Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

Diploma, Associate Degree, Bachelor – Apa bedanya dan Pilih yang mana?

22159

Jika kamu sedang mencari informasi untuk kuliah ke luar negeri, mungkin akan sering mendengar tentang berbagai jenis program gelar seperti ‘associate’s degree’, ‘diploma’, ‘bachelor’ dan lain sebagainya. Gelar ‘Bachelor’ itu gampang dimengerti karena sama dengan S1 di Indonesia. Bagaimana dengan ‘associate degree’, dan ‘diploma’ yang sama-sama merupakan lanjutan dari SMU tetapi di masih bawah Sarjana?

 

 

Apa itu Associate’s Degree?

 

 

Sama halnya dengan Bachelor/S1, Associate’s degree masuk dalam kategori undergraduate, yaitu pendidikan lanjutan setelah menamatkan SMU.  Associate’s degree setara dengan D3 di Indonesia dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan keahlian teknis dasar, serta transferable skills sebelum pelajar memasuki dunia kerja, atau meneruskan ke pendidikan lebih lanjut.

 

Associate’s degree sangatlah umum di Amerika dan Kanada, Hong Kong, Australia dan Belanda. Jika di Inggris, program Associate’s Degree ini lebih sering dikenal dengan istilah ‘foundation degree’ atau bisa disebut juga dengan program persiapan kuliah.

 

Di Amerika, gelar Associate’s degree diberikan oleh semua tipe kolese, termasuk community college, junior college, technical college, kolese-kolese afiliasi dari univerisitas atau institut.

 

Program Associate Degree berdurasi dua tahun. Bagi sebagian pelajar, ini adalah program persiapan sebelum melanjutkan ke program gelar bachelor/S1. Gelar Associate ini juga bisa berfungsi sebagai kualifikasi untuk meningkatkan prospek kerja, dibandingkan daripada hanya memiliki kualifikasi tamat SMU.

 

Di program Associate’s Degree, pelajarannya lebih luas, dan mempelajari mata pelajaran di luar jurusan, misalnya bahasa Inggris, sejarah, matematika, sastra dan lainnya. Hal ini sama seperti tahun pertama di perkuliahan bachelor/S1, dimana mahasiswa akan mempelajari mata kuliah-mata kuliah umum.

 

Di pasar kerja, pelajar dengan gelar Associate’s Degree lebih dihargai dan menerima pendapatan lebih tinggi dibanding dengan pemegang gelar Diploma.

 

Associate’s Degree dapat ditransfer ke gelar Bachelor. Durasi tergantung kebijakan masing-masing universitas. Oleh karena itu, jika memang berencana ingin mendapatkan gelar bachelor, sebelumnya perlu memastikan program Associate’s Degree yang kamu ambil bisa transfer kredit ke program bachelor yang kamu minati. Jika lancar, setelah menyelesaikan Associate’s degree, kamu hanya butuh tambahan 2 tahun untuk mendapatkan gelar bachelor.

 

 

Apa itu Diploma?

 

 

Pengertian Diploma di luar negeri agak berbeda dengan di Indonesia. Sementara di Indonesia ada program D1 hingga D3, atau bahkan D4, di luar negeri, Diploma adalah suatu sertifikat yang menyatakan bahwa pelajar telah menyelesaikan suatu kursus/program yang bersifat kejuruan seperti desain, farmasi, teknik dan sejenisnya.

 

Berbeda dengan Associate Degree yang hanya diberikan oleh community college atau universitas, Diploma di luar negeri dapat diberikan oleh Sekolah Menengah Atas/High School, tempat kursus, atau trade college.

 

Berbeda dengan Associate’s Degree, Diploma mengajarkan bidang yang lebih spesifik, dan berfokus pada bidang tersebut. Durasi dari program Diploma bisa berkisar antara satu hingga dua tahun.

 

 

Associate’s Degree atau Bachelor?

 

 

Sebaiknya ambil program Associate’s Degree atau Bachelor? Hal ini perlu disesuaikan dengan apa yang ingin kamu capai di kemudian hari. Faktor-faktor berikut mungkin bisa memberikan masukan untuk mempertimbangkan program mana yang cocok untuk kamu:

 

1. Durasi program

Di Amerika, program Associate’s Degree terdiri dari 60 kredit (jam pelajaran) dapat diselesaikan dalam waktu 2 tahun, sedangkan Bachelor terdiri dari 120 kredit (jam pelajaran) dan dapat diselesaikan dalam 3-4 tahun.

 

Associate’s Degree dapat ditransfer ke gelar Bachelor. Durasi tergantung kebijakan masing-masing universitas. Oleh karena itu, jika memang berencana ingin mendapatkan gelar bachelor, sebelumnya perlu memastikan program Associate’s Degree yang kamu ambil bisa transfer kredit ke program bachelor yang kamu minati. Jika lancar, setelah menyelesaikan Associate’s degree, kamu hanya butuh tambahan 2 tahun untuk mendapatkan gelar bachelor.

 

2. Biaya

Biaya program associate’s degrees bisa 2 hingga 3 kali lipat lebih murah dari program Bachelor. Seperti telah dijelaskan di atas, Associate’s Degree dapat ditransfer ke gelar Bachelor. Jika kamu merencanakan dengan baik, kamu bisa menghemat banyak biaya kuliah dengan cara ini: ambil program associate degree dulu, baru ke bachelor. Penjelasan terperinci bisa dibaca di sini. Selain hemat biaya kuliah, pengalaman kuliahmu juga akan lebih beragam, kamu bisa merasakan belajar di komunitas college yang lebih informal dan di lingkungan universitas yang lebih formal.

 

 

3. Persyaratan masuk

Persyaratan masuk untuk program Associate’s Degree lebih mudah daripada program Bachelor. Biasanya pelajar yang belum memenuhi syarat untuk diterima masuk langsung ke program Bachelor bisa disarankan oleh universitas untuk mengambil Associate’s Degree terlebih dahulu.

 

 

4. Jenis-jenis dari Associate Degree

Terdapat empat jenis associate degree: AA (Associate of Arts), AS (Associate of Science, AAA (Associate of Applied Arts) dan AAS (Associate of Applied Science).

 

Perbedaanya adalah gelar “applied” lebih berfokus dalam mempersiapkan mahasiswa untuk karir tertentu, lebih berfokus pada keahlian kejuruan/vokasional.

 

Gelar AA dan AS lebih dikhususkan untuk mahasiswa yang berencana untuk melanjutkan ke perkuliahan Bachelor. Jadi, pastikan kamu telah menyusun rencana dengan teliti supaya kamu bisa memilih program yang tepat.

 

 

5. Karir yang ingin ditekuni

Kamu perlu mempertimbangkan bidang karir apa yang ingin kamu tekuni di masa depan. Perlu diketahui, tidak semua pekerjaan membutuhkan gelar bachelor, contohnya 10 pekerjaan ini ternyata hanya membutuhkan gelar Associate’s degree.

 

Dan karena gelar Bachelor cakupan pelajarannya lebih umum, terkadang lulusan Bachelor perlu mengikuti pelatihan atau kursus tertentu sebelum mereka bisa mulai bekerja.

 

Untuk memiliki gambaran tentang prospek kerja dari suatu bidang karir, kamu bisa mulai mencari informasi di sini.

 

 

Sumber:

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS