Cerita Pelajar Indonesia di Inggris - Nooraini Indrana

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Inggris: Pendaftaran Universitas

Cerita Pelajar Indonesia di Inggris - Nooraini Indrana

Simak wawancara Hotcourses Indonesia dengan pelajar indonesia yang berkuliah di London, Inggris, Nooraini Indrana.

share image

Hotcourses Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan wawancara dengan pelajar Indonesia di London, Inggris yang sempat menjadi kontributor juga untuk situs kami di tahun 2014 lalu. Yuk, simak pengalaman Nooraini Indrana dalam menjalanai studi di jurusan International Relations (Hubungan Intenrasional) di Inggris!

 

Nama Pelajar: Nooraini Indrana

Negara asal: Indonesia

Program kuliah: International Relations

Universitas: The London College UCK

 

T. Apa alasan Anda memilih jurusan dan universitas di atas?

Keputusan untuk belajar HI sudah saya miliki dari masa SMP. Saya sering mengikuti berita seputar isu internasional dan menaruh minat pada hubungan antar negara. Saya datang ke Inggris bersama keluarga sekitar 3 tahun yang lalu. Kebetulan ayah saya dikirim untuk bertugas di London, dan saya bersyukur bisa ikut. Biaya kuliah dan lokasi menjadi dua alasan saya dalam memilih college tersebut.
 


T. Kenapa memilih Inggris sebagai tujuan kuliah Anda?
Seiring dengan penempatan ayah saya di London, saya juga berpikir untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan menempuh pendidikan tinggi ke Inggris.

 


T. Apa yang Anda rasakan pada bulan pertama Anda tinggal di luar negeri?
Senang tentunya. Tidak sabar untuk mulai kehidupan sekolah/kuliah dan membuat teman-teman baru. Saya sering menghabiskan waktu berada di luar, mengunjungi tempat-tempat bersejarah di London, membiasakan diri berkeliling kota dengan transportasi umum dan mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat multikultural.

 


T. Bantuan seperti apakah yang universitas berikan untuk penyesuaian diri Anda di minggu-minggu pertama kuliah?
Pertama kali tiba, saya mendaftarkan diri dengan sebuah kolese di pusat kota untuk mengambil program foundation (pra-sarjana). Karena kolese tidak terlalu besar, acara sosial untuk penyesuaian diri siswa tidak ada (hanya induction week, perkenalan guru & program), tetapi karena kehangatan suasana dan ramahnya guru dan teman-teman baru saya, dengan cepat saya langsung merasa nyaman. 

 


T. Anda tinggal di mana dan bagaimana Anda bisa menemukan akomodasi yang sesuai?
Saya tinggal bersama keluarga. Karena itu saya tidak mengalami masa-masa pencarian akomodasi seperti banyak teman saya yang lain. Umumnya mereka cari tahu lewat universitas/kolese atau teman yang sudah berada di Inggris.

 


T. Bagaimana cara Anda dapat membaur dengan kehidupan sosial universitas?
Kolese saya kecil dan jarang mengadakan acara sosial atau sejenisnya. Tetapi dengan ukurannya yang tidak besar, pertemanan diantara mahasiswa terasa lebih hangat dan karena itu kami sering bepergian setelah kelas-kelas dan menikmati hiruk-pikuknya Notting Hill (lokasi kampus, yang memang terkenal trendy).

 


T. Apakah Anda mengalami culture shock  saat tiba di Inggris?
Saya cukup terkejut dengan jumlah minuman keras yang dikonsumsi orang Inggris saat mereka bepergian malam, dan juga kecepatan mereka berjalan! Misalnya jam pergi/pulang kantor di stasiun kereta atau aturan tidak tertulis seperti berdiri di sisi kanan saat naik escalator dan membiarkan sisi kiri untuk mereka yang terburu-buru.

 


T. Bagaimana dengan pembiayaan kuliah Anda?
Saya mendapat dukungan finansial dari keluarga, namun saya sedang mencoba untuk berani mandiri dengan membeli kebutuhan perkuliahan dan hiburan dari tabungan hasil kerja saya.

 

T. Apa rencana Anda setelah lulus?
Saya ingin mencari pengalamanan dalam bidang media atau jurnalisme. Mungkin dengan lanjut ke jenjang Master atau mencari pekerjaan yang dapat mengasah kemampuan saya nantinya.



T. Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi pada tahun pertama kuliah?
Sistem mengajar di Inggris sangat berbeda dengan di Indonesia, guru dan dosen saya di sini terkesan lebih ingin siswa ikut berkontribusi dalam kelas, berdebat ataupun sekedar berbagi pengalaman. Penulisan esai juga pada awalnya cukup sulit, selain bahasa Inggris bukanlah bahasa pertama saya, menulis untuk tujuan akademis memerlukan keterampilan tersendiri.  

 


T. Apakah ada perbedaan antara gaya pengajaran di Inggris dengan di Indonesia?
Menurut saya pihak pengajar ‘memilih’ untuk berfokus kepada siswa. Mereka tetap mengajarkan pengetahuan dasar sebuah bidang, tetapi lalu ‘mengoper’ bola pembicaraan ke siswa, berperan sebagai ‘pengawas’ dan membiarkan kita menjelajah dan mengupas permasalahan. Berbeda dengan di Indonesia yang umumnya hanya menekankan teori dan pendapat pakar kepada siswa.



T. Menurut Anda, apa hal terbaik dari kuliah di Inggris?
Inspirasi dan pengetahuan yang bisa didapat dari sekeliling kita. Saya sering mengingatkan diri bahwa ada banyak pelopor terkenal yang berasal dari negara ini, senang rasanya bisa belajar di negara asal Shakespeare atau John Locke. Karena itu juga, terdapat banyak perpustakaan umum, museum dan kesempatan pendidikan yang ditawarkan institusi atau instansi pemerintah dengan gratis atau biaya yang relatif rendah.

 


T. Apa pelajaran yang paling berharga bagi Anda sejak mulai kuliah?
Pengalaman melatih kemandirian. Sebagai mahasiswa, selain komitmen kuliah, saya sadar sudah harus mulai belajar mengatur keuangan saya sendiri. Tinggal di London memang mahal, dan keadaan itu mendorong saya untuk mencari pekerjaan part-time ‘kantoran’ pertama saya, yang hasilnya saya tabung untuk keperluan saya sendiri.

 


T. Apa saran Anda untuk siswa Indonesia lainnya yang ingin / kuliah di luar negeri?
Tinggal di luar negeri untuk pertama kalinya memang menegangkan, tetapi manfaatkan kesempatan itu! Jangan malu atau ragu-ragu untuk mencoba pengalaman baru, bertemanlah dengan orang-orang asing disekitar mu, karena itulah pengalaman kuliah di luar negeri yang sesungguhnya! 

 

Jika kamu tertarik untuk kuliah di Inggris seperti Nooraini, segera daftar konsultasi kuliah di luar negeri dengan Hotcourses Indonesia yang akan dilakukan oleh para konselor ahli dari IDP Education!

Daftar sekarang untuk konsultasi GRATIS

 

 

Study in the UK

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Inggris'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Inggris dalam satu buku digital praktis.

DOWNLOAD

Wajib dibaca

article Img

Kuliah Pascasarjana S2 dan S3 di Inggris Raya

Bagi banyak orang, kuliah pascasarjana di Inggris Raya adalah sebuah impian. Namun, sebelum kamu memulai perjalanan kuliah pascasarjana di sana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk kuliah pascasarjana di Inggris Raya, kamu perlu mempersiapkan persyaratan akademik dan bahasa Inggris, mencari program dan universitas yang tepat, serta memahami proses aplikasi dan biaya kuliah yang dibutuhkan. Berikut adalah informasi lebih detail mengenai cara kuliah

75.2K
article Img

Tips dan Contoh Menulis Personal Statement yang Baik Untuk Mendaftar S1 ke Luar Negeri!

Saat kamu ingin kuliah di luar negeri atau mengajukan beasiswa, biasanya para calon siswa akan diminta untuk menyertakan personal statement letter yaitu contoh tulisan yang biasanya hanya sekitar 2 halaman untuk menceritakan kelebihan kamu, alasan kenapa memilih jurusan yang kamu pilih, ketertarikan terhadap riset, tujuan dan kontribusi apa saja yang akan kamu lakukan ketika melamar ke universitas yang kamu inginkan. Personal statement juga dapat

42K
article Img

IELTS - Tes Kemahiran Berbahasa Inggris untuk Kuliah di Inggris

Jika ingin belajar di Inggris atau negara berbahasa Inggris lainnya, kamu perlu membuktikan kemampuan dalam memahami dan berkomunikasi dengan bahasa Inggris sebelum memulai kuliah. Hotcourses sadar akan kepentingan tes IELTS, dan kali ini kami akan memberitakan semua informasi yang perlu kamu ketahui mengenai tes IELTS yang untuk beberapa pelajar Indonesia terdengar 'menakutkan'.   Ada banyak universitas di luar negeri yang mengisyaratkan kamu

23.4K