Kamu berencana mengambil kuliah jurusan akuntansi dan berharap bisa berkarir di luar negeri setelah lulus? Ternyata, impian itu bukanlah hal yang mustahil! Menjadi akuntan di luar negeri adalah salah satu pilihan karir yang menjanjikan dengan banyak peluang, terutama di masa depan.
Lalu, bagaimana caranya untuk bisa berkarir sebagai akuntan di luar negeri? Artikel ini akan menguraikan alasan mengapa kuliah akuntansi di luar negeri bisa menjadi langkah yang tepat bagi kamu.
Banyak Negara Maju yang Kekurangan Akuntan
Banyak negara maju, seperti Amerika Serikat, kekurangan akuntan. Data menunjukkan lebih dari 340.000 akuntan telah meninggalkan profesinya dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan penurunan jumlah akuntan aktif hingga 17%.
Selain itu, jumlah lulusan akuntansi juga mengalami penurunan yang signifikan. Berdasarkan laporan AICPA 2023 Trends Report, jumlah lulusan akuntansi menurun hingga 7,4% pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang merupakan penurunan terbesar dalam hampir tiga dekade terakhir!Hal ini menciptakan peluang besar bagi lulusan akuntansi untuk mengisi posisi kosong tersebut.
Selain itu, 75% Certified Public Accountants (CPA) diperkirakan akan pensiun dalam beberapa tahun mendatang, semakin membuka banyak peluang karir di sektor akuntansi. Dengan semakin sedikitnya lulusan baru, peluang bagi kamu untuk masuk dan mengisi posisi kosong semakin terbuka lebar.
Kenapa Harus Jadi Akuntan di Luar Negeri?
Menjadi seorang akuntan di luar negeri bisa menjadi pilihan karir yang sangat menguntungkan dan stabil. Berikut beberapa alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan untuk berkarir sebagai akuntan di luar negeri:
1. Peluang Karir yang Terus Tumbuh
Di Amerika Serikat, diperkirakan akan ada sekitar 136.400 lowongan pekerjaan di bidang akuntansi dan audit setiap tahunnya antara 2021 hingga 2031, dengan pertumbuhan yang diproyeksikan mencapai 6%. Hal ini menunjukkan bahwa akuntansi adalah jalur karir yang stabil dan terus berkembang. Semakin banyak bisnis yang bermunculan di seluruh dunia, sehingga permintaan terhadap akuntan akan terus meningkat secara global.
2. Kemajuan Teknologi yang Membuka Peluang Lebih Banyak
Kemajuan teknologi akan semakin membantu mengotomatiskan banyak tugas akuntansi yang membosankan dan repetitif. Ini berarti waktu akuntan akan lebih banyak digunakan untuk pekerjaan yang lebih menantang, seperti memimpin tim, mengikuti perkembangan kebijakan pajak yang terus berubah, menangani tantangan keamanan data, dan banyak lagi. Hal ini memberikan kesempatan bagi akuntan untuk mengembangkan keterampilan baru dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
3. Peluang Karir yang Luas dan Beragam
Sebagai lulusan akuntansi, kamu dapat mengejar berbagai karir di industri ini, mulai dari akuntan pajak, auditor, akuntan proyek, akuntan forensik, hingga akuntan staf. Selain itu, masih banyak karir lain yang berkaitan dengan akuntansi, baik di sektor swasta maupun lembaga pemerintahan.
Baca juga:
Prospek Kerja Jurusan Akuntansi & Persyaratan Kuliahnya di Luar Negeri
4. Peluang Karir di Berbagai Industri
Dengan kualifikasi akuntansi, kamu juga memiliki kesempatan untuk bekerja di berbagai sektor industri lainnya. Misalnya, kamu bisa berkarir sebagai analis bisnis, bankir, pengajar matematika, jurnalis keuangan, profesor keuangan, atau penasihat keuangan. Jika kamu tertarik dengan dunia kewirausahaan, kamu bahkan bisa memulai bisnis sendiri menggunakan keterampilan akuntansi.
Berapa Gaji Lulusan Akuntansi di Luar Negeri?
Lulusan akuntansi terkenal memiliki rata-rata gaji yang lebih tinggi dibandingkan lulusan jurusan lainnya. Hal ini juga berlaku di luar negeri. Berikut ini adalah gambaran rata-rata gaji lulusan akuntansi yang bekerja sebagai akuntan di Inggris (UK), Kanada, Irlandia, Australia dan New Zealand:
Berikut adalah tabel yang menunjukkan besaran gaji akuntan di beberapa negara populer:
|
Negara |
Gaji Rata-rata |
Posisi Entry-Level |
Posisi Paling Berpengalaman |
|
Australia |
AUD 95,000 per tahun |
Mulai dari AUD 80,000 per tahun |
Bisa mencapai AUD 118,720 per tahun |
|
Inggris |
£36,000 per tahun |
Mulai dari £28,500 per tahun |
Bisa mencapai £50,000 per tahun |
|
New Zealand |
NZD 92,500 per tahun |
Mulai dari NZD 75,000 per tahun |
Bisa mencapai NZD 110,000 per tahun |
|
Kanada |
CAD 58,500 per tahun |
Mulai dari CAD 48,101 per tahun |
Bisa mencapai CAD 79,462 per tahun |
|
Irlandia |
€57,500 per tahun |
Mulai dari €46,955 per tahun |
Bisa mencapai €71,105 per tahun |
Bagaimana Cara Menjadi Akuntan di Luar Negeri?
