-
Program sandwich course di Inggris adalah program kuliah di jenjang sarjana dan pascasarjana dengan komponen penempatan kerja full time yang biasanya berlangsung selama 9 hingga 12 bulan
-
Ada dua jenis sandwich course: thick sandwich course (program dengan 1 penempatan kerja berdurasi panjang) dan thin sandwich course (program dengan 2 penempatan kerja yang durasinya lebih pendek)
-
Mahasiswa program sandwich course harus mengajukan lamaran penempatan kerja secara mandiri dengan dukungan dari universitas. Namun ada beberapa penempatan kerja yang bersifat wajib dan telah diatur sebelumnya oleh pihak universitas
-
Sebagian besar penempatan kerja memberi gaji dan tunjangan untuk mahasiswa program sandwich course
-
Selama menjalani penempatan kerja selama 1 tahun (sandwich year), mahasiswa tetap membayar biaya kuliah dengan nominal yang jauh lebih rendah dibanding biaya kuliah reguler. Besaran biaya kuliah di sandwich year ini umumnya sama untuk pelajar internasional dan domestik
-
Mengambil program kuliah sandwich course di Inggris bisa membantumu mengasah berbagai keterampilan profesional dan membuat CV-mu lebih menonjol di bursa kerja. Kedua hal ini akan mempermudah proses mencari kerja setelah kelulusan
Sebagai salah satu destinasi studi terbaik di dunia, Inggris pastinya menawarkan berbagai program dan gelar kuliah menarik untuk para pelajar internasional di sana. Namun ada 1 jenis program khusus yang wajib kamu pertimbangkan jika kamu ingin meningkatkan prospek kerjamu di Inggris: Sandwich Course.
Ets, jangan salah mengira kalau sandwich course ini adalah program kuliah kuliner khusus roti isi, ya! Sandwich course adalah program yang memadukan perkuliahan dengan pengalaman kerja nyata untuk mengasah keterampilan kerja dan memperluas jaringan agar para lulusannya bisa lebih unggul di bursa kerja.
Kalau kamu penasaran tentang sandwich course di Inggris, langsung saja kulik penjelasan dari tim IDP hotcourses Indonesia di bawah ini.
-
Apakah Semua Sandwich Course di Inggris Durasi Penempatan Kerjanya Seragam?
-
Apakah Mahasiswa Program Sandwich Course Mendapatkan Gaji Selama Mengikuti Penempatan Kerja?
-
Apakah Ada Sandwich Course yang Penempatan Kerjanya Tidak Berbayar?
-
Apakah Mahasiswa Harus Tetap Membayar Uang Kuliah Selama Menjalani Penempatan Kerja?
-
Apakah Pihak Universitas Memberi Dukungan Dalam Proses Pencarian Penempatan Kerja?
Apa itu Sandwich Course?
Dalam dunia pendidikan tinggi Inggris, sandwich course adalah program kuliah yang melibatkan full time work placement (penempatan kerja purnawaktu) selama setahun di industri yang relevan dengan jurusan kuliah yang diambil oleh mahasiswa.
Sebagai contoh, mahasiswa jurusan teknik yang mengambil sandwich course bisa bekerja setahun di perusahaan konstruksi atau desain. Mahasiswa jurusan bisnis dapat bergabung dengan tim pemasaran atau keuangan di perusahaan-perusahaan terkemuka, sementara mahasiswa ilmu komputer bisa bekerja sebagai pengembang perangkat lunak atau analis data.
Nama sandwich atau roti isi digunakan karena penempatan kerja setahun ini umumnya diselipkan antar tahun perkuliahan, seperti isian dalam dua potong roti. Waktu setahun yang dihabiskan untuk penempatan kerja ini biasanya dijuluki "Sandwich Year". Menariknya, program seperti ternyata ini punya nama yang berbeda di negara-negara lain.
Dalam sistem pendidikan Amerika Serikat dan Kanada, sandwich course lebih dikenal dengan nama co-op program. Sementara istilah yang digunakan di Australia adalah work-integrated learning (pembelajaran terintegrasi kerja). Ada juga beberapa negara yang menggunakan istilah industrial placement (penempatan industri) atau internship year (tahun magang).
Semua program di atas punya ide serupa, yaitu menggabungkan studi dan pengalaman kerja nyata. Program pengalaman kerja seperti ini memberi mahasiswa kesempatan untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di dunia nyata.
Selama masa penempatan kerja, mahasiswa program sandwich course biasanya akan menerima gaji dan memiliki kewajiban kerja full time yang sama dengan karyawan tetap. Selain penempatan kerja di Inggris, terbuka juga opsi untuk mengikuti program penempatan kerja di negara-negara lain melalui Turing Scheme. Skema ini adalah program pemerintah Inggris yang mendukung para mahasiswa di universitas-universitas di Inggris untuk bekerja atau belajar di luar negeri.
Selain di jenjang bachelor (S1), sandwich course juga tersedia di jenjang postgraduate (pascasarjana). Sebagian besar sandwich course di jenjang S1 di Inggris berlangsung selama empat tahun dan penempatan kerjanya dilaksanakan pada tahun ketiga.
Pada tingkat pascasarjana, sandwich course sering disebut '1+1 programmes' di Inggris. Program ini memadukan satu tahun studi akademis dan satu tahun penempatan kerja, sehingga lulusannya bisa lulus dengan gelar master (S2) dan pengalaman kerja nyata di industri yang sesuai.
Sandwich course tidak hanya 'mempercantik' CV-mu, karena program ini juga terbukti bisa meningkatkan prospek gajimu. Menurut laporan terbaru dari TASO (The Centre for Transforming Access and Student Outcomes in Higher Education), ternyata gaji lulusan program sandwich course lebih tinggi dibanding lulusan program-program lainnya. Selisihnya bahkan bisa mencapai GBP6.000/tahun!
Dari penjelasan di atas, sudah jelas kalau sandwich course adalah jalur praktis dan terpercaya untuk meningkatkan prospek gaji dan kesiapan kerja mahasiswa. Jadi sandwich course adalah pilihan ideal untuk kamu yang serius ingin bekerja di Inggris.
Apakah Semua Sandwich Course di Inggris Durasi Penempatan Kerjanya Seragam?
Tiap sandwich course memiliki struktur tersendiri, termasuk untuk durasi penempatan kerjanya. Khusus di Inggris, sandwich course biasanya terbagi menjadi dua jenis: thick sandwich course dan thin sandwich course. Perbedaan utamanya terletak pada durasi dan pengaturan penempatan kerja selama masa studi.
|
|
Thick Sandwich Course |
Thin Sandwich Course |
|
Durasi penempatan kerja |
Program thick sandwich course hanya memiliki 1 penempatan kerja full time yang umumnya berdurasi 9 atau 12 bulan.
Karena durasi penempatan kerjanya yang panjang, program ini diumpamakan seperti roti dengan isian yang tebal (thick sandwich) |
Program thin sandwich course melibatkan dua penempatan kerja singkat, masing-masing sekitar 3 - 6 bulan, yang disebar selama masa studi.
Berhubung durasi penempatan kerjanya lebih pendek. program ini diumpamakan seperti roti dengan isian yang tipis (thin sandwich) |
|
Waktu penempatan kerja |
Penempatan kerja di thick sandwich course biasanya dilakukan antara tahun kedua dan tahun terakhir sehingga akan menambah durasi perkuliahan.
Jadi perkuliahan S1 di Inggris yang biasanya menghabiskan 3 tahun akan menjadi 4 tahun jika kamu mengambil sandwich course. |
Penempatan kerja dilakukan sesuai kurikulum tiap program. Biasanya dibagi menjadi 1 penempatan kerja di tahun kedua dan 1 penempatan kerja di tahun terakhir perkuliahan.
Pembagian penempatan kerja seperti ini tidak terlalu populer, namun masih sering digunakan di berbagai bidang studi kreatif atau program vokasi. |
|
Contoh program |
Para mahasiswa Fakultas Seni dan Sains di universitas ini bisa mengikuti penempatan kerja selama 12 bulan di antara tahun kedua dan tahun keempat perkuliahan. Pada tahun keempat, mereka kembali ke universitas untuk menyelesaikan perkuliahan mereka dan mengumpulkan dua proyek akademis yang menghubungkan pengalaman magang dan studi akademis mereka.
Mahasiswa S1 di Fakultas Komputasi dan Ilmu Matematika di universitas ini dianjurkan untuk mengikuti program penempatan kerja selama 9 bulan atau 12 bulan. Penempatan kerja ini dilaksanakan antara tahun kedua dan tahun terakhir perkuliahan. |
1. Brunel University of London Para mahasiswa Brunel University of London bisa mengambil program thin sandwich course di berbagai jurusan kuliah, termasuk Antropologi, Psikologi, Sosiologi, serta Komunikasi dan Media, untuk memperoleh pengalaman di berbagai lingkungan kerja.
Para mahasiswa S1 Bisnis di University of Bath menjalani dua penempatan kerja yang masing-masing berdurasi enam bulan. Penempatan kerja pertama dilakukan di tahun kedua dan penempatan kerja berikutnya dilakukan tahun ketiga. Hal ini dirancang untuk memberi para mahasiswa pengalaman kerja di dua industri yang berbeda. |
Apakah Mahasiswa Program Sandwich Course Mendapatkan Gaji Selama Mengikuti Penempatan Kerja?
