Pernah terpikir untuk pergi ke luar negeri bersama pasanganmu untuk membangun hidup baru di sana? Itulah yang berhasil dilakukan oleh Tara & Budi, pasangan suami istri asal Indonesia yang kini menetap di Leeds, Inggris.
Kedua alumnus IPB ini awalnya berangkat ke Inggris untuk kuliah S2 di Leeds Beckett University (LBU) dengan biaya sendiri pada tahun 2018. Meskipun begitu, mereka tidak kuliah bersamaan, lho!
Selagi Tara kuliah, Budi bekerja di salah satu restoran fast food di Leeds. Tak berapa lama setelah Tara lulus, Budi mulai menjalani perkuliahan jenjang S2 di LBU. Sesudah Budi menyelesaikan studinya, pasangan ini memilih untuk tetap menetap dan bekerja di Leeds sambil membesarkan anak mereka.
Kalau kamu ingin tahu cerita mereka dan tips-tips yang mereka bisa bagikan, simak perbincangan Hotcourses Indonesia bersama Tara & Budi berikut ini.
Hai, Budi & Tara! Sebelum kita mulai ngobrol-ngobrolnya, boleh dong kalian memperkenalkan diri ke pembaca Hotcourses Indonesia?
Budi: Halo, aku Budiarto. Aku mengambil program MBA di Leeds Beckett University dan lulus tahun 2021.
Tara: Hai, nama aku Fatharani Maris - biasa dipanggil Tara. Dulu aku mengambil program MSc Supply Chain Management and Logistics di Leeds Beckett University di tahun 2018.
Bagaimana awalnya kalian berdua memutuskan untuk kuliah di Inggris?
Tara: Alasannya sederhana, karena kuliah di Inggris cepat - cuma 1 tahun. Aku sudah sempat bekerja dulu beberapa tahun dan baru mau kuliah S2 di umur 25 tahun. Jadi memang mencari program S2 yang durasinya singkat di Inggris.
Eh, ternyata kami betah! Malah nggak pulang-pulang sampai sekarang.
Kalau ngomongin studi di Inggris, biasanya kebanyakan orang berpikir untuk kuliah di London. Kenapa kalian memilih untuk kuliah di Leeds, khususnya di Leeds Beckett University?
Tara: Kami memilih Leeds karena kami suka dengan kotanya. Kami juga memilih kuliah di LBU karena kampusnya di pusat kota. Jadi asyik banget karena ke mana-mana dekat.
Kalau mau belanja juga lengkap - semuanya ada. Untuk kami yang muslim, mencari makanan halal di Leeds gampang banget.
Denger-denger Tara sudah dapat kerja ya di Inggris? Apa tipsnya?
Tara: Iya, alhamdulilah. Kalau menurutku, yang paling penting itu riset. Selain itu, kalian harus rajin Connect dengan para recruiter di Inggris lewat LinkedIn karena mereka aktif banget. Jadi kalian wajib mengembangkan profil dan jaringan LinkedIn kalian.
Lalu kalian juga harus mengajukan lamaran sebanyak mungkin ke berbagai perusahaan.
LBU kan punya berbagai layanan karir untuk membantu para mahasiswa dan alumninya mencari pekerjaan atau program magang. Kalian merasa terbantu nggak dengan layanan tersebut?
Tara: Iya, memang ada tim khusus yang membantu untuk mencari kerja. Dulu sempat ada pameran kerja di kampus dan pihak LBU membuka layanan konsultasi CV. Jadi aku coba layanan itu untuk tahu CV-ku bagus atau nggak. Membantu banget sih.
(ki-ka) Tara, Budi, Agung (Regional Officer for South East Asia di Leeds Beckett Universiy). & Bella (Senior Digital Marketer for Hotcourses indonesia) di acara EAST & SOUTHEAST ASIA GET-TOGETHER yang diadakan oleh Leeds Beckett University pada 5 Mei 2022.
Selain mengakses layanan dari kampus, ada hal lain nggak yang perlu dilakukan untuk menambah kesempatan bekerja di Inggris?
Budi: Untuk mencari kerja di Inggris, networking itu penting. Kalian sebaiknya menjaga relasi dengan dosen, karena at the end kalian akan butuh reference dari mereka.
Tara: Betul! Aku juga setiap nyari kerja memang selalu diminta reference. Jadi kalau kalian mau kerja di Inggris setelah lulus kuliah, memang butuh banget reference dari dosen.
Nah, setelah ngomongin masalah kuliah dan kerja, bisa diceritain sedikit tentang pengalaman kalian sebagai keluarga muda di Inggris?
Budi: Seru banget! Karena pengalaman-pengalaman pertama kami berdua sebagai pasangan menikah justru lebih banyak di Inggris dibanding di Indonesia. Jadi ada banyak hal yang harus kami jalani sendiri di sini. Dari situ, sebagai mahasiswa internasional, kami bisa tahu lebih banyak mengenai kehidupan warga lokal.
Kalian punya saran-saran khusus untuk para keluarga muda lain yang juga ingin kuliah di Inggris?
Tara: Persiapan kalian harus matang dan banyak-banyaklah belajar. Bagaimanapun juga, budaya Inggris dan Indonesia beda banget. Misalnya, dos and don'ts untuk perempuan hamil dan merawat bayi agak beda. Jadi jangan shock.
Intinya banyak baca dan belajar sih. Karena kalau nggak gitu, pasti kalian pusing sendiri. Apalagi kondisinya jauh dari keluarga kan, cuma ada teman-teman. Tapi untungnya temen-teman dari Indonesia di sini sangat helpful.
Budi: Jangan terlalu khawatir, karena fasilitas di Inggris cukup mumpuni. Semuanya terkoordinir dengan baik dan ada berbagai layanan spesifik untuk mendukung kalian sebagai pasangan muda, terutama di sistem layanan kesehatan Inggris.
***
Suka dengan wawancara di atas? Coba simak artikel-artikel lain mengenai studi di Inggris yang menyediakan panduan lengkap kuliah di sana. Kamu juga dapat menemukan cerita-cerita mahasiswa asal Indonesia - mulai dari bagaimana cara mereka meraih beasiswa ke Inggris hingga ke pengalaman mereka mencari kerja di sana.
Bila kamu ingin mendapatkan berita pendidikan internasional terbaru dan informasi terkini dari berbagai universitas di Inggris, pastikan kamu follow semua kanal media sosial IDP Hotcourses Indonesia ya!
Ingin kuliah di Inggris seperti Tara & Budi? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP yang siap membantumu mendaftar dan kuliah di berbagai universitas unggulan di Inggris.