Informasi penting
Selandia Baru: Keuangan

HIDUP DI WELLINGTON DENGAN BUDGET MAHASISWA? GAK SUSAH KOK!

HIDUP DI WELLINGTON DENGAN BUDGET MAHASISWA? GAK SUSAH KOK!

Kuliah di luar negeri tentu memerlukan biaya yang tak kecil, terutama di kota besar seperti Wellington, Selandia Baru. Namun sebenarnya ada banyak cara untuk menekan pengeluaran di sana. Untuk kamu yang ingin tahu caranya, coba simak cerita dari Dwi Wahyuningtyas, kontributor Indonesia Mengglobal, berikut ini. Berdasarkan pengalaman pribadinya saat tinggal dan kuliah di Wellington, Dwi  akan membagikan cara-cara menyesuaikan budget untuk hidup di sana.

 

Bagi sebagian besar orang Indonesia, ada benarnya jika biaya hidup di luar negeri cenderung dianggap mahal. Namun jika diakali, sebenarnya berhemat bukanlah hal yang mustahil. Karena saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai masalah ini, jadi saya akan memberikan sedikit tips untuk bisa hidup di Wellington dengan budget mahasiswa.

 

1. Jangan Malu Beli Barang Bekas

Jangan Malu Beli Barang Bekas - Hidup Hemat di Wellington Dengan Budget Mahasiswa, Hotcourses indonesia

 

Carilah grup-grup di media sosial yang menawarkan barang bekas dengan kondisi layak pakai di area Wellington. Salah satu contohnya adalah grup VicDeals di Facebook. Bergabunglah dengan grup ini untuk mencari hal-hal yang kamu perlukan.

 

Jangan ragu untuk membeli, karena biasanya barang-barang yang ditawarkan tetap berkualitas bagus walaupun harganya cukup miring. Misalnya, rice cooker (penanak nasi) baru akan dihargai sekitar NZD 25-25. Tapi di grup-grup seperti ini, kamu bisa membelinya seharga NZD 5-15 saja dengan kondisi yang masih sangat layak.

 

Tidak perlu takut untuk menawar jika harga dirasa terlalu mahal. Kamu juga sebaiknya terlebih dahulu menghubungi penjualnya untuk mendapatkan info lengkap tentang benda yang akan dibeli. Hal ini karena terkadang gambar yang di-posting di grup kurang sesuai dengan barang yang akan dijual.

 

Selain itu, para mahasiswa Indonesia yang akan pulang biasanya tidak membawa semua barang-barangnya. Mereka akan memberikannya secara cuma-cuma atau menjualnya dengan harga yang sangat murah pada mahasiswa Indonesia yang masih bermukim di Wellington.

 

2. Tinggal Bareng Teman

Tinggal Bareng Teman - Hidup Hemat di Wellington Dengan Budget Mahasiswa, Hotcourses indonesia

 

Salah satu pengeluaran yang paling besar adalah akomodasi. Harga sewa apartemen di Wellington sudah pasti naik tiap tahun. Ini bisa diakali dengan tinggal bareng temanmu di apartemen. Jadi harga sewa apartemen bisa kalian bagi.

 

Satu apartemen biasanya bisa dihuni sekitar 3-5 orang. Jika jumlah penghuni bertambah, sudah pasti harga sewa per kamar bisa jadi lebih murah. Tentunya hal ini hanya bisa kamu lakukan dengan izin pemilik apartemen (landlord).

 

Jika kamu bisa berbagi apartemen, maka harga sewa per kamar biasanya hanya sekitar NZD 150-220 per minggu (sudah termasuk listrik dan internet). Sebelum memilih berhemat dengan cara ini, pastikan bahwa kamu merasa cocok dan nyaman dengan teman yang diajak tinggal seapartemen.

 

Harga sewa apartemen di Wellington sangat beragam, tergantung lokasinya. Bagi yang memilih tinggal jauh dari kampus, biasanya biaya sewa akan jauh lebih murah. Tetapi biaya transportasi yang pastinya jadi lebih mahal juga harus dipertimbangkan.

 

Menurut saya, jika ditotal sebenarnya tinggal jauh dari kampus harganya sama saja dengan tinggal dekat kampus. Bahkan terkadang lebih mahal. Belum lagi menghitung waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk pergi ke dan pulang dari kampus.

 

Temukan kisah inspiratif tentang studi dan berkarir di luar negeri!