Penempatan kerja dalam sandwich course umumnya memberikan gaji kepada mahasiswa, terutama di sektor-sektor seperti teknik, teknologi, keuangan, dan bisnis. Gaji bulanan yang diberikan biasanya setara dengan gaji fresh graduate lokal dan cukup untuk biaya hidup selama 1 tahun.
Sebagian besar mahasiswa yang mengikuti penempatan kerja di sandwich year akan menerima benefit yang sama dengan karyawan tetap, seperti tunjangan kesejahteraan, cuti berbayar, akses ke pelatihan, dan diskon karyawan.
Menurut info terbaru dari situs Glassdoor, penghasilan yang biasanya diperoleh mahasiswa sandwich course di Inggris adalah sebagai berikut:
Jurusan teknik: GBP16.000-22.000/tahun
Jurusan keuangan: GBP19.000-42.000/tahun
Jurusan pemasaran digital: GBP22.000-49.000/tahun
Jurusan analisis data: GBP22.000-39.000/tahun
Jurusan-jurusan lainnya: GBP17.000-23.000/tahun
Besaran gaji ini tentunya tergantung pada posisi, jenis kantor, industri, dan lokasi. Misalnya, penempatan kerja di London kemungkinan besar akan menawarkan gaji yang lebih tinggi dibanding penempatan kerja di kota lain di Inggris yang biaya hidupnya lebih rendah.
Apakah ada Sandwich Course yang Penempatan Kerjanya Tidak Berbayar?
Meskipun mayoritas mahasiswa sandwich course mendapatkan bayaran, ada sebagian kecil pemberi kerja yang tidak memberi gaji ke mahasiswa sandwich course.
Berdasarkan hukum Inggris, penempatan kerja yang menjadi bagian wajib program perkuliahan dan durasinya tidak lebih dari 12 bulan tidak perlu mengikuti standar upah minimum nasional. Akibatnya, beberapa pemberi kerja menawarkan penempatan kerja dan magang di Inggris tanpa bayaran atau dengan bayaran rendah, terutama di sektor-sektor seperti seni kreatif, media, dan layanan kesehatan.
Meskipun penempatan kerja tanpa bayaran tidak dilarang hukum, universitas-universitas Inggris tetap berupaya keras untuk memastikan mahasiswa mendapatkan kompensasi yang sesuai. Karena itu, tiap mahasiswa sandwich course wajib memeriksa rincian tawaran penempatan kerja untuk memahami jumlah kompensasi yang akan didapatkan.
Kalau ternyata penempatan kerja yang kamu inginkan tidak memberi gaji, kamu tetap harus mempertimbangkan apakah penempatan ini bisa memberi pengalaman dan koneksi yang berpengaruh untuk rencana kariermu.
Pastikan kamu memahami semua manfaat yang akan kamu dapatkan dari penempatan kerjamu. Kalau kamu masih ragu, coba diskusikan dengan tim layanan karier di universitasmu.
Apakah Mahasiswa Harus Tetap Membayar Uang Kuliah Selama Menjalani Penempatan Kerja?
Selama kamu masih terdaftar sebagai mahasiswa di universitasmu, maka kamu tetap perlu membayar uang kuliah selama sandwich year (tahun yang digunakan untuk penempatan kerja). Untungnya, biayanya jauh lebih rendah dibanding biaya perkuliahan reguler.
Besaran uang kuliah untuk sandwich year di sebagian besar universitas Inggris biasanya tak sampai 10% dari uang kuliah perkuliahan reguler. Kamu perlu membayar biaya ini untuk mengakses berbagai layanan universitas, termasuk perpustakaan, dukungan karier, perangkat pembelajaran daring, dan layanan kesejahteraan. Biaya ini juga mendanai kunjungan rutin tim pengawas ke tempat kerjamu.
Asyiknya, banyak universitas di Inggris mengenakan biaya sandwich year yang sama untuk mahasiswa domestik dan internasional. Sebagai contoh, Kingston University hanya menagih uang kuliah sebesar GBP1.575/tahun dari semua mahasiswa pascasarjana yang tengah menjalani sandwich year. Sementara di University of Plymouth, semua mahasiswa pascasarjana yang menjalani sandwich year hanya perlu membayar 20% dari biaya perkuliahan reguler.
Perlu diingat bahwa jumlah biaya kuliah saat sandwich year akan bervariasi tergantung pada program studi dan universitas. Jadi pastikan kamu sudah mendiskusikan masalah ini dengan pihak universitas sebelum kamu mendaftar.
