Rata-rata nilai akademis yang tinggi (misalnya SAT minimal 1,100 atau GPA minimal 2.3)

  • Minimal 32 poin untuk International Baccalaureate Diploma

  • Skor IELTS minimal 6.5 (tanpa subtes di bawah 6.0) atau tes setara lainnya untuk program berbahasa Inggris

 

Syarat Pendaftaran S2 Jurusan AI

 

Jika kamu saat ini sedang mempertimbangkan untuk kuliah S2 jurusan AI di luar negeri, kamu perlu memastikan apakah kamu sudah memenuhi kriteria untuk mendaftar jurusan tersebut, yakni:

  • Memiliki gelar sarjana di bidang terkait seperti matematika, ilmu komputer, sains fisika, atau teknik, maka Anda bisa melanjutkan ke jenjang master di bidang AI.

  • Lulus S1 dengan predikat Upper-Second (2:1) atau setara dengan IPK 3,3 

 

 

 

 

Universitas yang Memiliki Program AI

 

Berikut ini adalah daftar universitas unggulan di dunia yang memiliki program studi AI serta peringkat dunianya menurut QS WUR 2024:

 

​

 

Penutup

 

Dunia AI masih akan terus berkembang dalam waktu yang cukup lama. Dengan demikian,  peluang untuk bisa memperoleh karir cemerlang sekaligus gaji besar masih terbuka lebar bagi praktisi di bidang ini. Oleh karena itu, jurusan AI sangat layak dipertimbangkan sebagai pilihan studi, khususnya untuk kamu yang juga bercita-cita kerja di luar negeri setelah lulus kuliah.

 
 
Ingin kuliah jurusan Artificial Intelligence di luar negeri? Yuk awali perjalanan study abroad-mu dengan konsultasi GRATIS bersama konselor kami!
 
 

Wajib dibaca

article Img

Masihkah Kuliah di Luar Negeri Menguntungkan? Ini 10 Alasan Kenapa Jawabannya Masih: IYA!

Di tengah mahalnya biaya hidup dan makin ketatnya aturan imigrasi di beberapa negara, banyak orang mulai bertanya-tanya: “Masih relevan tidak, sih, kuliah di luar negeri?” Mungkin kamu juga termasuk yang sedang galau soal ini. Wajar kok, mempertimbangkan ulang mimpi itu di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.   Tapi coba tahan dulu keraguanmu. Sebab kalau kamu lihat lebih dalam, kuliah di luar negeri itu bukan sekadar mengejar

61.7K