 

3. Masak Sendiri Makanan Sehari-hari

Masak Makanan Sehari-hari - Hidup Hemat di Wellington Dengan Budget Mahasiswa, Hotcourses indonesia

 

Memasak sendiri adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk berhemat di Wellington. Dengan anggaran sekitar NZD 30-50 per minggu, kamu sudah bisa membeli sayur, buah, daging, bumbu dapur, dan makanan beku. Anggaran ini bisa saja ditambah menjadi NZD 60 per minggu jika kamu sesekali ingin membeli kopi atau makan di luar.

 

Sekali-kali makan di luar juga penting, supaya tidak jenuh tiap hari makan masakan sendiri di rumah. Namun jangan terlalu sering, karena bisa membuat anggaranmu jebol.

 

4. Beli Sayur & Buah di Sunday Market

 

Jika kamu butuh bahan makanan, ada beberapa tempat untuk belanja murah di Wellington. Salah satunya adalah Sunday Market yang dibuka tiap hari Minggu di Wellington Harbour dan Willis Street. Di Sunday Market ini, sayur dan buah dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga di supermarket.

 

Contohnya, seikat wortel di supermarket dijual seharga NZD 3-5. Tapi di Sunday Market dijual dengan harga NZD 1-2 saja. Tidak hanya sayur dan buah, pasar ini juga menjual bahan makanan lain seperti tahu, ikan laut segar, aneka bumbu masakan, kecambah, telur, dan masih banyak lagi.

 

5. Beli Sayur & Buah di Vege Market Kampus

Beli Sayur & Buah di Vege Market Kampus - Hidup Hemat di Wellington Dengan Budget Mahasiswa, Hotcourses indonesia

 

Sunday Market bukan satu-satunya tempat belanja murah di Wellington untuk sayur dan buah. Beberapa kampus di Wellington juga rutin menggelar Vege Market. Salah satunya adalah Kelburn Campus di Victoria University of Wellington yang menggelar Vege Market pada hari Rabu.

 

Jika dibandingkan dengan Sunday Market, harga buah dan sayur di Vege Market memang lebih mahal. Tapi berbelanja di sini bisa dijadikan alternatif seandainya kamu tak sempat pergi ke Sunday Market. Harganya biasanya tetap lebih murah dibandingkan di supermarket.

 

Pihak universitas juga menyediakan jasa pemesanan serta penjualan sayur dan buah untuk mahasiswa. Contohnya adalah Victoria University of Wellington yang memiliki Fruit and Vege Co-op.

 

Dengan menggunakan jasa ini, para mahasiswa hanya perlu membayar NZD 12 untuk dua plastik besar sayur dan buah. Jumlah ini biasanya cukup untuk bahan memasak hingga dua minggu. Jika kamu menganggapnya terlalu banyak, kamu bisa patungan dengan temanmu. Wah, semakin hemat kan?

 

6. Rajin Mencari Diskon & Promo

Rajin Mencari Diskon & Promo - Hidup Hemat di Wellington Dengan Budget Mahasiswa, Hotcourses indonesia

 

Semua orang suka diskon, tak terkecuali mahasiswa. Pada umumnya toko-toko besar akan mengadakan diskon besar-besaran di akhir musim. Misalnya winter sale, autumn sale, spring sale, dan summer sale. Namun diskon yang paling besar justru ada di Boxing Day (26 Desember).

 

Saat Boxing Day, orang-orang akan tumpah ruah mengantri di toko-toko sampai ke jalanan. Jaket bermerek yang aslinya seharga NZD 60 bisa didiskon hingga NZD 25. Begitu juga dengan sepatu seharga NZD 300an yang turun menjadi NZD 100-an saja. Namun ada baiknya kamu tetap hati-hati, karena terkadang barang yang didiskon memiliki cacat produksi.

 

Ingat, jangan mudah terbuai diskon ya! Belilah barang-barang yang benar-benar dibutuhkan saja. Hindari membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan karena hanya akan berujung pada pemborosan.

 

Unduh brosur universitas favoritmu di Australasia

 

7. Selalu Bawa Kartu Mahasiswa

Selalu bawa kartu mahasiswa - Hidup Hemat di Wellington Dengan Budget Mahasiswa, Hotcourses indonesia

 

Sudah bukan rahasia lagi jika kartu mahasiswa adalah kartu sakti. Selain sebagai akses keluar masuk kampus, kartu ini juga bisa digunakan untuk memperoleh diskon mahasiswa.

 

Di tempat-tempat wisata, biasanya ada diskon yang lumayan jika kamu  menunjukkan kartu mahasiswa. Beberapa toko juga memberi diskon mahasiswa. Transportasi umum seperti cable car pun memberi potongan khusus bagi pemegang kartu mahasiswa.

 

8. Menggunakan Snapper Card Untuk Transportasi Umum

 

Harga tiket bus di Wellington umumnya sekitar NZD 3-7 (tergantung jarak). Jika menggunakan Snapper Card, penumpang bisa mendapatkan diskon hingga sekitar 30%.

 

Kartu ini bisa dibeli seharga NZD 10 dan dapat diisi ulang mulai dari NZD 5. Jika seminggu kita bolak-balik ke kampus menggunakan bus, tentu diskon yang didapat juga lumayan. Selain bus, kartu tersebut juga bisa digunakan untuk naik kereta api dan cable car.

 

9. Bekerja Paruh Waktu  

Bekerja Paruh Waktu - Hidup Hemat di Wellington Dengan Budget Mahasiswa, Hotcourses indonesia

 

Para mahasiswa internasional yang kuliah di Wellington boleh bekerja maksimal 20 jam per minggu ketika perkuliahan berlangsung. Saat musim liburan, mereka bisa bekerja purnawaktu. Karena itu, banyak mahasiswa internasional bekerja di restoran atau tempat lainnya ketika akhir pekan atau waktu liburan.

 

Bagi mahasiswa yang membiayai perkuliahannya sendiri, mengambil pekerjaan sampingan di Wellington akan sangat membantu situasi keuangan. Dengan gaji paruh waktu sekitar NZD 20 per jam, seorang mahasiswa internasional sangat bisa mencukupi kebutuhannya jika gaya hidupnya hemat.

 

Namun kamu harus tetap ingat tugas utama untuk belajar ya! Jangan justru keasyikan mencari uang dan lalai belajar.

 

Sebenarnya masih banyak trik dan tips lain, meskipun garis besarnya sama, yakni membelanjakan uang sesuai dengan anggaran yang kamu miliki. Semuanya kembali lagi ke masing-masing individu, terutama gaya hidup.

 

Yakinlah bahwa jika kamu bisa mengelola keuangan dan menyesuaikan gaya hidup, maka hidup hemat di luar negeri sangatlah memungkinkan - bahkan untuk kota yang tergolong mahal seperti Wellington.

 

***

 

Ingin kuliah di Selandia Baru seperti Dwi? Coba gunakan alat Pencari Jurusan kami yang bisa menemukan jurusan kuliah dan universitas terbaik untukmu di Selandia Baru berdasarkan kriteria pribadimu.

 

Jangan lupa bahwa kamu bisa membaca artikel-artikel kami mengenai studi di Selandia Baru yang menyediakan panduan lengkap kuliah di sana. Kamu juga akan bisa membaca cerita para mahasiswa asal Indonesia, mulai dari bagaimana cara mereka meraih beasiswa S2 ke Selandia Baru hingga ke pengalaman kuliah mereka di Negeri Kiwi ini..

 

Kalau kamu punya pertanyaan apapun tentang kuliah di Selandia Baru, kamu bisa mendaftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education. Kamu bisa mendapatkan bantuan dalam proses pemilihan universitas dan jurusan kuliah di Selandia Baru, prosedur pendaftaran, dan pengajuan visa pelajar. Impianmu untuk kuliah di Selandia Baru pasti jadi lebih mudah untuk diraih!

 

Daftar sekarang untuk konsultasi GRATIS!

 

BACA JUGA:

 

Profil penulis:

Dwi Wahyuningtyas meraih gelar MA in TESOL dari Victoria University of Wellington di tahun 2017. Kini Dwi bekerja sebagai dosen Bahasa Inggris di UPN Veteran Jawa Timur. Hal-hal yang menjadi minat riset Dwi adalah Sosiolinguistik, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional, dan Bahasa & Identitas Pembelajar. Hobi Dwi adalah menonton drama China, serta membaca buku sejarah dan novel.

 

Sumber:

Artikel asli dipublikasikan oleh IndonesiaMengglobal.com

'A non-profit website for Indonesians aspiring to study and or pursue professional opportunities abroad'.