Apakah Pihak Universitas Memberi Dukungan Dalam Proses Pencarian Penempatan Kerja?
Tiap mahasiswa program sandwich course di Inggris diharapkan bisa melamar penempatan kerja secara mandiri. Walaupun begitu, pihak universitas akan memberikan banyak bantuan sepanjang prosesnya. Dukungan ini bisa berupa lokakarya pembuatan CV dan pelatihan wawancara, konsultasi karier individual, seminar, dan akses ke jaringan bursa kerja.
Khusus untuk jurusan-jurusan kuliah yang memang wajib memiliki komponen penempatan kerja, seperti jurusan pendidikan dan kedokteran, biasanya penempatan kerjanya sudah diatur oleh universitas.
Beberapa universitas di Inggris juga memiliki tim khusus untuk penempatan kerja. Tim ini bisa membantu mencari lowongan yang cocok, mendampingi dalam proses lamaran kerja, dan memberi dukungan berkelanjutan setelah penempatan kerjamu dimulai.
Untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai dukungan dari universitas, periksa rincian program sandwich course yang kamu incar dengan seksama dan hubungi layanan penempatan kerja universitas pilihanmu sebelum mendaftar.
Apa Saja Manfaat Sandwich Course?
Kalau kamu berorientasi pada karier dan ingin meraih pengalaman kerja nyata, program sandwich course adalah pilihan ideal karena bisa meningkatkan prospek kariermu pasca kelulusan. Berikut adalah beberapa manfaat dari program ini:
1. Mendapatkan pengalaman praktik kerja
Kamu akan memasuki lingkungan kerja nyata untuk mempraktikkan hal-hal yang telah kamu pelajari di perkuliahan dan juga memperoleh keterampilan baru.
2. Meningkatkan prospek kerja setelah kelulusan
Para lulusan yang telah menjalani penempatan kerja 1 tahun biasanya lebih cepat mendapatkan kerja. Bahkan beberapa ada yang mendapatkan tawaran dari tempat penempatan kerja mereka.
3. Memahami jalur karier yang cocok
Para mahasiswa sandwich course bisa mencoba bekerja di industri-industri tertentu tanpa komitmen jangka panjang. Dengan begitu, mereka bisa memahami profesi serta industri apa yang cocok dan tidak cocok untuk mereka.
4. Mengembangkan keterampilan kerja esensial
Saat menjalani sandwich year, kamu akan mengasah berbagai keterampilan kerja esensial, seperti kemampuan bekerja dalam tim, manajemen waktu, komunikasi, dan pemecahan masalah. Semua keterampilan ini akan membuatmu lebih menonjol dibanding para pencari kerja lain.
5. Mendapatkan penghasilan sambil kuliah.
Selain menerima pendapatan tambahan dari gajimu saat menjalani sandwich year, kamu juga akan mulai belajar mandiri secara finansial.
6. Meningkatkan kepercayaan diri
Dengan bekerja bersama para sosok profesional dan menghadapi tantangan nyata di dunia kerja, kamu akan membangun kepercayaan diri dan belajar beradaptasi dalam lingkungan profesional.
7. Membangun koneksi di industri incaranmu
Saat menjalani sandwich year, kamu akan bertemu orang-orang penting di industri incaranmu yang bisa menawarkan bimbingan, referensi, dan peluang kerja di masa mendatang.
Singkatnya, program sandwich course akan membantumu lebih siap memasuki dunia kerja.
Penutup
Jika kamu ingin meningkatkan peluang kerja pasca kelulusan dan mendapatkan pengalaman profesional saat kuliah di Inggris, program sandwich course adalah pilihan terbaik untukmu. Program ini membuka kesempatan untuk mencicipi jalur karier impianmu, membangun koneksi di industri incaranmu, dan mengembangkan berbagai keterampilan kerja esensial.
Kalau kamu ingin mencari sandwich course yang pas untukmu, coba deh ngobrol dulu dengan konselor IDP Hotcourses Indonesia. Tim konselor kami bisa membantumu menemukan sandwich course di Inggris yang sesuai dengan rencana studi dan kariermu serta anggaranmu.
Selain itu, kamu akan terus didampingi selama proses pendaftaran hingga kamu diterima. Semuanya ini bisa kamu dapatkan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun alias GRATIS!
Langsung saja klik banner di bawah ini untuk mengambil langkah awal dalam mewujudkan cita-citamu kuliah di Inggris.
Artikel ini disusun oleh Tim Editorial IDP Hotcourses Indonesia, yang berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menyediakan informasi pendidikan global dan panduan kuliah ke luar negeri untuk mahasiswa Indonesia.