Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

7 Langkah Menyusun Rencana Kuliah ke Luar Negeri

1853

Menurut survei terbaru, setidaknya ada 4,3 juta mahasiswa yang tidak kuliah di negara asal, alias kuliah ke luar negeri. Lebih dari setengah proporsi tersebut adalah para mahasiswa asal Asia. Dimanakah mereka berkuliah? Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), negara destinasi kuliah paling populer adalah Australia, Inggris, Swiss, Selandia Baru dan Austria.

 

 

Alasan apa yang mendorong banyak mahasiswa kuliah ke luar negeri?

 

 

“Semua mahasiswa yang ingin sukses dalam perekonomian global harus kuliah di luar negeri,” kata Daniel Obst, wakil deputi wakil presiden Kemitraan Internasional dalam Pendidikan Tinggi untuk Institute of International Education (IIE) di Amerika Serikat. Mengapa demikian? Karena “Perusahaan mencari para lulusan yang dapat bekerja di tim-tim multinasional, yang berbicara dalam berbagai bahasa, yang dapat bekerja dengan mudah melintasi zona waktu berbeda-beda, dan yang memiliki keluwesan serta kemampuan adaptasi yang didapatkan dari tinggal di luar negeri.”

 

Tidak hanya demi kepentingan prospek kerja, penelitian menunjukkan bahwa pengalaman hidup di negara asing membuat kita lebih fleksibel, kreatif dan menjadikan kita seorang pemikir kompleks, sehingga lebih mudah mengatasi berbagai tantangan hidup.

 

Pernyataan di atas dijelaskan dengan sangat baik oleh artikel berikut:

 

5 Fakta Mengapa Kuliah di Luar Negeri Membuatmu LEBIH KREATIF

 

Baca juga:

 

 

Apa yang perlu disiapkan jika ingin kuliah ke luar negeri?

 

 

Bagi orang tua dan pelajar yang ingin kuliah ke luar negeri  — berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui:

 

Apa yang diperlukan: Kamu perlu belajar mandiri untuk bisa mengurus diri sendiri ketika jauh dari rumah, di tempat yang asing dan menggunakan bahasa berbeda. Setidaknya mulailah belajar bahasa asing, paling tidak supaya kamu dapat berkomunikasi di sana.

 

Berapa lama harus mempersiapkan diri: Mulailah sesegera mungkin begitu kamu memutuskan akan kuliah ke luar negeri. Karena butuh waktu untuk memenuhi syarat pendaftaran, mendaftar, membuat visa pelajar dan persiapan lainnya, terutama jika kamu ingin mengambil jalur beasiswa atau bantuan keuangan lainnya. Mulailah mencari informasi tentang program kuliah, persyaratan masuk, cara mendaftar, atau beasiswa seawal mungkin, supaya kamu punya cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan baik. Sebaiknya kamu mulai memikirkan tentang jurusan yang ingin kamu ambil dan mencari informasi tentangnya sejak SMU kelas 2.

 

Artikel terkait:

 

 

Mencari informasi: Ada banyak macam program kuliah di luar negeri di seluruh dunia, dengan tingkat kesulitan dan durasi yang berbeda-beda. Sebagian besar program disampaikan dalam Bahasa Inggris, bahkan di Jerman sekalipun, banyak program kuliah S1 dan S2 yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Ada juga program kuliah yang  memungkinkan kamu untuk mendapatkan gelar dari dua lembaga pendidikan sekaligus (misalnya twinning programme di Malaysia).

 

Di Inggris, kamu dapat menyelesaikan program master/S2 dalam satu tahun sementara di negara lain butuh 2 tahun. Di University of Cambridge, gelar MBA dapat diselesaikan dalam 12 bulan dengan biaya £49.000 (Rp958 juta). Sedangkan butuh biaya dua kali lipat untuk menyelesaikan gelar MBA di Harvard University di Amerika.

 

Belum memenuhi persyaratan masuk? Tidak berarti kamu tidak bisa kuliah di luar negeri. Kamu bisa mengambil program persiapan/foundation terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke program gelar (S1/S2). Istilah untuk program persiapan ini bervariasi. Malaysia menyebutnya dengan istilah pre-university, dan negara-negara lain memberikan sebutan lain, seperti pathway programme atau bridging programme.

 

Baca juga:

 

Cari tahu apakah bisa mentransfer kredit:  mahasiswa bisa mentransfer kredit, misalnya belajar selama satu semester di kampus asing. Dengan demikian, walau kuliah di Indonesia, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu dari kampus-kampus ternama di dunia. Menurut Kemenristek Dikti, di tahun 2015 sudah ada 700 mahasiswa yang mengikuti program transfer kredit selama satu semester. Untuk kedepannya, Dikti menargetkan 1.000 peserta.

 

Menyiapkan biaya: Tentunya perlu menyiapkan biaya jika ingin kuliah ke luar negeri. Kuliah di luar negeri tidak selalu sangat mahal. Buktinya, kuliah S1 di Jerman lebih murah dibandingkan dari kuliah di universitas-universitas elit di Indonesia. Biaya kuliah di Eropa relatif lebih murah jika dibandingkan dengan negara lainnya.

 

Baca juga:

 

Selain biaya kuliah, perlu juga menyiapkan anggaran untuk biaya hidup. Biaya hidup ini dapat diringankan oleh penghasilan dari pekerjaan part-time, selama tidak mengganggu studi kamu. Sebelumnya, pelajari dahulu peraturan dan ketentuan untuk kuliah sambil part-time/kerja sambilan di luar negeri. Supaya memiliki gambaran, kisaran biaya hidup di luar negeri dapat dibaca di sini.

 

 

Asuransi kesehatan: Inggris, Amerika dan Australia mewajibkan mahasiswa internasional untuk memiliki asuransi kesehatan. Biasanya universitas akan merekomendasikan asuransi mahasiswa. Tetapi jika kamu telah memiliki pilihan sendiri, dan asuransi tersebut dapat digunakan di luar negeri, kamu tidak perlu membeli asuransi lainnya.

 

Baca juga:

 

Manfaatkan teknologi, tetap dekat dengan keluarga: Belajar di luar negeri sekarang ini sangat berbeda dari 20 tahun lalu — sekarang jauh lebih mudah untuk tetap berhubungan. “Kami sering bicara dengan putri kami melalui Skype,” kata O’Shaughnessy. “Kami letakkan laptop di meja makan dan berbicara kepadanya seolah-olah ia juga duduk di meja dan sedang makan bersama.”

 

Orang tua tentunya akan merasa khawatir dan memikirkan anak yang tinggal jauh di rumah. Akan tetapi tidak disarankan terlalu mengikat anak. Bagaimanapun juga mereka perlu dilepas untuk menjadi dewasa. Anak perlu didorong untuk berbaur dengan kehidupan lokal, mengenal teman baru, merasakan hal-hal baru dan menambah wawasan.

 

 “Mahasiswa harus mencoba dan beradaptasi serta berintegrasi dengan budaya setempat, jangan terus-terusan di komputer dan mengobrol dengan teman di kampung halaman jika Anda ingin anak Anda memiliki pengalaman nyata di luar negeri.” jelas Obst.

 

Jadi, tunggu apa lagi? mengapa tidak segera memulai menyusun rencana kuliah ke luar negeri sekarang juga? Supaya persiapan kamu makin mantap, kamu bisa download gratis 4 e-book panduan mendaftar kuliah di luar negeri dari Hotcourses Indonesia. Klik gambar di bawah ini:

 

 

 

 

Artikel asli:

Tips untuk membuat rencana kuliah di luar negeri

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS