Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

10 PERTANYAAN UNTUK UNIVERSITAS PILIHANMU SEHUBUNGAN VIRUS CORONA

10 PERTANYAAN UNTUK UNIVERSITAS PILIHANMU SEHUBUNGAN VIRUS CORONA

Mencari tempat kuliah di luar negeri memang memerlukan persiapan yang matang, terlebih lagi di masa-masa tak menentu seperti saat ini. Ada banyak hal yang perlu kamu pastikan, misalnya apakah jurusan pilihanmu tetap menerima mahasiswa baru di tahun akademik ini atau apakah kamu bisa belajar secara online jika kamu masih belum bisa pergi ke luar negeri. Semua informasi ini perlu kamu kumpulkan untuk membantumu membuat keputusan terbaik. Karena itu, tim Hotcourses Indonesia telah menyusun daftar 10 pertanyaan yang wajib kamu tanyakan ke universitas mancanegara pilihanmu untuk mendapatkan semua informasi yang kamu butuhkan sehubungan dengan virus corona (COVID-19)

 

1. Apakah pihak universitas menerima mahasiswa internasional baru untuk tahun ajaran 2020/2021?
 

Pertanyaan ini sebaiknya menjadi hal pertama yang kamu tanyakan, karena jawabannya akan berpengaruh pada rencana studimu. Saat ini, berbagai universitas di seluruh dunia tengah mengikuti instruksi pemerintah dan badan kesehatan setempat untuk mengatasi COVID-19. Hal ini berarti ada panduan yang wajib mereka ikuti mengenai pembukaan kampus dan alur pergerakan manusia. Pastikan kamu mendapatkan informasi lengkap mengenai panduan ini, karena pengaruhnya tentu cukup besar pada pergerakan mahasiswa internasional.


Walaupun sebagian besar institusi pendidikan tinggi berkomitmen untuk menjalankan kurikulum mereka sepenuhnya dan tetap menerima mahasiswa baru, situasi ini bisa berubah kapan saja. Karena itu, kamu perlu memastikan dengan pihak universitas apakah jurusan pilihanmu tetap menerima mahasiswa baru atau sedang mengadakan penangguhan penerimaan.

 

 

2. Apakah persyaratan masuk universitas pilihanmu berubah karena virus corona?
 

Mengetahui kriteria terbaru untuk penerimaan jurusan pilihanmu tentunya sangat penting bagi rencana akademismu. Dalam situasi saat ini, banyak universitas telah mengevaluasi kembali atau menyesuaikan persyaratan masuk untuk beberapa jurusan. Hal ini terutama berpengaruh pada perubahan standar minimal untuk nilai tes Bahasa Inggris, nilai ujian masuk dan nilai kualifikasi terakhir (misalnya: nilai STTB SMA). Ketiga nilai ini biasanya didapatkan melalui ujian langsung dan situasi saat ini membuat sebagian pelajar kesulitan mendapatkan nilai-nilai tersebut dengan metode konvensional.

 

Sebagai solusi untuk nilai tes Bahasa Inggris, beberapa universitas telah menambah jenis tes Bahasa Inggris yang mereka terima, antara lain IELTS Indicator,  TOEFL Online dan Duolingo Test. Sementara untuk ujian masuk, solusinya berupa pengembangan berbagai metode baru untuk menilai eligibilitas pendaftar - seperti dengan melihat hasil ujian sebelumnya, portofolio dan referensi akademik. Beberapa universitas di AS dan Kanada telah melakukan metode baru ini, sehingga mereka tidak mewajibkan syarat nilai SAT atau ACT.

 

Sebelum mendaftar, hubungilah pihak universitas untuk mengetahui semua persyaratan terbaru untuk jurusan pilihanmu dan kebijakan mereka mengenai nilai-nilai yang saat ini belum bisa kamu dapatkan dengan metode konvensional. 

 

 

3. Apakah kampus universitas tujuanmu akan dibuka di awal tahun akademik 2020?

 

Pihak universitas wajib melakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para mahasiswa dan staf. Untuk mencapai hal ini, mereka harus mengikuti protokol internal dan juga panduan pemerintah setempat. Beberapa negara dan universitas memang telah mengumumkan tanggal pembukaan tentatif dan pelonggaran pembatasan-pembatasan tertentu, namun kamu perlu mengingat bahwa keputusan ini masih bisa berubah.

