Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

Titel S1, S2, MBA atau S3, akankah mereka berpengaruh secara langsung terhadap gaji?

share image
5840

Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika rela membayar lebih tinggi untuk para lulusan MBA.  

 

Berdasarkan laporan terbaru dari Graduate Management Admission Council (GMAC), dalam Corporate Recruiters Survey 2018ternyata jenis titel pendidikan tinggi jurusan bisnis memang berpengaruh secara langsung terhadap gaji yang akan diterima lulusan.

 

Lulusan pemegang titel MBA menerima gaji rata-rata 105,000 USD/tahun pada tahun 2018; sedangkan mereka yang telah memiliki pengalaman industri dibayar 85,000 USD dan mahasiswa yang baru lulus S1 menerima gaji awal sebesar 65,000 USD.

 

Menurut data terbaru dari Biro Tenaga Kerja Amerika, tanpa membedakan jurusan, mahasiswa pemegang titel S2 menerima gaji 19% lebih tinggi daripada pemegang titel S1, dan pemegang titel profesional bisa mendapatkan gaji 57% lebih tinggi. Sedangkan dalam sebuah survei yang diadakan di tahun ini (2018), empat dari lima perusahaan (81%) menyatakan lebih menyukai lulusan MBA.

 

Permintaan akan lulusan MBA tidak hanya diminati di Amerika, tetapi justru lebih banyak peminatnya lagi di Asia Pasifik. 90% perusahaan di kawasan tersebut mencari lulusan MBA di tahun 2018 ini. Akan tetapi gaji yang dapat diterima oleh pemegang titel di kawasan Asia Pasifik relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan Amerika dan negara-negara Eropa lainnya. Lulusan MBA menerima gaji rata-rata 35,000 USD per tahun jika bekerja di kawasan Asia Pasifik, sedangkan perusahaan-perusahaan Amerika dan Eropa berani membayar 105,000 USD dan 65,000 USD. Lulusan S1 biasanya digaji sekitar 15,000 USD per tahun di kawasan Asia Pasifik dan Amerika Latin.

 

Walau menjanjikan pemasukan yang menggiurkan, biaya untuk mendapatkan titel MBA tidaklah sedikit. Dan besarnya gaji juga tergantung dari nilai/value dari program kuliah yang kamu pilih.

 

Caitlin Bauer menyarankan demikian di majalah Forbes: “Secara pribadi, saya menyarankan lulusan S1 untuk tidak langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya, kecuali jika mereka sudah jelas akan apa yang ingin mereka perdalam dan memiliki dana yang cukup. Jika tidak, mereka bisa bekerja dulu sambil mencari tahu keahlian apa yang dibutuhkan di tempat kerja, dan lebih baik lagi jika bisa menemukan perusahaan yang bersedia untuk mensponsori pendidikan lanjutan mereka, baik itu MBA atau pascasarjana. “

 

Tertarik untuk meningkatkan prospek kerjamu dengan MBA? Lihat semua program MBA yang tersedia untukmu.

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

author image

Wajib dibaca

PERBEDAAN ANTARA TES TOEFL DAN IELTS

Saat mendaftar untuk kuliah di luar negeri, kamu akan diminta untuk memberi nilai tes kemampuan bahasa inggris TOEFL (Test Of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System). Hal ini adalah untuk memastikan bahwa kemampuan kamu dalam membaca, berbicara dan menulis dalam bahasa inggris semua cukup untuk mengikuti pelajaran di universitas nantinya. Namun, karena kedua tes ini menguji hal yang sama, banyak mahasiswa yang

349534

PERSYARATAN MASUK UMUM UNTUK KULIAH S1 DI LUAR NEGERI

Sudah menemukan jurusan dan universitas pilihan? Selamat! Selanjutnya kamu tinggal mencari informasi mengenai persyaratan masuk dari universitas tersebut. Secara umum, persyaratan masuk terbagi menjadi: persyaratan akademis dan persyaratan kemampuan berbahasa Inggris. Persyaratan masuk bisa saja berbeda-beda antar setiap jurusan, walaupun mereka berada di universitas yang sama. Persyaratan tersebut ditentukan oleh institusi yang bersangkutan untuk memastikan kamu

182746