Informasi penting
Study abroad: Info Negara Tujuan

PENGALAMAN KULIAH KE LUAR NEGERI SEBAGAI MAHASISWA KAUM MINORITAS

277

 

Kuliah ke luar negeri itu lebih sekedar dari belajar dan mengikuti ujian. Kuliah ke luar negeri mendekatkan kita dengan dunia dan isinya. Walau ada begitu manfaat dari kuliah ke luar negeri, beberapa pihak, misalnya kaum minoritas enggan untuk berangkat karena merasa tidak nyaman berada di lingkungan asing dimana hanya ada sedikit, atau bahkan tidak ada kaum yang sama dengan mereka. Violetta Rosales, seorang lulusan dari American University in Cairo berkata bahwa kaum minoritas seharusnya kuliah ke luar negeri untuk menyadari bahwa lebih banyak persamaan daripada perbedaan.

 

Pengertian antar budaya, pertukaran pendapat, informasi dan seni sangatlah penting di dunia sekarang, dimana batas antara negara telah dipudarkan atau didekatkan oleh globalisasi dan internet. Menurut Violetta, kuliah ke luar negeri adalah suatu keharusan di abad ke-21 ini, walau itu hanyalah satu tahun, ataupun hanya satu semester.

 

Kuliah ke luar negeri membuat kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, menjadi masyarakat global yang sesungguhnya. Sangatlah umum terjadi, banyak pelajar mengurungkan niat untuk kuliah ke luar negeri karena rasa khawatir lebih besar daripada rasa ingin maju. Sebenarnya apa yang menyebabkan rasa khawatir itu adalah kurangnya informasi, sedangkan informasi sudah sangat banyak tersedia di internet. Baik itu informasi tentang jurusan kuliah, kampus di luar negeri, budaya di luar negeri hingga beasiswa untuk meringankan beban biaya pelajar.

 

Jordan, seorang kaum minoritas yang kuliah di Spanyol ingin berbagi pengalaman kuliah ke luar negeri, dan dia juga berharap akan semakin banyak kaum minoritas yang mengikuti jejaknya.

 

“Banyak sekali teman-teman (kaum minoritas) yang sebenarnya ingin sekali kuliah ke luar negeri, karena mereka tahu akan besarnya manfaat yang bisa mereka peroleh dari pengalaman kuliah di luar negeri. Tetapi sayang sekali semangat mereka langsung pudar begitu mengingat mereka adalah kaum minoritas. Mereka merasa tentunya akan susah menyesuaikan diri dengan kehidupan dan pelajaran di luar negeri. Oleh karena itu saya ingin menjadi contoh, saya ingin menambah jumlah kaum minoritas yang kuliah ke luar negeri. Semoga dengan menceritakan pengalaman saya ini bisa memberikan inspirasi bagi teman-teman lainnya.” Jelas Jordan.

 

“Sebagai mahasiswa minoritas, saya menemukan bahwa dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, dan dengan sedikit usaha, saya tetap bisa menikmati waktu kuliah saya di luar negeri.  Memang awalnya tidak mudah, terutama di Spanyol tempat saya berkuliah, sewaktu berjalan banyak yang akan melirik saya karena warna kulit hitam dan rambut kribo adalah suatu ‘pemandangan’ yang jarang ada di sana. Dan ini akan memberikan rasa tidak nyaman untuk saya. Saya juga kesulitan menemukan shampoo yang cocok, dan lagu R&B kegemaran saya juga jarang ditemui.” 

 

“Pertama-tama saya memandangnya sebagai sesuatu pengalaman yang negatif. Tetapi kemudian saya berpikir, tujuan dari kuliah ke luar negeri adalah merasakan hal-hal baru, dan berbaur dalam kebudayaan baru. Mengapa warga lokal memandang saya seperti itu adalah karena saya ‘berbeda’ dengan orang-orang di sekitar. Oleh karena itu jika lebih banyak kaum minoritas kuliah ke luar negeri, maka tidak akan menjadi ‘pemandangan’ yang tidak biasa lagi. Dengan lebih banyak kaum minoritas kuliah ke luar negeri, negara destinasi kuliah juga akan lebih mengenal kita.”

 

“Kuliah ke luar negeri sebagai kaum minoritas sangatlah penting. Walau mungkin butuh pengorbanan untuk dapat kuliah ke luar negeri, tetapi percayalah apa yang akan kamu dapatkan akan lebih besar daripada pengorbananmu. Dari pengalaman saya, saya belajar untuk bersabar, tekun, dan tentu saja bahasa asing. Saya juga belajar menerima orang lain dan perbedaan mereka. Bukan hanya terhadap orang, saya juga belajar menghargai semua yang ada di sekitar saya.”

 

Kampus-kampus di luar negeri pada umumnya sangat memperhatikan kesejahteraan mahasiswanya, terutama mereka ingin mahasiswa internasional merasa nyaman. Oleh karena itu, sebenarnya kuliah sebagai mahasiswa minoritas itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Setidaknya ada 8 layanan mahasiswa yang bisa dimanfaatkan. Kamu juga akan menemukan klub atau perkumpulan kampus yang memiliki budaya atau kepercayaan yang serupa, atau bahkan denganmu. Jadi kamu tidak akan kesepian sewaktu merayakan hari besar agama, atau sewaktu kangen masakan rumah, kamu bisa masak bersama teman-teman.

 

Di jaman teknologi yang semakin canggih ini, komunikasi dengan keluarga dan teman di negara asal sudah tidak menjadi masalah. Ada banyak cara dan aplikasi yang bisa kamu manfaatkan.

 

Bacaan terkait:

Komunikasi dengan keluarga dan teman di negara asal sewaktu kuliah di luar negeri

5 tips menjaga hubunga jarak jauh sewaktu kuliah di luar negeri

 

Jika sebelumnya kamu ingin tahu tentang keberagaman mahasiswa di universitas yang kamu minati, kamu bisa mengecek Hotcourses Diversity Index (HDI). Pelajari lebih lanjut tentang HDI.

 

 

Sumber:

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS