Pernahkah kamu bertanya-tanya tentang asal-usul manusia, keragaman budaya di dunia, atau bagaimana manusia beradaptasi dengan perubahan zaman? Jika ya, antropologi adalah ilmu yang tepat untukmu.
Mengenal Jurusan Antropologi
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia secara keseluruhan, mulai dari budaya, bahasa, hingga perilakunya. Ahli antropologi bertugas melakukan eksplorasi terhadap berbagai budaya dan masyarakat di seluruh dunia, mempelajari bagaimana mereka hidup, berinteraksi, dan memahami dunia di sekitar mereka.
Ilmu antropologi bukan hanya membahas tentang masa lalu, tapi juga tentang masa kini dan masa depan. Di jurusan ini, kamu akan belajar tentang bagaimana budaya dan masyarakat bisa terus berubah dari waktu ke waktu. Selain itu, kamu juga akan memahami bagaimana perubahan budaya bisa mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia.
Nah, karena antropologi sifatnya dinamis seiring dengan perubahan di masyarakat, maka ilmu ini sangat berguna untuk memahami isu-isu global saat ini. Ilmu-ilmu yang kamu pelajari di jurusan antropologi nantinya akan membantumu memahami berbagai isu global seperti perubahan iklim, migrasi, dan konflik antar budaya.
Apa yang Dipelajari di Jurusan Antropologi?
Jurusan Antropologi mempelajari kemajemukan budaya dan biologi manusia, sehingga kamu akan mempelajari tentang ilmu kemanusiaan dan sains. Antropologi terbagi menjadi empat bidang yang luas – antropologi budaya, linguistik, antropologi fisik dan arkeologi. Setiap bidang mengajarkan teori dan keahlian yang berbeda, termasuk metode penelitian yang khas, rumusan dan hipotesis, serta data yang unik.
Selain ilmu pengetahuan di bidang antropologi, kamu juga akan menguasai skill-skill berikut:
-
Kemampuan belajar mandiri;
-
Kemampuan menulis;
-
Keahlian analisa dan berpikir kritis;
-
Mampu mengumpulkan dan menginterpretasikan data;
-
Keahlian komunikasi oral dan presentasi;
-
Manajemen waktu;
-
Diskusi dan bekerja dalam kelompok;
-
Teknik statistik dan komputasi;
-
Berpikir dengan jernih dan logis;
-
Merencanakan dan mengelola;
-
Menulis dan menyampaikan argumen
Peluang Karir Kekinian dengan Gelar Antropologi
Lulusan Antropologi memiliki peluang karir yang luas dan menjanjikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Berbekal pengetahuan tentang budaya dan masyarakat, mereka dapat berkontribusi dalam berbagai bidang dan mendapatkan penghasilan yang tinggi. Berikut ini adalah beberapa bidang pekerjaan kekinian yang bisa dipilih oleh lulusan ilmu antropologi:
1. Ahli Humas
Kalau kamu memiliki kemampuan komunikasi yang bagus, kamu bisa mempertimbangkan untuk berkarir di bidang hubungan masyarakat (public relation) setelah lulus dari jurusan antropologi. Sebagai praktisi humas, kamu akan bertanggung jawab membantu organisasi untuk memahami target audiensnya dan membangun strategi komunikasi yang efektif. Selain itu, kamu juga akan bertugas membangun dan memelihara hubungan antara organisasi dengan publiknya.
Menurut Indeed, seorang pekerja di bidang hubungan masyarakat bisa mendapat penghasilan rata-rata mencapai Rp 4.337.922 per bulan. Sementara itu, di Amerika Serikat, profesi ini bisa mendapat penghasilan sebesar $62.810 (setara Rp. 900 juta) per tahun.
2. Analis Riset Pasar (Market Research Analyst)
Analis riset pasar bertugas untuk mengumpulkan dan menganalisis data tentang pasar dan konsumen. Dengan bekal ilmu riset dan teknis analisis yang dimiliki, seorang lulusan antropologi bisa membantu perusahaan untuk memahami pasar dan konsumennya, sehingga dapat mengembangkan strategi bisnis yang efektif. Pekerjaan ini memiliki prospek cerah, dengan pertumbuhan kebutuhan di dunia kerja mencapai 18% pada beberapa tahun ke depan.
Menurut Glassdoor, seorang analis riset pasar di Indonesia bisa mendapat penghasilan antara Rp. 5.000.000 hingga Rp. 10.000.000 per bulan. Sementara itu, di Amerika Serikat, seorang analis riset pasar bisa mendapat penghasilan rata-rata sebesar $65.810 per tahun. Kamu berpeluang mendapat penghasilan lebih besar dari rentang tersebut seiring dengan bertambahnya keahlian dan pengalaman.
3. Penulis
Jika kamu memiliki kemampuan menulis yang baik dan tertarik pada bidang ini, menjadi penulis bisa menjadi pilihan buat kamu setelah lulus dari jurusan antropologi. Pengetahuan mengenai dinamika budaya dan manusia yang kamu pelajari di ilmu antropologi bisa membantumu membuat karya fiksi maupun non-fiksi berkualitas.
Peluang penghasilan sebagai penulis bervariasi, tergantung platform tempatmu mempublikasikan tulisanmu. Di Amerika Serikat, seorang penulis bisa mendapat median gaji sebesar $67.120 (setara Rp 1 miliar) per tahun.
4. Manajer atau Pengelola di Lembaga Sosial dan Komunitas
Kalau kamu tertarik untuk bekerja di tengah masyarakat secara langsung, kamu bisa mempertimbangkan berkarir di lembaga sosial atau komunitas. Sebagai pengelola di lembaga sosial atau komunitas, kamu akan bertanggung jawab untuk merancang dan mengelola program yang bertujuan untuk membantu komunitas yang membutuhkan, termasuk diantaranya melakukan advokasi serta pengelolaan anggaran.
Profesi ini memiliki prospek yang cerah. Peluang kerja di bidang ini diprediksikan akan tumbuh 17% di masa depan. Menurut Rencanamu, gaji seorang pengelola lembaga sosial atau komunitas bisa mendapat penghasilan antara Rp. 7.000.000 hingga Rp. 10.000.000 per bulan. Sementara itu, Di Amerika Serikat, gaji rata-rata seorang Manajer Layanan Sosial atau Komunitas dengan gelar sarjana mencapai $69.600 (setara Rp. 1 miliar) per tahun.
5. Bidang Perencanaan Wilayah atau Kota
Dalam perencanaan kota atau wilayah, dibutuhkan ahli yang dapat menjadi penghubung antara masyarakat sebagai calon konsumen dengan para pemangku kepentingan, misalnya pemerintah, aparat, arsitek, insinyur dan sebagainya. Pada bidang ini, ilmu antropologi akan sangat berguna, terutama terkait nalisis dan memecahkan masalah yang kuat, komunikasi yang efektif, dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
Di Indonesia, seorang pekerja pemula di bidang ini bisa mendapat penghasilan minimal Rp. 5.000.000 per bulan. Sementara itu, persyaratan untuk menjadi seorang ahli antropologi di bidang perencanaan kota dan wilayah di luar negeri lebih ketat, yakni harus bergelar magister. Namun, range penghasilannya juga signifikan lebih tinggi, yakni mencapai $75.950(sekitar Rp. 1,1 miliar) per tahun. Asyiknya lagi, peluang kerja yang diprediksikan tumbuh 11% di masa depan.
SIAPA YANG COCOK KULIAH JURUSAN ANTROPOLOGI
Jurusan Antropologi ini cocok untuk mereka yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap budaya-budaya yang berbeda. Jika kamu merasa takjub dengan kemajemukan hidup masyarakat di masing-masing negara dan kebiasaan mereka yang beraneka ragam menarik untukmu, maka jurusan ini adalah pilihan yang tepat untuk memuaskan rasa ingin tahu kamu.
Untuk dapat berprestasi di jurusan ini, rasa antusias yang tinggi tidaklah cukup. Mahasiswa dituntut untuk teliti, terorganisir, bisa memotivasi diri sendiri, dan tentu saja mau bekerja keras. Walau sebagian besar waktu akan dihabiskan di ruang kuliah, mahasiswa tetap saja harus melakukan berbagai macam penelitian dari berbagai macam sumber di luar jam pelajaran. Mengapa? karena ini akan sangat mempengaruhi nilai laporan tertulis kamu.
KULIAH ANTROPOLOGI DI LUAR NEGERI
Perkuliahan gelar S1 berdurasi 3 tahun. Beberapa universitas mengharuskan mahasiswa untuk mengikuti program persiapan/foundation selama 1 tahun sebelum mengikuti perkuliahan S1. Di program foundation tersebut, mahasiswa akan mempelajari mata pelajaran biologi, komputer, ilmu forensik, manajemen, sains, matematika dan fisika.
Persyaratan berbahasa Inggris yang harus dipenuhi adalah skor TOEFL minimal 500-550 tergantung universitas. Persyaratan masuk lengkap dapat dilihat di situs universitas di bagian ‘admission’.
Rekomendasi universitas di luar negeri untuk kuliah antropologi bisa dibaca di artikel ini:
Informasi Lengkap Kuliah Jurusan Antropologi di Luar Negeri
Awali perjalaan study abroad-mu di bidang antropologi dengan cara konsultasi secara GRATSI ke konselor kami!
*Diperbaharui oleh Eky Ilmastuti pada 18 Februari 2024