Informasi penting
Amerika Serikat: Keuangan

BIAYA-BIAYA TERSEMBUNYI SAAT MENGEJAR BEASISWA KE AS

Biaya-biaya Tersembunyi Saat Mengejar Beasiswa Ke AS

Sedang mempertimbangkan kuliah pascasarjana di AS dengan dukungan beasiswa untuk menghemat biaya? Ternyata ada biaya-biaya 'tersembunyi' yang harus kamu bayarkan untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Kali ini kolumnis Indonesia Mengglobal, Hanryano Yehezkiel, akan membagikan pengalamannya tentang bagaimana perencanaan kuliah pascasarjana yang matang harus melibatkan perencanaan keuangan yang baik.


Sejak mulai memikirkan untuk kuliah pascasarjana di AS, saya sangat sadar bahwa mimpi saya ini membutuhkan biaya yang besar dan akan sulit terwujud tanpa beasiswa. Namun pada saat itu saya belum menyadari besarnya dana yang harus saya keluarkan bahkan sebelum menerima beasiswa dan diterima di program studi yang saya tuju. Faktanya, biaya total untuk tes-tes seperti TOEFL dan GMAT, kelas-kelas persiapan dan pendaftaran ke universitas bisa mencapai ribuan USD. Dengan nilai tukar rupiah yang melemah, saya tentunya merasa kesulitan membiayai semua itu dengan gaji saya sebagai pegawai sektor publik.

 

Jadi apakah beasiswa LPDP yang diincar banyak orang itu bisa didapatkan tanpa mengeluarkan biaya? Sayangnya tidak begitu kenyataannya.

 

Medical check-up yang diwajibkan tidak murah, setidaknya bagi saya. Belum lagi kalau kamu tinggal jauh dari luar lokasi tes, pasti biaya yang dikeluarkan untuk transportasi harus kamu tanggung sendiri. Kalau sistem seleksi mengharuskanmu datang ke sana beberapa kali, biayanya jadi semakin bertambah. Inilah yang saya maksud dengan biaya tersembunyi untuk mendapatkan beasiswa. Walaupun begitu, kamu bisa mengelola pengeluaran uang dengan menyusun strategi. Menurut saya, kamu harus memulai proses mengejar beasiswa setidaknya 24 bulan sebelum tahun penerimaan kuliah yang kamu incar. Mengejar beasiswa dan mendaftar ke universitas luar negeri di waktu yang bersamaan hanya akan berefek negatif pada kesehatan mental dan fisikmu serta situasi keuanganmu.

 

Temukan kisah inspiratif tentang studi dan berkarir di luar negeri!

 

Kenapa saya menyarankan periode dua tahun? Kalau kamu mengejar beasiswa, program-program tertentu seperti LPDP memungkinkan para awardee untuk mencari universitas sampai 18 bulan setelah mereka menerima beasiswa. Misalnya kamu mendapatkan beasiswa di tahun 2020, maka kamu kemudian bisa mulai mencari tempat kuliah pascasarjana untuk tahun ajaran 2022/2023. Kalau kamu mengincar beasiswa Fulbright, sebaiknya kamu mulai menjalankan rencanamu 24 bulan sebelum tahun penerimaan yang kamu inginkan. Pendaftaran beasiswa ini ditutup pada bulan Februari/Maret, tepat 1 tahun sebelum tahun ajaran yang kamu incar. Kalau kamu mengincar program studi yang dimulai pada musim gugur, deadline-nya adalah 18 bulan sebelum tahun ajaran yang kamu inginkan. Dengan memulai proses 24 bulan sebelumnya, kamu akan memilki waktu yang cukup untuk membuat perencanaan yang matang di berbagai aspek - termasuk aspek finansial.

 

Gunakan waktumu untuk membuat perencanaan yang matang, termasuk dari aspek finansial

 

(Baca juga: PERTANYAAN UMUM SAAT WAWANCARA BEASISWA)

 

Perlu diingat bahwa pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun ajaran mendatang telah dibuka saat mahasiswa baru di tahun ajaran ini mulai berkuliah. Ini berarti kamu harus memenuhi semua persyaratan yang diperlukan setahun sebelum tahun penerimaan incaranmu. Banyak orang baru terpikir untuk melanjutkan studi pascasarjana beberapa minggu sebelum tenggat waktu. Akibatnya, mereka harus buru-buru meminta surat rekomendasi dari atasan dan dosen, menyusun esai, mengambil tes yang diperlukan dan mengumpulkan persyaratan dokumen lainnya. Dengan menyediakan lebih banyak waktu untuk persiapan, kamu bisa lebih fokus dalam mengumpulkan semua persyaratan untuk hasil yang maksimal. Jangan lupa kalau orang-orang yang kamu minta surat rekomendasinya pasti memiliki kesibukannya sendiri. Jadi saya sarankan kalian menyisihkan waktu 1 bulan untuk berkoordinasi dengan mereka mengenai surat rekomendasi ini.


Luangkanlah waktumu sedini mungkin untuk mencari berbagai opsi pembebasan biaya pendaftaran. Contohnya, beberapa universitas membebaskan biaya pendaftaran bagi para pendaftar yang menghadiri sesi info atau acara yang mereka selenggarakan. Kamu bisa menggunakan kesempatan ini untuk menghemat biaya. Memang universitas-universitas terbaik pada umumnya tidak menawarkan pembebasan biaya pendaftaran, tetapi ada kemungkinan pencarianmu bisa mengungkap berbagai celah ekstra untuk penghematan.

 

Saya tahu ada beberapa orang yang mencoba mendaftar ke beberapa universitas untuk meningkatkan peluangnya diterima kuliah di luar negeri. Namun ini dijamin akan menguras energi dan dompetmu kalau dilakukan secara bersamaan. Kalau kamu mau melakukan hal ini, sebaiknya kamu mendaftar di sesi yang berbeda untuk tiap universitas. Saya juga ingin mengingatkan bahwa ada kemungkinan pihak universitas akan memintamu datang ke kampus mereka untuk sesi wawancara. Ini tentunya harus masuk dalam perhitungan biayamu.

 

Unduh brosur universitas favoritmu di Amerika Utara


 

Beberapa contoh buku persiapan GMAT

Beberapa contoh buku persiapan GMAT

 

Program studi pascasarjana di AS sebagian besar meminta hasil tes GRE atau GMAT dan hasil tes-tes ini berlaku selama lima tahun. Ambillah semua kelas persiapan yang kamu butuhkan seawal mungkin dan ikuti tes paling lambat 18 bulan sebelum tahun penerimaan yang kamu inginkan. Periode waktu ini dimaksudkan untuk memudahkanmu kalau ingin mengulang kembali tes tersebut. Hal ini cukup wajar, mengingat sebagian besar peserta GRE/GMAT sering merasa tak puas dengan nilai di tes pertama mereka. Biaya untuk buku-buku serta kelas-kelas persiapan GMAT dan GRE bisa menghabiskan beberapa juta rupiah dan terkadang bahkan lebih mahal daripada biaya mengikuti tes-tes itu sendiri. Dengan kondisi nilai tukar rupiah yang tak stabil, biaya tes GRE dan GMAT bisa jadi akan terus meningkat. Akibatnya kamu mungkin perlu mengeluarkan biaya di atas Rp10juta kalau ingin mengikuti tes GMAT beberapa kali untuk memperbaiki nilai. Karena itu, kalau kamu diminta untuk mengikuti IELTS atau TOEFL, lakukanlah setelah kamu puas dengan nilai GMAT/GRE-mu.

 

Sebagai kesimpulan, siapkanlah waktu untuk merefleksikan biaya yang akan dikeluarkan dan manfaat yang akan kamu dapatkan jauh sebelum kamu memulai proses menuju kuliah pascasarjana. Seperti yang saya jabarkan di atas, proses mengejar beasiswa pasti membutuhkan perencanaan finansial yang matang. Semoga sukses dan mulailah bersiap sedini mungkin!

 

Punya pertanyaan mengenai berbagai persyaratan kuliah di luar negeri? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education yang selalu siap membantumu untuk kuliah di berbagai universitas terbaik di mancanegara.

 

Daftar sekarang untuk konsultasi gratis!

 

Sumber:

Artikel asli dipublikasikan oleh IndonesiaMengglobal.com

'A non-profit website for Indonesians aspiring to study and or pursue professional opportunities abroad'.

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Amerika'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Amerika Serikat dalam satu buku digital praktis.