Kenapa tes TOEFL dan IELTS penting untuk kuliah ke luar negeri?

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
KULIAH DI LUAR NEGERI : Pendaftaran Universitas - Wajib dibaca

Mengapa TOEFL dan IELTS Penting untuk Kuliah ke Luar Negeri?

Kenapa hampir semua universitas di luar negeri mengharuskan adanya hasil tes IELTS dan TOEFL? Cari tahu jawabannya disini.

69.9K
share image

Mungkin banyak yang bertanya, kuliah ke luar negeri kan bukan untuk belajar Bahasa Inggris, kenapa sih harus dapat nilai bagus di TOEFL atau IELTS biar bisa diterima di univesitas luar negeri?

 
 

Biasanya standar persyaratan masuk untuk diterima masuk ke universitas luar negeri adalah TOEFL dengan skor minimal 550 (paper based) atau IELTS dengan skor minimal 6.0. Nilai minimal yang diminta bisa lebih tinggi lagi jika kamu ingin mengambil jurusan-jurusan seperti kedokteran, sastra dan hukum.

 

Selain itu bukan hanya nilai total yang dilihat. Setiap komponen tes, seperti listening, reading, speaking dan writing juga dipertimbangkan!

 

Mengapa perlu menunjukkan kelancaran berbahasa Inggris kita kepada universitas? Yuk simak 3 alasan ini:

 

Mengapa Harus Punya Tes TOEFL/IELTS?

1. Bahasa pengantar utama yang dipergunakan: Bahasa Inggris

 

 

1. Bahasa pengantar utama yang dipergunakan: Bahasa Inggris

 

 

 

 

Jika kuliah di luar negeri, sudah pasti bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Inggris, termasuk buku-buku pelajaran, mengerjakan tugas dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jika tingkat kemampuan Bahasa Inggris kamu tidak cukup fasih dalam setiap komponen mendengar, memahami bacaan, percakapan dan menulis, bagaimana bisa mengikuti perkuliahan dengan baik?

 

Selama mengikuti kelas perkuliahan, kemampuan mendengar sangatlah penting. Untuk mengerjakan tugas, kemampuan pemahaman bacaan dan menulis sangatlah diperlukan, karena untuk menyelesaikan tugas, kamu perlu mencari bahan pendukung dari buku pelajaran, artikel atau materi lainnya, kemudian menuangkan ide dan argumen kamu dalam Bahasa Inggris tertulis.

 

Begitu juga sewaktu mengikuti kelas tutorial, dimana para mahasiswa akan berinteraksi dengan dosen. Baik untuk tanya jawab atau diskusi. Saat ini kemampuan mendengarkan dan berbicara tentunya sangat penting. Jika tidak mengerti pertanyaan, tentu saja tidak bisa menjawab. Jika mengerti pertanyaan tetapi tidak bisa mengungkapkan jawaban dalam Bahasa Inggris dengan baik, tentu saja akan mempengaruhi nilai.

 

2. Mempersingkat waktu kuliah

 

 

 

 

Persyaratan mendaftar kuliah terbagi dua, yaitu: persyaratan akademis (misalnya transkrip nilai SMU, STTB) dan persyaratan berbahasa Inggris.

 

Jika kamu memenuhi persyaratan akademis, tetapi tidak memenuhi persyaratan Bahasa Inggris, kamu masih akan diterima masuk ke universitas, tetapi harus mengikuti kelas foundation yang pada umumnya berlangsung selama 1 tahun. Sehingga kamu membutuhkan waktu 4 tahun (1 tahun foundation dan 3 tahun gelar sarjana).

 

Untuk mengikuti kelas foundation ini tentu saja selain biaya kuliah juga akan menghabiskan biaya hidup. Jadi, jika kamu telah memiliki hasil ujian TOEFL atau IELTS yang bagus saat mendaftar kuliah, otomatis kamu bisa menghemat biaya kuliah dan biaya hidup selama setahun.

 

 

3. Untuk keperluan bersosialisasi

 

 

 

 

Kuliah di luar negeri berarti kamu akan tinggal disana, dan tidak terlepas dari kehidupan bermasyarakat. Bayangkan jika kamu mempunyai masalah dalam mendengar dan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, tentu akan sangat susah bukan? Jika kamu ke negara yang bisa berbahasa Melayu seperti Malaysia, mungkin tidak akan terlalu menghadapi kesulitan disaat berkomunikasi di sana. Tetapi jika kamu kuliah ke negara yang berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama seperti Amerika, Australia atau Inggris, tentunya kamu akan mengalami kesulitan yang sangat besar.

 

Dari ketiga alasan di atas, bisa dibayangkan betapa pentingnya menguasai Bahasa Inggris secara menyeluruh (baik dari mendengar, berbicara, memahami bacaan dan menulis) sebelum memutuskan untuk kuliah ke luar negeri. Karena akan sangat mempengaruhi kelancaran akademis dan kehidupan sosial kamu disana.

 

Jadi, jangan ragu untuk ikut tes IELTS atau TOEFL ya kalau mau kuliah di luar negeri!

 

 

Awali perjalanan menuju sukses studi di luar negeri dengan IELTS! Ikuti tes dan les persiapan IELTS lengkap di IDP Indonesia. Booking sekarang dan siapkan dirimu untuk meraih skor gemilang dengan meng-click tautan ini.

 

*Artikel ini diedit dan diperbaharui oleh Eky Ilmastuti pada 11 Juli 2023

Wajib dibaca

article Img

Bagaimana Cara Mendaftar Kuliah S1 di Luar Negeri? Syarat, Dokumen, dan Tips Persiapan

Apa Saja Persyaratan Masuk Kuliah S1 di Luar Negeri? Persyaratan masuk kuliah S1 di luar negeri biasanya mencakup: Bukti kemampuan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL). Dokumen akademis (ijazah, transkrip, CV, personal statement, portofolio, surat rekomendasi). Dokumen pendukung (paspor, bukti keuangan, visa pelajar). Setiap universitas dan negara punya standar berbeda, jadi pastikan kamu cek persyaratan spesifik

219.4K
article Img

Apa Saja Pertanyaan Penting Saat Pendaftaran Universitas Luar Negeri ke Konsultan Pendidikan?

Pertanyaan Apa yang Harus Diajukan Saat Daftar Universitas Luar Negeri? Saat mendaftar kuliah ke luar negeri lewat konsultan pendidikan, ada 20 pertanyaan penting yang wajib kamu tanyakan—mulai dari kapan harus daftar, dokumen apa yang diperlukan, biaya kuliah & beasiswa, hingga prospek kerja setelah lulus. Dengan menanyakan hal-hal ini, kamu bisa memastikan jurusan, universitas, dan rencana studimu sesuai kebutuhan.   Mendaftar

199K