 
Pihak universitas bisa saja membuka kampus jika mereka mengikuti beberapa kebijakan tertentu, seperti menjalankan pemeriksaan kesehatan wajib atau hanya membuka sebagian area tertentu di kampus. Dengan mengetahui rencana kontingensi pihak universitas dan seberapa besar kemungkinan kampus dibuka, kamu akan bisa membuat rencana studi yang lebih matang.

 

 

4. Apa pihak universitas akan menawarkan kelas online?
 

Ini adalah pertanyaan yang sangat perlu kamu tanyakan. Jika mereka menawarkan kelas online, ini berarti jurusan pilihanmu tetap dibuka untuk tahun akademik 2020 dan fakta ini akan membantumu dalam penyusunan rencana studi.

 

Perlu diingat bahwa tidak semua program studi bisa ditawarkan secara online karena beberapa aspek kurikulumnya tidak bisa dilakukan di ranah online (contoh: kegiatan di laboratorium atau studi praktik di lapangan). Cobalah meminta pihak universitas untuk menjelaskan format kelas-kelas online yang mereka tawarkan dan apa saja yang kamu butuhkan untuk bisa berpartisipasi dalam kelas-kelas tersebut - seperti perangkat lunak tertentu atau akses ke sistem online milik universitas.


Selain itu, penawaran kelas online penting diketahui jika kamu saat ini tidak bisa melakukan perjalanan ke luar negeri untuk tahun akademik 2020. Dengan begitu, kamu tetap mendapatkan semua materi kuliah dan tidak akan tertinggal saat proses pengajaran tatap muka di kampus bisa kembali dilangsungkan. Meskipun mengikuti kelas online memang membutuhkan berbagai penyesuaian, kamu perlu mengingat bahwa kurikulum dan sumber daya yang akan kamu dapatkan di kelas-kelas tersebut telah dirancang oleh para ahlinya. Jadi kamu tak perlu ragu bahwa pengajaran yang akan kamu terima memiliki standar terbaik. 

 

 

 

5. Apakah saya bisa tinggal di akomodasi dalam kampus?

 

Pada saat ini, sulit untuk memastikan apakah kamu bisa tinggal di akomodasi dalam kampus. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan oleh pihak universitas untuk membuka fasilitas tersebut, seperti instruksi lockdown, UU Pemerintah, pembatasan perjalanan dan panduan badan kesehatan. Banyak universitas berharap bisa membuka akomodasi dalam kampus untuk tahun ini, tapi hal ini masih belum pasti dan tergantung pada keamanan situasi. Mintalah pihak universitas pilihanmu untuk mengirimkan informasi dan berita terbaru mengenai hal ini, karena ketersediaan fasilitas akomodasi dalam kampus ini pasti berpengaruh pada anggaranmu dan proses pendaftaran yang harus kamu lakukan.

 


6. Apakah pihak universitas akan tetap menawarkan bantuan keuangan dan beasiswa?
 

Banyak institusi pendidikan tinggi masih menawarkan beasiswa dan bantuan keuangan. Dalam beberapa kasus, syarat dan ketentuan pendaftaran mungkin telah berubah untuk mengakomodasi perubahan tertentu, seperti transisi ke pembelajaran online atau perubahan kriteria eligibilitas calon mahasiswa.

 

Sayangnya, ada beberapa skema pendanaan atau beasiswa yang ditangguhkan sampai situasi ekonomi lebih stabil. Ini biasanya terjadi dalam kasus bantuan keuangan/beasiswa yang ditawarkan oleh perusahaan, organisasi, donor swasta dan badan pemerintah yang bekerjasama dengan universitas. Agar kamu bisa menyusun anggaran studi dengan baik, hubungi pihak universitas untuk tahu bantuan keuangan atau beasiswa apa saja yang tersedia saat ini berserta rincian syarat dan ketentuan terbaru.

 

7. Apa kebijakan pihak universitas mengenai tes masuk universitas dan ujian kuliah?

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak universitas telah mengevaluasi ulang daftar hasil tes yang diperlukan sebagai syarat penerimaan. Sebagai solusinya, beberapa universitas bersedia menerima nilai-nilai ujian dan tes alternatif. Karena kebijakan ini bisa berubah, ada baiknya kamu meminta pihak universitas untuk terus mengirimkan informasi terbaru mengenai hal ini.

 

Untuk ujian, saat ini memang ada banyak perubahan waktu evaluasi dan ujian kuliah secara signifikan, termasuk pembatalan ujian dan juga perpindahan ujian ke ranah online. Beberapa universitas bahkan telah membatalkan UAS dan beralih menggunakan tugas-tugas kuliah yang telah dirampungkan mahasiswa sebagai bahan evaluasi nilai mereka. 

 


8. Apa saya bisa berdiskusi dengan pihak universitas secara online?
 

Jawaban singkatnya: ya, seharusnya kamu bisa berdiskusi dengan pihak universitas secara online. Pertanyaan ini perlu kamu lontarkan karena situasi saat ini membuat interaksi online antara universitas dan mahasiswa/calon mahasiswa penting untuk dilakukan. Diskusi ini bisa berupa konsultasi dan sesi tanya jawab online atau komunikasi melalu webinar dan aplikasi online. Kamu mungkin juga akan bisa berbicara dengan perwakilan universitas melalui video call atau chat room. Untuk mempermudah komunikasi online ini, beberapa universitas juga telah membuat sistem penjadwalan janji temu untuk mahasiswa/calon mahasiswa yang ingin mengajukan pertanyaan atau membutuhkan bantuan secara online. 

 

(Baca juga: 6 TIPS BELAJAR DARI RUMAH SAAT MENGHADAPI VIRUS CORONA)

 

9. Apakah pihak universitas menyelenggarakan bedah kampus virtual?
 

Bedah kampus virtual adalah salah satu acara yang bisa membantumu mengambil keputusan studi. Dengan mengikuti acara ini, kamu bisa melihat langsung kehidupan komunitas universitas pilihanmu, berpartisipasi dalam diskusi, serta menjelajahi semua program studi dan sarana yang ditawarkan oleh pihak universitas. Acara ini juga membuka kesempatan untuk berbicara dengan para akademisi ahli, staf penerimaan mahasiswa, alumni dan mahasiswa yang tengah berkuliah di universitas tersebut. Semua informasi yang akan kamu dapatkan dari percakapan ini terbilang penting karena bisa membantumu menilai universitas tersebut dengan lebih objektif.

 

 

10. Bagaimana dengan bantuan untuk pengurusan visa?
 

Karena hampir semua negara sedang memberlakukan berbagai pembatasan, proses pengurusan visa pelajar tentunya akan menjadi lebih rumit. Contohnya, dengan adanya penutupan pusat pengurusan visa Inggris di seluruh dunia dan berkurangnya waktu operasional kantor jasa pengurusan visa, maka jumlah visa pelajar yang diproses badan imigrasi Inggris kini berkurang drastis. Situasi serupa kini juga tengah terjadi untuk pengurusan visa Amerika Serikat. Walaupun begitu, beberapa universitas masih aktif membantu calon mahasiswa internasional dengan menyediakan semua dokumentasi pendukung yang dibutuhkan untuk pengurusan visa.

 

Segera hubungi universitas pilihanmu untuk memastikan apakah mereka masih membuka layanan dukungan pengurusan visa pelajar. Kamu juga sebaiknya mengikuti perkembangan terbaru mengenai semua kebijakan yang berhubungan dengan pergerakan manusia antar negara di situs resmi pemerintah negara asalmu dan negara tujuanmu, serta berkomunikasi dengan pihak kedutaan besar dan juga pihak-pihak penyedia layanan pengurusan visa. 

 

Masih punya pertanyaan lain mengenai cara mendaftar dan kuliah di luar negeri pada situasi saat ini? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education yang selalu siap untuk membantumu.

 

 

Sumber:

Hotcoursesabroad.com

Wajib dibaca

PERBEDAAN ANTARA TES TOEFL DAN IELTS

Saat mendaftar untuk kuliah di luar negeri, kamu akan diminta untuk memberi nilai tes kemampuan bahasa inggris TOEFL (Test Of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System). Hal ini adalah untuk memastikan bahwa kemampuan kamu dalam membaca, berbicara dan menulis dalam bahasa inggris semua cukup untuk mengikuti pelajaran di universitas nantinya. Namun, karena kedua tes ini menguji hal yang sama, banyak mahasiswa yang

358.3K

PERSYARATAN MASUK UMUM UNTUK KULIAH S1 DI LUAR NEGERI

Sudah menemukan jurusan dan universitas pilihan? Selamat! Selanjutnya kamu tinggal mencari informasi mengenai persyaratan masuk dari universitas tersebut. Secara umum, persyaratan masuk terbagi menjadi: persyaratan akademis dan persyaratan kemampuan berbahasa Inggris. Persyaratan masuk bisa saja berbeda-beda antar setiap jurusan, walaupun mereka berada di universitas yang sama. Persyaratan tersebut ditentukan oleh institusi yang bersangkutan untuk memastikan kamu

189.1K