Sekitar 20 tahun lalu, kuliah ke luar negeri bisa dibilang sebagai impian yang amat sulit diwujudkan oleh mahasiswa asal Indonesia. Namun sekarang keadaan tersebut sudah jauh berubah. Saat ini semakin banyak mahasiswa asal Indonesia yang dapat mewujudkan impian kuliah di luar negeri melalui berbagai program beasiswa.
Penasaran dengan tren study abroad pada mahasiswa asal Indonesia? Yuk simak bagaimana gambaran tren pelajar Indonesia dalam hal kuliah ke luar negeri berdasarkan data yang dirilis oleh Acumen Education berikut ini!
1. Indonesia termasuk negara ASEAN yang paling banyak memberangkatkan mahasiswa internasional
Tahukah kamu, di tahun 2021, lebih dari 350.000 mahasiswa dari Asia Tenggara memilih untuk menimba ilmu di luar negeri? Dari jumlah tersebut, 56.000 pelajar (16%) berasal dari Indonesia. Sementara itu, negara ASEAN dengan jumlah pelajar terbanyak yang menimba ilmu di luar negeri adalah Vietnam, dengan total 132.000 orang.
Data ini menunjukkan bahwa tren mobilitas pelajar di Asia Tenggara semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda di kawasan ini memiliki ambisi dan tekad yang kuat untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
2. Australia jadi destinasi paling populer bagi mahasiswa asal Indonesia
Berdasarkan data yang dirilis oleh UNESCO, Australia merupakan negara yang paling banyak dipilih oleh mahasiswa Indonesia sebagai destinasi study abroad mereka. Di tahun 2021, tercatat sebanyak 12.852 mahasiswa Indonesia menempuh studi di Negeri Kangguru tersebut.
Selain Australia, banyak juga mahasiswa Indonesia yang memilih kuliah ke negara tetangga terdekat yakni Malaysia. Berdasarkan sumber data yang sama, di tahun 2021 silam jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Malaysia mencapai 9.874 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan destinasi terkenal lainnya seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris dan sebagainya.
Berikut ini adalah jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri berdasarkan negara tujuannya:
|
Negara |
Jumlah Mahasiswa Indonesia |
|
Australia |
12.852 |
|
Malaysia |
9.874 |
|
Amerika Serikat |
8.039 |
|
Mesir |
5.937 |
|
Jepang |
5.095 |
|
UK (Inggris Raya) |
3.402 |
|
Jerman |
2.832 |
|
Arab Saudi |
1.934 |
|
Kanada |
1.362 |
|
Korea |
1.078 |
|
Perancis |
846 |
|
New Zealand |
702 |
|
Negara lainnya |
1.685 |
Sumber: UNESCO global student (2021, dilansir oleh Acumen Education, 2024)
3. Semakin banyak mahasiswa Indonesia yang tertarik untuk kuliah di kawasan ASEAN
Semakin banyak mahasiswa Indonesia yang tertarik untuk melanjutkan studi di kawasan ASEAN. Dahulu, opsi kuliah ke luar negeri seringkali dikaitkan dengan negara-negara Barat seperti Australia, Amerika Serikat, atau Inggris, yang memang memiliki reputasi akademik yang tinggi. Namun, tren ini mulai berubah. Semakin banyak mahasiswa Indonesia yang memilih untuk menempuh pendidikan tinggi di negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Ada beberapa alasan yang mendasari pergeseran tren ini. Pertama, faktor kedekatan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama. Pandemi COVID-19 telah membuat orang lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan jauh. Maka dari itu, kuliah di negara-negara tetangga menjadi pilihan yang lebih diminati karena jaraknya yang dekat dan kesamaan budaya dengan Indonesia.
Selain itu, aspek finansial juga memainkan peran penting. Biaya hidup dan pendidikan di negara-negara Asia Tenggara umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan negara-negara Barat. Hal ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin menghemat pengeluaran terkait pendidikan anak mereka.
