Transfer kuliah dari Diploma 3 (D3) ke Sarjana (S1) di luar negeri adalah proses yang memungkinkan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka di universitas internasional. Proses ini menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan global, memperluas jaringan mereka, dan meningkatkan prospek karir di masa depan. Buat kamu yang berencana untuk transfer kuliah dari D3 ke S1 di luar negeri, yuk, simak pengalaman Sabila Mazaya atau yang akrab dipanggil Bella ketika melanjutkan kuliah di Leeds Beckett University.
Apa yang dibahas dalam artikel ini?
-
Bagaimana cara Transfer Kuliah D3 ke S1 di Leeds Beckett University
-
Rencana Masa Depan Bella Setelah Kuliah dan Berkarir di Luar Negeri
-
Tips Untuk Pelajar Indonesia Yang Ingin Kuliah Transfer ke Inggris
Mengenal Bella, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Inggris
Sebelum memutuskan untuk kuliah di Inggris, tadinya Bella kuliah di LaSalle College Jakarta mengambil program D3 untuk jurusan Computer Graphics & Multimedia atau yang sekarang menjadi Digital Media Design. Waktu itu Bella memilih untuk kuliah D3 karena kesibukan dan kegiatannya yang padat hingga berencana untuk langsung kerja setelah lulus kuliah. Namun seiring berjalannya waktu, Bella kemudian beride untuk melanjutkan S1 agar bisa menambah pengalaman. “Gak cuma ijazahnya aja, ya. Aku pengen banget nambah pengalaman kerja, especially pengalaman kerja di luar negeri. Tapi bingung gimana caranya menembus dunia kerja internasional tanpa ijazah luar negeri”, ungkapnya.
Awalnya, Bella tidak tahu jika sebenarnya memungkinkan untuk para pelajar mengambil program ekstensi dari D3 untuk lanjut S1 di luar negeri. Akhirnya Bella memutuskan untuk berkonsultasi dengan agen konsultan pendidikan, mereka menyarankan untuk mendaftar S1 melalui UCAS karena Bella memilih untuk kuliah di Inggris. UCAS (Universities and Colleges Admissions Service) sendiri adalah organisasi pusat di Inggris yang mengelola aplikasi online untuk hampir semua kursus sarjana. Jika kamu ingin melanjutkan pendidikan di universitas atau college di Inggris, kamu akan melewati proses aplikasi dengan UCAS.
Mengapa memilih Leeds Beckett University?
Sejak awal Bella memang tertarik dengan budaya Inggris dan suasana kota-kota di Eropa. Walau belum pernah menginjakan kaki di Inggris sebelumnya, namun Bella mantap memilih Inggris sebagai destinasi tujuan studi karena antusiasnya untuk mempelajari bahasa Inggris dari tempatnya langsung. Apalagi kualitas pendidikan di Inggris yang bisa dibilang jadi salah satu negara yang memiliki mutu pendidikan terbaik dunia.
Jadi ketika mengunjungi salah satu event pendidikan, Bella pun bertemu dengan berbagai representatif dari beberapa universitas terbaik di Inggris dan pada akhirnya wanita yang kini telah berkarir di London ini mendapatkan informasi jika Leeds Beckett University memiliki program ekstensi D3 ke S1 hanya dengan waktu 1 tahun saja. Selain karena mutu pendidikan di kampus tersebut yang berkualitas, salah satu alasan Bella memilih untuk kuliah di Leeds adalah karena biaya hidup yang lebih rendah dibanding kota lain di Inggris, karena Leeds memang terkenal sebagai kota pelajar. Apalagi ketika itu, Bella mendapat tawaran early bird discount yakni potongan biaya pendaftaran untuk pelajar yang mendaftar lebih dulu. Karena tidak banyak beasiswa yang tersedia untuk transfer kuliah D3 ke S1, penawaran dari Leeds Beckett University bisa dibilang sangat membantu agar biaya kuliah jadi lebih ekonomis.
Leeds Beckett University juga memiliki fasilitas pendidikan yang sangat menunjang kebutuhan para mahasiswanya. Belum lagi pengajar yang memang berasal dari praktisi terbaik di bidangnya.
Bagaimana cara Transfer Kuliah D3 ke S1 di Leeds Beckett University
Proses kuliah di luar negeri memang bisa dibilang tidak mudah. Karena pelajar harus menyiapkan beberapa dokumen pendukung sebagai syarat pengajuan pendaftaran. Walau begitu, dokumen yang perlu disiapkan untuk transfer kuliah D3 ke S1 di Inggris ternyata tidak jauh berbeda dengan ketika mendaftar di awal tahun ajaran. Berikut beberapa dokumen yang perlu kamu siapkan untuk mendaftar:
1. Transkrip Akademik
Transkrip akademik resmi dari program D3 kampus di Indonesia yang menunjukkan mata kuliah yang telah diambil dan nilai yang diperoleh. Untuk menilai kinerja akademik sebelumnya dan menentukan kredit yang mungkin dapat ditransfer.