1. Australia
Untuk menjadi akuntan di Australia, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyelesaikan studi di level Bachelor of Accounting atau Bachelor of Business (Accounting) selama 3 tahun di universitas terakreditasi.
Jika kamu adalah lulusan jurusan lain yang baru tertarik untuk menekuni profesi sebagai akuntan, kamu disarankan untuk mengambil program Master of Professional Accounting yang memakan waktu 2 tahun. Gelar di jenjang magister ini akan menjadi bekal bagimu untuk berkarir sebagai akuntan profesional.
Setelah lulus, kamu perlu mengikuti sertifikasi agar dapat menjalankan tugas sebagai akuntan. Oleh sebab itu, kamu perlu mengambil program sertifikasi Certified Practising Accountant (CPA) atau Chartered Accountants Australia and New Zealand (CA ANZ) untuk mendapatkan kredensial dan peluang kerja lebih luas.
2. Irlandia
Untuk menjadi akuntan di Irlandia, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyelesaikan studi di level Bachelor of Accounting selama 4 tahun di universitas yang terakreditasi. Gelar sarjana ini akan memberikan dasar yang kuat dalam akuntansi dan membuka jalan untuk melanjutkan karir profesional.
Jika kamu ingin menjadi Chartered Accountant, setelah lulus, kamu perlu mengikuti pelatihan dari Chartered Accountants Ireland dan lulus ujian Associate Chartered Accountant (ACA). Selain itu, kamu juga diwajibkan untuk memiliki pengalaman kerja praktis selama 3,5 tahun di bidang akuntansi.
Sebagai alternatif, kamu bisa memulai dengan mengikuti kursus dari Accounting Technicians Ireland (ATI). Setelah menyelesaikan kursus ini, kamu bisa melanjutkan untuk menjadi Chartered Accountant atau memilih jalur apprenticeship, di mana kamu bisa bekerja sambil belajar.
3. New Zealand
Di New Zealand, untuk menjadi akuntan, kamu harus menyelesaikan Bachelor of Accounting di universitas yang terakreditasi. Gelar ini akan membekalimu dengan keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk memulai karir di dunia akuntansi.
Setelah lulus, kamu dapat mengajukan keanggotaan sementara di Chartered Accountants Australia and New Zealand (CAANZ) atau CPA Australia. Untuk mendapatkan sertifikasi penuh, kamu perlu memiliki pengalaman kerja sekitar 3 tahun di bidang akuntansi dan lulus ujian profesional.
Untuk mempertahankan sertifikasimu, kamu juga diharuskan mengikuti program pengembangan profesional berkelanjutan sesuai dengan standar industri.
4. Inggris
Untuk menjadi akuntan di Inggris, langkah pertama adalah menyelesaikan Bachelor’s Degree dalam Akuntansi atau Keuangan selama 3 hingga 4 tahun di universitas terakreditasi. Setelah lulus, kamu bisa memilih jalur karir sebagai AAT (Akuntan Teknisi) atau melanjutkan untuk menjadi Chartered Accountant.
-
Untuk menjadi Chartered Accountant, kamu perlu mengikuti pelatihan lebih lanjut dan memiliki pengalaman kerja sekitar 3 tahun, ditambah dengan ujian profesional yang diperlukan.
-
Selain itu, di Inggris, kamu juga bisa memilih jalur apprenticeship, di mana kamu bisa bekerja sambil belajar, mulai dari tingkat menengah hingga tingkat universitas. Ini memberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung sembari menuntut ilmu.
5. Kanada
Di Kanada, untuk menjadi akuntan, kamu perlu menyelesaikan Bachelor’s Degree dalam Akuntansi atau Keuangan dari universitas terakreditasi. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan ke program CPA Professional Education Program (PEP) yang berlangsung selama 2 tahun dan mencakup 6 modul.
Selain itu, kamu juga diharuskan untuk memiliki pengalaman kerja praktis selama 30 bulan di bidang akuntansi. Untuk mendapatkan sertifikasi Chartered Professional Accountant (CPA), kamu harus lulus dua ujian besar, yaitu Uniform Evaluation (UE) dan Common Final Examination (CFE).
Ringkasan Proses:
|
Negara |
Langkah Utama |
|
Australia |
Gelar Sarjana → Gelar Pascasarjana (opsional) → Sertifikasi Profesional (CPA atau CA ANZ) |
|
Irlandia |
Gelar Sarjana → Chartered Accountants Ireland atau Accounting Technicians Ireland → Pengalaman Kerja → Ujian Profesional |
|
New Zealand |
Gelar Sarjana → Keanggotaan Profesional → Pengalaman Kerja → Ujian Profesional → Pengembangan Profesional |
|
Inggris |
Gelar Sarjana → Kualifikasi Profesional (AAT atau Chartered Accountant) → Pengalaman Kerja → Ujian atau Apprenticeship |
|
Kanada |
Gelar Sarjana → Program PEP → Pengalaman Kerja → Ujian (UE dan CFE) |
Dengan mengikuti alur ini, kamu bisa mempersiapkan diri untuk menjadi akuntan profesional di luar negeri!
Penutup
Sekarang kamu sudah mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjadi akuntan di luar negeri. Persiapan yang matang akan mempermudah perjalananmu menuju karir impian. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam merencanakan studi di luar negeri, IDP Hotcourses Indonesia siap membantu!
Dapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi gratis dengan konselor berpengalaman untuk mempersiapkan studi dan karier internasionalmu. Hubungi kami sekarang untuk memulai perjalanan studimu!