Terakhir, kualitas pendidikan di universitas-universitas di kawasan ASEAN semakin meningkat dan beberapa bahkan telah masuk dalam peringkat universitas dunia. Kombinasi dari faktor-faktor ini membuat kawasan ASEAN semakin diminati sebagai destinasi kuliah bagi mahasiswa Indonesia.
4. Semakin banyak universitas internasional membuka cabang di Indonesia.
Hal ini didorong oleh regulasi yang lebih longgar dan minat tinggi terhadap pendidikan tinggi berkualitas. Australia adalah negara pertama yang membuka universitas asing pertama di Indonesia, yakni Monash University pada tahun 2020. Dalam waktu dekat, tiga universitas terkemuka di Australia juga akan membuka kampus di Indonesia yakni Deakin University, Western Sydney University, dan Central Queensland University (CQUniversity).
Selain Australia, Inggris (UK) juga siap menjadi negara yang akan membuka program pendidikan di Indonesia. Saat ini beberapa universitas di Inggris telah menjalin kerja sama melalui program transfer dengan universitas yang ada di Indonesia. Misalnya adalah program MBA gabungan University of Glasgow dengan ITB. King's College London akan membuka kampusnya di Jawa Timur. Ada juga Lancaster University yang juga akan membuka cabang di Indonesia di Bandung, bekerja sama dengan Deakin University dari Australia. Selain itu, British Council juga menerbitkan daftar 50 universitas Indonesia berpotensi untuk kolaborasi internasional.
Tren kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan luar negeri dalam menyelenggarakan pendidikan ini bisa memberikan dampak meluasnya akses pendidikan tinggi berkualitas bagi lebih banyak orang. Selain itu Indonesia bisa semakin meningkatkan angka kerjasama internasional dan pertukaran ilmu pengetahuan dengan negara lain. Hal-hal ini diharapkan bisa memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
5. Beasiswa Pemerintah Indonesia dan Luar Negeri tetap jadi primadona
Sebagian besar mahasiswa Indonesia menempuh studi ke luar negeri dengan bantuan keuangan atau beasiswa. Meskipun ada berbagai jenis program beasiswa seperti partial funded, dermasiswa dan berbagai bantuan finansial lainnya, namun beasiswa penuh (fully funded) selalu menjadi incaran utama mahasiswa Indonesia setiap tahunnya.
Berikut ini adalah berbagai beasiswa S1 fully funded yang banyak diincar oleh mahasiswa Indonesia untuk kuliah ke luar negeri.
6. Jurusan Health and Medicine jadi jurusan yang paling banyak dicari oleh mahasiswa Indonesia
Tahukah kamu, kalau jurusan yang paling banyak dicari informasinya oleh pembaca situs Hotcourses Indonesia adalah jurusan Kesehatan dan Kedokteran? Ternyata banyak calon mahasiswa Indonesia yang berkeinginan untuk belajar rumpun ilmu kesehatan di luar negeri loh! Selain itu, rumpun ilmu lainnya yang banyak dicari oleh mahasiswa Indonesia adalah Business and Administrative, Social Studies and Communication, Humanities, dan Applied and Pure Science.
Kalau kamu masih ragu ingin mengambil jurusan apa dan di negara mana, kamu bisa mencari inspirasi di artikel ini: 13 Pilihan Jurusan Kuliah di Luar Negeri Beserta Universitas Terbaiknya
Penutup
Tren studi ke luar negeri di kalangan pelajar Indonesia terus meningkat. Hal ini didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, pengalaman global, dan peluang kerja yang lebih baik. Meskipun saat ini kesempatan beasiswa ada banyak dan terbuka lebar, namun kamu perlu membekali diri dengan riset dan mencari informasi selengkapnya terkait program studi, universitas hingga program beasiswa yang ingin kamu pilih.
Dengan pemahaman yang baik terkait hal-hal ini, kamu bisa membuat strategi yang lebih akurat untuk mewujudkan langkah persiapan studi di luar negerimu HotCrazers!
Ingin tanya-tanya informasi lebih akurat dan detail tentang study abroad? Yuk konsultasi langsung ke konselor kami!