2. Ijazah atau Sertifikat Kelulusan
Untuk membuktikan bahwa kamu telah menyelesaikan program D3 di negara asal
3. Bukti Kemampuan Bahasa Inggris
Skor tes kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS atau TOEFL, yang memenuhi persyaratan minimum universitas. Untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris kamu sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh universitas.
4. Pernyataan Pribadi (Personal Statement)
Esai yang menjelaskan alasan memilih jurusan, universitas, dan tujuan akademik serta karir kamu. Untuk memberikan gambaran kepada penerimaan universitas tentang diri kamu, motivasi, dan alasan memilih program tersebut. Serta menggambarkan bahwa kamu layak untuk diterima di tahun terakhir perkuliahan di universitas tersebut. Bella menyarankan untuk mempelajari pola penulisan Personal Statement yang baik karena ini menjadi salah satu kunci universitas menerima aplikasi yang masuk.
5. Surat Rekomendasi
Surat dari dosen atau pengajar yang mengenal kamu secara akademik atau profesional. Yang bertujuan untuk memberikan penilaian eksternal tentang kemampuan akademik dan potensi kamu.
6. Portofolio (untuk Jurusan Tertentu)
Biasanya untuk jurusan seperti desain, arsitektur, seni, dan sejenisnya, universitas akan meminta portofolio untuk menunjukkan bakat dan keterampilan praktis kamu di bidang terkait.
7. Curriculum Vitae (CV) atau Resume
Ringkasan pengalaman pendidikan, pengalaman kerja, dan keahlian. Untuk memberikan gambaran komprehensif tentang latar belakang pendidikan dan profesional kamu.
8. Formulir Aplikasi dan Bukti Pembayaran
Formulir aplikasi yang telah diisi lengkap, baik dalam bentuk fisik maupun online, sesuai dengan ketentuan universitas serta bukti pembayaran biaya aplikasi yang biasanya diperlukan oleh beberapa universitas.
Penting untuk memeriksa secara langsung dengan universitas atau melalui UCAS tentang dokumen spesifik yang diperlukan, karena persyaratan bisa bervariasi tergantung pada program dan universitas. Pastikan semua dokumen disiapkan dengan baik dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah bersertifikat, jika diperlukan. Memulai persiapan dokumen ini jauh-jauh hari akan membantu memastikan bahwa aplikasi kamu lengkap dan tepat waktu. Dalam sesi wawancaranya Bella juga menyebutkan, bahwa kehadiran konsultan pendidikan sangat membantu pelajar untuk mendaftar kuliah karena mereka akan memberikan informasi dokumen apa saja yang diperlukan lalu pelajar tinggal menyiapkannya dan memberikan dokumen tersebut pada konsultan pendidikan mereka untuk dibantu proses pendaftarannya.
Adaptasi Selama Kuliah di Inggris
Salah satu tantangan untuk mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri adalah beradaptasi dengan negara tujuan studi mereka. Hal ini juga yang Bella rasakan ketika kuliah. Meskipun mengambil program studi S1 yang berbau design, creative, advertising, dan sejenisnya, namun di tahun terakhir ini mahasiswa perlu membuat tugas akhir serupa dengan disertasi. Mahasiswa diharuskan menyiapkan bahan presentasi yang akan dijabarkan di depan dosen dari universitas lain yang akan menilai presentasi tersebut. Dalam proses ini, mahasiswa harus menyiapkan presentasi yang didasari oleh hasil riset yang detail yang menjabarkan dunia desain serta bisnis dan marketing yang digabung jadi satu. Jadi walau mahasiswa mengambil program studi praktik, namun mereka juga dituntut untuk paham untuk mengimplementasikannya dalam dunia bisnis, project management, serta analisa. Jadi apapun ilmu yang kamu pelajari, kamu akan diarahkan untuk bagaimana mengemas kemampuan tersebut menjadi sesuatu yang bisa dijual ke masyarakat dan membentuk mahasiswa agar lebih siap untuk memasuki dunia kerja.
Terdengar cukup berat? Tenang aja, HotCrazers! Di kampus akan diajarin kok gimana cara membuat itu semua. Dari mulai cara mencari sumber informasi akademik yang bermutu dan terpercaya, hingga cara membuat laporan yang baik dan anti-plagiarisme. Kampus juga menyediakan fasilitas yang menunjang mahasiswanya untuk belajar, lho. Seperti Leeds Beckett University memiliki perpustakaan yang bisa diakses 24 jam oleh mahasiswa untuk mengerjakan tugas kapanpun dan dosen pengajar yang suportif.
Pengalaman menarik lain ketika beradaptasi selama kuliah yang juga Bella rasakan adalah tentang bahasa dan komunikasi. Bella mengaku bahwa sebelum berangkat kuliah, ia sudah menguasai bahasa Inggris fluently, namun ketika bertemu dengan penduduk lokal yang memakai aksen Yorkshire, Bella menemukan teman-temannya harus beradaptasi dengan cara bicara warga setempat yang cepat dan aksen yang tebal. Banyak mahasiswa lain yang cukup merasa kesulitan dalam hal komunikasi ini. Walaupun sama-sama berbahasa Inggris, namun kamu perlu mengingat bahwa aksen di tiap daerah bisa jadi berbeda-beda apalagi Leeds bukanlah kota besar seperti London ataupun Manchester.
Untuk Bella sendiri, culture shock yang dirasakan adalah ia harus beradaptasi dengan mengurus semua kebutuhan hidup sendiri karena tinggal jauh dari keluarga. Dari mulai ketika sakit, memasak sendiri, urusan kampus dan universitas, apapun harus dilakukan sendiri. Kemandirian memang ditempa banget nih kalau kita mau kuliah di luar negeri! Belum lagi di Leeds banyak orang bepergian dengan jalan kaki. “Gak bisa tuh cuma duduk manis, naik taksi atau ojol. Jadinya sekarang aku bisa jalan kaki 20 - 40 menit. It’s nothing for me!” gurau Bella sambil tertawa.
Pengalaman Karir Pasca-Studi
Kini Bella memutuskan untuk menetap di London dan bekerja disana. Memang pencarian kerja di negara manapun tentu perlu perjuangan sendiri, ya, HotCrazers.
Setelah lulus dari Leeds Beckett University, Bella sempat mengikuti Graduate Trainee di salah satu perusahaan Inggris di Indonesia, ini adalah sesi untuk para fresh graduate sebelum memasuki Management Trainee. Ibaratnya seperti magang nih, HotCrazers! Disini Bella mendapat banyak ilmu tentang dunia industri advertising sebelum akhirnya mendapat tawaran pekerjaan lagi di tempat lain sebagai Creative Associate Art Director dan menangani klien dari Asia Tenggara. Di perusahaan ini Bella menjadi konseptor TVC, branding sebuah produk dan lainnya, “Kuncinya adalah jangan pernah nyerah untuk apply terus dan cari apply yang cocok buat kamu,”
Pengalaman karir Bella gak cuma sampai disitu, dengan ijazah Leeds Beckett University nya Bella ingin mengembangkan karir internasional dengan cara melamar ke Singapura dan masuk Graduate Trainee lagi di Wilmar yang memiliki produk-produk internasional. Di perusahaan ini Bella sempat meniti karir selama 4 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Inggris dan berkarir disana hingga sekarang. Gak cuma kerja aja nih, di Inggris Bella juga memanfaatkan waktunya untuk lanjut kuliah S2 di Imperial College London. Ketika itu Bella melamar pekerjaan berbarengan dengan mendaftar masuk kuliah, hingga akhirnya ia mendapat kesempatan untuk bekerja part-time di IDP Connect setelah mengajukan aplikasi ke lowongan pekerjaan.
Dengan pengalaman karir ini membuat Bella menyadari bahwa dengan kuliah di luar negeri, sangat membuka jalan para pelajar yang ingin memiliki karir internasional. Apalagi kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya dan karakter sudah terasah ketika kuliah di luar negeri yang biasanya akan bertemu dengan teman-teman yang datang dari latar belakang berbeda.
Kemampuan Yang Berkembang Ketika Kuliah di Luar Negeri
Kuliah di luar negeri tentu akan memberikan banyak perubahan pada diri seorang pelajar, karena setiap hari akan ada banyak kemampuan yang ditempa baik itu soft skill maupun hard skill yang akan berguna di dunia kerja. Misalnya saja kalau dalam pengalaman Bella, ia jadi bisa mudah beradaptasi dengan lingkungan multikultural. Selain itu Bella jadi terdorong untuk memperluas kemampuan bahasa asing dengan mempelajari bahasa Jepang dan Persia. Memiliki beberapa kemampuan bahasa asing akan menjadi nilai tambah, lho, jika kamu ingin berkarir di luar negeri.
Dengan kuliah dan berkarir di luar negeri, pelajar juga akan lebih terbuka wawasannya seputar bidang pekerjaan yang dituju. Seperti Bella yang mendapat banyak ilmu tentang bagaimana advertising di pasar global yang tentunya memiliki strategi yang berbeda dengan perusahaan yang ada di negara asal. “Dengan menangani berbagai regional market aku jadi memahami berbagai situasi, ya. Ini diajarin di kampus juga, kita harus paham latar belakang berbagai negara, menurut aku ini tuh insightfull banget, ya. Apalagi kita harus berteman dan memiliki tim dari seluruh dunia. Jadi terbiasa untuk cross culture and language colaboration,” ungkap Bella bersemangat.
