Terdapat ribuan pilihan jurusan kuliah, jadi pasti kamu akan dapat menemukan jurusan yang tepat. Masalahnya, bagaimana menjatuhkan pilihan yang tepat? Terkadang, pilihan yang terlalu banyak justru membuat kita bingung. Seharusnya kamu dapat menentukan jurusan yang tepat jika kamu mengetahui minat dan bakat dirimu. Namun, memilih jurusan yang paling tepat memang sering membuat bimbang.
Salah satu saran utama dari Hotcourses adalah, mulailah pikirkan jawaban untuk 5 pertanyaan yang ada di artikel ini mengenai jurusan kuliah sesegera mungkin, sebaiknya sewaktu kamu memulai pendidikan SMA, dan bukannya sewaktu dekat tamat SMA. Hal ini dikarenakan kuliah membutuhkan persiapan. Apalagi jika ingin kuliah ke luar negeri. Semua universitas mensyaratkan ujian Bahasa Inggris seperti IELTS dan TOEFL
Bahkan untuk jurusan tertentu di universitas di negara tertentu (misalnya kedokteran atau hukum) mengharuskan calon mahasiswa untuk menghadiri tes masuk, yang tentunya memerlukan persiapan. Dan lagi, jurusan-jurusan kreatif (misalnya arsitektur) kadang meminta portofolio sebagai bahan pertimbangan apakah mereka akan menerima kamu atau tidak.
Berikut ini Hotcourses Indonesia memberikan kamu 5 tips untuk memilih jurusan kuliah. Semoga dapat membantumu, ya!
1. Bidang apa yang saya minati?
Program kuliah sarjana berdurasi setidaknya 3 hingga 4 tahun. Jadi pastikan kamu menikmati masa kuliahmu, dengan mempelajari bidang yang benar-benar sesuai dengan minat kamu. Bakat tentunya juga sangat penting. Akan tetapi jika kamu punya minat yang kuat dalam bidang tertentu, otomatis kamu akan bersemangat untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan yang ada.
Gairah atau ‘passion’ adalah salah satu faktor yang sangat menentukan apakah kamu akan diterima di universitas luar negeri. Mengapa? Karena universitas ingin menjaga reputasi mereka. Yang dapat mencerminkan reputasi universitas adalah prestasi mahasiswa, dan prospek kerja serta kinerja lulusan mereka di dunia kerja. Bagaimana mahasiswa bisa mencapai prestasi yang terbaik jika tidak memiliki gairah atau minat yang mendalam dalam bidang yang dia pelajari?
Bagaimana kamu membuktikan bahwa kamu memiliki minat yang kuat dalam bidang pilihan kamu? Sewaktu mendaftar, kamu akan diminta untuk menuliskan personal statement yang berisikan pengalaman atau prestasi yang pernah kamu capai sehubungan dengan bidang pilihan kamu. Misalnya kamu memilih jurusan fashion design, maka kamu perlu menceritakan misalnya kamu pernah mengikuti lomba kreasi busana dari barang bekas, atau pernah juara dalam merancang pakaian di majalah dan lain sebagainya. Seringkali universitas juga meminta surat referensi untuk menunjang personal statement kamu.
Baca juga: Siapa Yang Dapat Diminta Untuk Menuliskan Surat Referensi?
2. Kualifikasi apa saja yang saya miliki?
Yang dimaksud dengan kualifikasi adalah prestasi kamu, misalnya nilai, sertifikat, dan pencapaian lainnya. Jika kamu memilih jurusan kedokteran, tentu saja harus memiliki nilai IPA yang tinggi. Jika memilih jurusan fashion design, berarti kamu perlu mengumpulkan hasil-hasil rancangan kamu yang nantinya dapat disusun menjadi portofolio. Mengumpulkan atau meningkatkan kualifikasi tentunya butuh waktu, oleh karena itu mulailah memikirkan jurusan kuliah sedini mungkin.
3. Apa saja hobi saya?
Jika kamu bingung menentukan bakat dan minat, hobi kamu mungkin dapat memberikan petunjuk. Misalnya kamu hobi main game atau menggambar manga, mungkin kamu bisa mempertimbangkan jurusan animasi atau computer game design. Tahukah kamu, animasi adalah salah satu jurusan populer abad ini? Jadi jangan takut bahwa kamu akan kekurangan pilihan untuk jurusan kuliah, karena setiap hobi kamu biasanya akan memiliki cabang studi dan juga prospek karirnya tersendiri.
4. Apakah cita-cita saya?
Jika kamu memiliki cita-cita yang jelas, hal ini akan sangat membantu untuk menentukan jurusan kuliah. Jika kamu bercita-cita menjadi seorang pengacara, tentunya kamu harus mendalami jurusan Hukum. Akan tetapi ini tidak berarti kamu tidak perlu mengadakan persiapan. Jika kamu ingin kuliah di Fakultas Hukum ternama di luar negeri, kamu wajib mengikuti tes LSAT. Begitu juga dengan jurusan kedokteran yang mengharuskan tes MCAT. Baca lebih lanjut mengenai tes-tes pendaftaran universitas luar negeri.
Kamu juga harus mempelajari prospek kerja dari setiap minatmu jika kamu memiliki beberapa ketertarikkan pada beberapa jurusan kuliah. Dari sini kamu bisa menentukan mana yang paling bisa membuatmu selangkah lebih dekat dengan cita-cita yang kamu impikan.
5. Apa saja yang tersedia?
Seiring perkembangan jaman, banyak sekali jurusan baru yang muncul, untuk menyediakan tenaga kerja bagi lowongan kerja baru yang sebelumnya tidak ada. Hotcourses Indonesia menuliskan beberapa artikel mengenai beberapa jurusan yang bisa kamu baca disini.
BACA JUGA:
26 Gelar S2 dengan Gaji Tertinggi
Program jalur (pathway) ke universitas luar negeri
Daftar beasiswa dan tips jitu kuliah S2 ke luar negeri