Setelah lulus program sarjana, kamu mungkin akan dihadapkan oleh pertanyaan “apakah lanjut studi S2 di luar negeri atau menikah dulu?”. Apakah kamu termasuk salah satu yang punya dilema seperti itu?
Baik meneruskan studi S2 ke luar negeri maupun menikah sama-sama merupakan pilihan yang berdampak besar terhadap kehidupanmu di masa yang akan datang. Keduanya memiliki manfaat sekaligus konsekuensinya masing-masing. Supaya tidak bingung lagi, yuk kita bahas tentang keuntungan dan konsekuensi dari pilihan-pilihan itu!
Lanjut S2 di Luar Negeri vs Menikah Dulu
Pilihan 1: Langsung Kuliah S2 di Luar Negeri
Manfaat Lanjut S2 di Luar Negeri:
Saat ini semakin banyak lulusan sarjana, terutama fresh graduate, yang mempertimbangkan untuk langsung meneruskan studi mereka ke jenjang S2 di luar negeri alih-alih berkarir atau menikah. Pilihan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang S2 di luar negeri setelah lulus S1 memiliki beberapa manfaat
1. Peluang Karir di Masa Depan Semakin Banyak
Melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di luar negeri akan memberikanmu lebih banyak peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Pendidikan yang didapat dari luar negeri dinilai lebih berkualitas dan diakui secara internasional. Selain memiliki reputasi yang lebih baik di mata recruiter, pengalamanmu selama kuliah di luar negeri bisa menjadi peluang untuk memperluas jaringan dan menambah pengalaman. Kedua hal ini tentu saja bisa menjadi modal yang sangat baik bagimu untuk bisa berkarir di perusahaan-perusahaan terkemuka dunia.
2. Menjadi Pengalaman Hidup yang Berharga
Kuliah di luar negeri tidak hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang memperluas pandangan dan memperkaya pengalaman hidup. Kamu akan mengenal budaya baru, berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara, dan belajar memecahkan masalah dalam lingkungan yang berbeda. Pengalaman ini akan membantu kamu untuk menjadi lebih mandiri, toleran, dan adaptif dalam menghadapi tantangan di masa depan.
3. Kesempatan Beasiswa yang Lebih Banyak
Banyak universitas di luar negeri yang menawarkan beasiswa bagi mahasiswa asing, termasuk untuk jenjang S2. Dengan memperoleh beasiswa, kamu dapat mengurangi beban biaya pendidikan yang cukup mahal. Selain itu, kamu juga dapat menambahkan prestasi akademik yang dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa S3 atau program lain di masa depan.
4. Kesempatan Melatih Kemampuan Bahasa Asing
Melalui kuliah di luar negeri, kamu juga akan secara otomatis mengembangkan kemampuan bahasa asing. Bahasa asing yang dikuasai dapat memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan nilai tambah saat melamar pekerjaan dan memudahkan komunikasi dengan orang-orang dari berbagai negara.
5. Kesempatan untuk Belajar Ilmu yang Lebih Maju
Banyak universitas di luar negeri yang menawarkan program S2 dengan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih maju dan sesuai dengan perkembangan dunia saat ini. Belajar di universitas tersebut akan memberikan kamu pengetahuan dan keterampilan yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
6. Peluang Kerja di Luar Negeri dan Penghasilan Tinggi
Beberapa negara maju seperti UK (Inggris), Australia, New Zealand, Kanada, hingga Irlandia memiliki kebijakan mempermudah izin bagi mahasiswa internasional untuk bekerja di negara tersebut setelah lulus studi nantinya. Artinya kamu berpeluang lebih besar untuk bisa bekerja di luar negeri sekaligus mendapat penghasilan yang relatif lebih besar!
Sebagai gambaran, berikut ini adalah gambaran penghasilan rata-rata lulusan S2 di beberapa negara maju:
|
Negara |
Rata-rata Gaji per Tahun |
IDR |
|
UK |
GBP 38.500 |
Sekitar IDR 726.500.000 |
|
Australia |
AUD 90.000 |
Sekitar IDR 963.000.000 |
|
Irlandia |
€40,000 and €50,000 |
Sekitar IDR 684.000.000- IDR 855.000.000 |
|
Kanada |
CAD 55.000 |
Sekitar IDR 604.500.000 |
|
New Zealand |
NZD 59.000 |
Sekitar IDR 628.700.000 |
Konsekuensi Pilihan Lanjut S2 di Luar Negeri:
1. Butuh Biaya yang Besar
Biaya pendidikan di luar negeri biasanya lebih tinggi daripada di dalam negeri. Tidak hanya biaya kuliah, kamu juga harus mempertimbangkan biaya pendukung lainnya seperti biaya hidup, biaya kuliah, dan biaya transportasi dapat menjadi beban yang cukup berat bagi mahasiswa. Jika tidak mendapatkan beasiswa, memperoleh pendidikan S2 di luar negeri dapat menyebabkan kamu terbebani dengan hutang pendidikan yang besar. Oleh sebab itu, kamu sebaiknya harus memiliki kesiapan finansial yang baik jika berencana untuk kuliah di luar negeri.
2. Jauh dari Keluarga
Kuliah di luar negeri berarti kamu harus meninggalkan keluarga dan kebiasaanmu di tanah air. Bagi sebagian mahasiswa internasional, pengalaman ini tidaklah mudah. Jarak yang jauh juga dapat menyebabkan rasa rindu yang mengganggu fokus belajar. Belum lagi potensi munculnya beberapa masalah psikologis atau emosional seperti perasaan terisolasi, masalah motivasi dan lain sebagainya.
3. Adanya Kemungkinan Masih Sulit Mendapatkan Pekerjaan
Meskipun lulus dari universitas luar negeri, tidak selalu menjamin kamu akan mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Terkadang, ada perusahaan yang lebih memilih lulusan dari universitas dalam negeri dengan pengalaman kerja yang lebih banyak. Selain itu, visa kerja dan izin tinggal di negara yang telah kamu pelajari juga bisa menjadi kendala. Oleh sebab itu, pastikan bahwa kamu selalu memiliki rencana alternatif untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi setelah kamu lulus nantinya.
Pilihan 2: Bagaimana Jika Kamu Memilih Menikah Dulu?
Manfaat Langsung Menikah Setelah Lulus S1
Sebagian besar anak muda di Indonesia memilih untuk langsung bekerja lalu menikah setelah lulus dari program S1. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi pilihan ini, mulai dari keinginan untuk membentuk keluarga baru, ingin hidup bersama pasangan, memenuhi ajaran agama, hingga menjalankan tradisi atau ekspektasi masyarakat.
Keputusan untuk menikah sebelum memutuskan untuk kuliah S2 memiliki beberapa keuntungan, yakni:
1. Membangun Support System yang Kuat
Menikah berarti kamu akan memiliki pasangan hidup yang akan menemani dan mendukungmu dalam setiap hal. Ikatan ini dapat memperkuat hubungan keluarga dan dapat menjadi sumber inspirasi serta motivasi untuk meraih kesuksesan di masa depan. Dengan menikah, kamu bisa memiliki support system yang kuat meskipun berada di dalam kondisi terburukmu nantinya.
2. Memiliki Tanggung Jawab Baru
Menikah berarti kamu telah siap untuk memasuki tahap baru dalam kehidupan, yaitu membangun keluarga sendiri. Dengan memiliki tanggung jawab baru, kamu dapat belajar untuk lebih dewasa, bertanggung jawab, dan mandiri dalam menghadapi setiap masalah.
3. Memiliki Partner Diskusi
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menikah dapat memberikan kesempatan bagi kamu untuk belajar dari pasanganmu. Baik itu tentang kebiasaan, keterampilan, maupun pemikiran. Asyiknya lagi, pasanganmu bisa menjadi partner diskusi yang tentu saja bisa membantumu untuk mengambil keputusan-keputusan besar.
4. Membangun Rumah Tangga yang Bahagia
Menikah tidak harus menunggu kesempurnaan atau memiliki karir yang mapan terlebih dahulu. Dengan saling mendukung dan bekerja sama, kamu dan pasangan bisa membangun rumah tangga yang bahagia dan sukses bersama.
5. Bisa Fokus pada Keluarga
Dengan menikah, kamu dapat fokus pada keluarga dan menghindari tekanan belajar di bangku kuliah. Ini dapat memberikan kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan pasangan dan membangun kehidupan yang lebih stabil.
Konsekuensi Pilihan Langsung Menikah Setelah Lulus S1
Seperti layaknya pilihan hidup lainnya, memilih untuk langsung menikah setelah lulus S1 juga memberikan beberapa tantangan atau konsekuensi tersendiri. Berikut ini adalah beberapa tantangan yang mungkin kamu hadapi ketika memilih ini:
1. Keterbatasan Kemampuan Ekonomi
Menikah berarti kamu harus siap untuk menghadapi konsekuensi ekonomi dengan membiayai kebutuhan hidup bersama pasangan. Dengan keterbatasan kemampuan ekonomi, sulit untuk mengambil langkah maju dalam hal finansial dan pendidikan. Tantangan di dalam kemampuan ekonomi akan semakin berat jika nantinya kamu sudah memiliki anak. Oleh sebab itu, kamu harus memiliki rencana keuangan yang komprehensif dengan pasangan agar kondisi ekonomi bisa terjaga dengan baik.
2. Terhambat dalam Meraih Pendidikan
Menikah di usia muda dapat membuatmu terhambat dalam mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Tanggung jawab domestik yang semakin bertambah dapat menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kamu mungkin butuh waktu lebih lama untuk benar-benar bisa berkomitmen waktu, tenaga dan pikiran untuk menempuh studi ke jenjang S2.
3. Ketergantungan pada Pasangan
Menikah berarti kamu akan lebih terikat pada pasangan. Ini dapat berdampak pada pengambilan keputusan yang harus selalu mempertimbangkan keinginan dan kepentingan pasangan. Selain itu, jika terjadi masalah dalam hubungan, hal ini juga dapat mempengaruhi fokus dan kemajuan pendidikan.
4. Belum Siap untuk Menikah
Menikah di usia muda tidak selalu menjamin kemampuan kamu untuk membangun hubungan yang baik dan mapan. Terkadang, masih ada hal-hal yang perlu dipelajari dan pengalaman yang perlu didapatkan sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Oleh sebab itu, pastikan bahwa keputusan untuk menikah diambil setelah melakukan pertimbangan yang matang, dan bukan karena semata-mata ingin “cepat menikah” saja.
Kesimpulan
Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang berbeda-beda. Memilih untuk menikah dulu atau melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri terlebih dahulu sangat bergantung pada tujuan dan prioritas masing-masing individu. Jika kamu ingin lebih fokus pada pengembangan karir dan memiliki pengalaman yang berharga, melanjutkan pendidikan ke luar negeri dapat menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika kamu lebih mengutamakan membangun ikatan dan kehidupan keluarga yang bahagia, menikah dulu juga tidak ada salahnya dilakukan. Intinya, lakukanlah yang terbaik untuk kamu dan jangan lupa untuk selalu mempertimbangkan semua pilihan secara matang.