Para pengajar di universitas memang sangat suportif dan mendorong mahasiswanya untuk mempersiapkan diri dalam karir internasional. Bagaimana cara melihat target pasar global, mendorong mahasiswa untuk ikut lomba skala internasional, aktif mengikuti berbagai konferensi dan lain sebagainya. Jadi mahasiswa disana juga terbiasa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan memiliki target serta tujuan prospek karir seperti apa yang ingin diraih setelah lulus kuliah.
Selain itu tentu kemandirian dan kemampuan bertahan hidup akan sangat diuji ketika kuliah dan berkarir di luar negeri. Karena dengan kondisi jauh dari keluarga, membuat kita harus bertahan dengan diri sendiri serta bagaimana cara membuat planning financial yang baik.
Rencana Masa Depan Bella Setelah Kuliah dan Berkarir di Luar Negeri
Setelah menempuh pendidikan dan berkarir di luar negeri, Bella juga memiliki impian yang ingin diwujudkan. Impian itu adalah memiliki bisnis sendiri yang bisa menghubungkan ide kreatif antara Indonesia dan Inggris yang mungkin bisa disatukan dalam sebuah side project. Bella melihat masih banyak potensi yang bisa digali dalam dunia bisnis antara Indonesia dan Inggris. Karena banyak orang Indonesia yang berbakat di Inggris jadi peluang untuk mengembangkan karir disini sangat baik.
Di Inggris memang gak terlalu banyak komunitas Indonesia, diaspora Indonesia bisa menemukan teman sesama orang Indonesia di Inggris dengan mencari komunitas di KBRI atau dengan bergabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Hal ini memang sangat membantu pelajar Indonesia dalam beradaptasi, namun kembangkan juga jejaring pertemanan ke komunitas dari negara lain. Ini akan menjadi bekal untuk berkarir di luar negeri juga, lho.
Tips Untuk Pelajar Indonesia Yang Ingin Kuliah Transfer ke Inggris
Dari perbincangan dengan Bella, udah jelas banget nih kalau semua pelajar Indonesia memiliki kesempatan yang sangat terbuka untuk kuliah dan berkarir di luar negeri. Gak perlu ragu walau kamu masih lulusan D3 karena ternyata bisa banget untuk melanjutkan S1 ke luar negeri terutama ke Inggris. Negara yang menjadi impian banyak pelajar Indonesia. Apalagi kamu bisa mencari konsultan pendidikan terpercaya untuk membantu mempersiapkan dokumen yang diperlukan dan pendampingan selama proses aplikasi.
Jika kamu ingin mengikuti jejak Bella, ada beberapa tips yang bisa Bella share nih ke HotCrazers semua!
-
Persiapkan diri untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dan mengikuti IELTS tes. Karena ini pasti menjadi salah satu syarat pendaftaran.
-
Riset jurusan yang kamu mau, jangan sampai kuliah di luar negeri tapi belum tahu mau ambil jurusan apa. Karena ini akan berpengaruh pada jenjang karir yang akan kamu bangun nanti. Riset jurusan yang cocok untuk kamu, baru setelah itu cari universitas yang menyediakan jurusan itu. Untuk ini kamu bisa banget pakai fitur Pencari Jurusan di situs Hotcourses Indonesia, lho!
-
Cari kesempatan beasiswa atau potongan biaya kuliah. Untuk pelajar D3 yang ingin kuliah S1 di Inggris gak perlu takut, karena banyak beasiswa yang diberikan oleh universitas untuk mahasiswa internasional. Jadi jangan bosan untuk mencari tahu ke berbagai universitas beasiswa apa saja yang tersedia disana.
-
Minta bantuan kepada konsultan pendidikan jadi salah satu cara memudahkan pelajar Indonesia untuk kuliah di luar negeri. Tidak perlu khawatir dengan biaya, karena layanan yang diberikan bisa diakses gratis lho! Pelajar hanya perlu membawa data, kualifikasi, transkrip nilai, lalu datang langsung ke kantornya untuk ngobrol dan diskusi bareng mencari universitas dan program apa yang cocok.
-
Datang ke pameran pendidikan yang tersedia di kota mu, karena disini akan datang representatif dari universitas yang datang dan bisa kamu tanya selengkapnya untuk mempercepat proses pencarian.
Wah, menarik banget ya pengalaman Bella selama kuliah dan kerja di luar negeri! Ternyata prosesnya gak seribet itu, lho. Untuk kamu yang ingin mulai mempersiapkan diri kuliah di luar negeri, jangan ragu untuk langsung konsultasi di website Hotcourses Indonesia, ya! Semua layanan kami bisa kamu akses gratis, lho. Yuk, mulai konsultasi mu disini.